Sekilas
Lomba Observasi Keanekaragaman
Hayati Taman Flora Bratang
Bagi SMP Dan SMA/Sederajat
Tahun
2010
Tahun 2010 ditetapkan oleh
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
sebagai Tahun Keanekaragaman Hayati
Internasional (International Year
of Biodiversity). Untuk
memperingati penetapan tahun
internasional ini dan hari
lingkungan hidup sedunia yang
diperingati setiap 5 Juni, Tunas
Hijau Club bersama pemerintah
kota Surabaya mengadakan Lomba
Observasi Keanekaragaman Hayati
Taman Flora Bratang Surabaya. Lomba
ini diperuntukkan bagi kelompok
siswa SMP dan SMA/sederajat di Jawa
Timur.
Pada lomba ini, masing-masing
kelompok peserta diminta melakukan
pengamatan/observasi tentang
keanekaragaman hayati taman seluas
3,1 hektar, yaitu Taman Flora
Bratang atau Kebun Bibit Bratang,
yang diyakini memiliki
keanekaragaman hayati yang tinggi
dan sebagai paru-paru kota. Hal ini
bila berdasarkan pada sangat
banyaknya jenis tumbuhan yang
dipelihara di taman ini. Yaitu,
sedikitnya 51 jenis satwa pepohonan
pelindung, 9 jenis palem dan
sedikitnya 81 jenis tanaman semak
hias. Dengan banyaknya jenis
tumbuhan yang hidup di taman ini,
tetunya semakin banyak pula jenis
satwa yang hidup bebas di taman ini.
Hasil pengamatan selanjutnya
diwujudkan dalam bentuk foto,
poster, kartun dan mading.
Disediakan banyak penghargaan bagi
peserta lomba ini. Penghargaan itu
adalah 10 foto terbaik, 10 mading
terbaik, 10 kartun pendek terbaik
dan 10 poster terbaik untuk
kategori SMP. Penghargaan untuk SMA
adalah 2 foto terbaik, 2 kartun
terbaik, 2 mading terbaik dan 2
poster terbaik. Selanjutnya juga
dipilih 5 juara juara umum untuk
kategori SMP dan 1 juara umum
kategori SMA/sederajat.
Sementara itu, definisi
keanekaragaman hayati adalah
keanekaragaman makhluk hidup dan
hal-hal yang berhubungan dengan
ekologinya, dimana makhluk hidup itu
berada.
Nilai-nilai Keanekaragaman Hayati:
1. Nilai Ekologis
Setiap sumberdaya alam merupakan unsur ekosistem
alam. Misalnya, suatu tumbuhan dapat
berfungsi sebagai pelindung tata air
dan kesuburan tanah. Demikian pula
suatu jenis satwa dapat menjadi
key species yang menjadi kunci
keseimbangan alam.
2. Nilai Komersial
Secara umum telah dipahami bahwa kehidupan
manusia tergantung mutlak kepada
sumber dayaalam hayati.
Keanekaragaman hayati mempunyai
nilai komersial yang sangat tinggi.
Sebagai gambaran, sebagian dari
devisa Indonesia dihasilkan dari
penjualan kayu dan bentuk-bentuk
lain eksploitasi hutan.
3. Nilai Sosial dan Budaya
Keanekaragaman hayati mempunyai nilai sosial dan
budaya yang sangat besar. Suku-suku
pedalaman tidak dapat tinggal di
perkotaan, karena bagi mereka tempat
tinggal adalah hutan dan isinya.
Sama halnya dengan suku-suku yang
tinggal dan menggantungkan hidup
dari laut. Konstribusi-konstribusi
ini tentunya memberikan makna sosial
dan budaya yang tidak kecil.
4. Nilai Rekreasi
Keindahan sumberdaya alam hayati dapat memberikan
nilai untuk menjernihkan pikiran dan
melahirkan gagasan-gagasan bagi yang
menikmatinya. Kita sering sekali
pergi berlibur ke alam, seperti
gunung, gua atau laut dan lainnya,
hanya untuk merasakan keindahan
alam. Ketika kembali ke perkotaan,
kita merasa bersemangat lagi untuk
terus melanjutkan rutinitas dan
kehidupan.
5. Nilai Penelitian dan Pendidikan
Alam sering menimbulkan gagasan-gagasan dan ide
cemerlang bagi manusia. Nilai ini
akan memberikan dorongan untuk
mengamati fenomena alam dalam bentuk
penelitian. Alam juga dapat menjadi
media pendidikan ilmu pengetahuan
alam, maka sangat diperlukan bahan
untuk penelitian maupun penghayatan
berbagai pengertian dan konsep suatu
ilmu pengetahuan.