Profil

Penghargaan SAA ditunjukkan kepada "father" Tunas Hijau Mr. David P. Montgomery (VP Director PT. Terminal Petikemas Surabaya)

TUNAS HIJAU (TH) ialah organisasi lingkungan hidup non-profit, kids & young people do actions for a better earth yang bermarkas di Surabaya. TH berawal dari pengiriman 5 orang pemuda dari Jawa Timur ke Australia, Maret 1999. Sejak itu, TH terus konsisten dalam melakukan upaya sederhana, nyata dan berkelanjutan untuk membantu lingkungan hidup menjadi lebih baik.

Terbukti, dengan kekonsistenan tersebut melalui masyarakat, TH menerima Surabaya Academy Award 2004 dalam bidang lingkungan hidup. Pada Surabaya Academy Award 2004 ini Tunas Hijau menjadi organisasi lingkungan hidup pertama yang mendapatkannya. Tunas Hijau juga mendapatkan Delta FM Surabaya Award 2005 untuk kategori lingkungan hidup dari jaringan Radio Delta FM Jawa Timur.

Pangeran & Puteri LH 2002 Pramudhityo Dewantoro dan Gracia Paramitha bersama anak-anak Australia saat konferensi lingkungan anak-anak di Australia

TUNAS HIJAU juga menerima penghargaan lingkungan hidup lainnya di tingkat lokal dan internasional. Di tingkat lokal, pada Mei 2003 TUNAS HIJAU mendapatkan penghargaan dari Wali Kota Surabaya atas kepeloporannya dalam upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup di Kota Surabaya. Pada Oktober 2002, Tunas Hijau mendapatkan Miranda Environmental Award dari Millennium Kids Australia, yang diserahkan di Perth, Australia Barat. Begitu seterusnya, beberapa penghargaan dari lokal, nasional dan internasional diterima Tunas Hijau setiap tahunnya.

Eksistensi awal Tunas Hijau pada tahun 1999 dimulai dengan kegiatan lingkungan hidup yang berbasis komunitas. Saat itu diselenggarakan Bersih-Bersih Kenjeran tepatnya 23 September 1999 sebagai bagian dari Clean Up the World Internasional. Program lingkungan hidup serupa juga dilaksanakan secara serentak di 37 kota/kabupaten di seluruh Jawa Timur. Di Surabaya, Bersih-Bersih Pantai Kenjeran diikuti oleh 6.830 orang.

TUNAS HIJAU adalah organisasi lingkungan hidup yang dinamis, yang terus bergerak, berinovasi dan berkembang melalui program-program nyata untuk menciptakan bumi yang lebih baik. Setiap hari, sedikitnya dua program lingkungan hidup dilaksanakan di komunitas atau sekolah.

Friendship Quilt anak-anak Tunas Hijau Indonesia dan MIllennium Kids Australia

Sejak 2000, TUNAS HIJAU memiliki program lingkungan hidup bersama dengan Millennium Kids Australia, Cross Cultural Environmental Education Exchange Australia Indonesia. Pada program ini, setiap tahun anak-anak dan generasi muda penggiat Tunas Hijau melakukan kunjungan ke Australia Barat, demikian juga sebaliknya dengan Millennium Kids Australia, dengan pendanaan swadaya masing-masing. Program ini bukanlah sekedar kunjungan, tetapi memiliki muatan khusus untuk mencari inovasi baru dalam membuat program lingkungan dan ditindaklanjuti dengan program-program bersama antara kedua negara.

Anak-anak TH mendapat kepercayaan untuk mengikuti International Children’s Conference on the Environment 2004 di Amerika Serikat. Delegasi anak-anak TH adalah satu-satunya delegasi anak-anak dari Indonesia, serta delegasi anak-anak pertama sejak dilaksanakannya ICCE empat kali sebelumnya. Mengingat, persyaratan utama untuk mengikuti conference ini ialah memiliki project lingkungan hidup.

Realisasi hutan kota pertama

Tunas Hijau memiliki ruang terbuka hijau “pelopor” di Surabaya, yaitu 11 (sebelas) hutan kota. Dirintis sejak 2002 oleh paguyuban Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2002 dengan project director Pangeran Lingkungan Hidup 2002 Pramudhityo Dewantoro. Dengan segala sumber daya pendukung yang serba terbatas, Tunas Hijau terus berupaya seoptimal mungkin untuk menjaga eksistensinya, khususnya pada tahun pertama paska penanaman.

Pangeran & Puteri Lingkungan Hidup 2003 saat diterima Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Jakarta

Sejak 2002, Tunas Hijau menggelar agenda tahunan yaitu Penganugerahan Pangeran & Puteri Lingkungan Hidup untuk anak-anak. Namun, pada program ini anak-anak diminta untuk memiliki proyek lingkungan hidup yang tidak sehari selesai. Sejak tahun 2005, program penganugerahan Pangeran & Puteri Lingkungan Hidup bahkan sudah diadopsi di beberapa provinsi lainnya di Indonesia.

Tunas Hijau memiliki program pendampingan masyarakat perkampungan agar memiliki kebiasaan ramah lingkungan hidup. Program yang dilaksanakan di perkampungan diantaranya dengan pemanfaatan lahan sekitar rumah untuk pepohonan/tanaman pot dan mengolah sampah yang dihasilkan secara mandiri.

Program konservasi hutan dan sumber air juga terus digelorakan Tunas Hijau dengan mengadopsi kawasan hutan di Claket, Pacet sejak tahun 2006. Program pendampingan lingkungan hidup juga dilakukan Tunas Hijau di beberapa komunitas lainya dan sekolah-sekolah di beberapa provinsi Jawa Timur. Melalui program ini, Tunas Hijau mengajak sebanyak mungkin orang untuk berperilaku peduli lingkungan hidup dengan mengoptimalkan potensi yang ada di sekitar.

Khusus program di sekolah, pembinaan lingkungan hidup yang dilakukan Tunas Hijau difokuskan juga pada kebijakan sekolah dan didukung dengan pengembangan kurikulum pendidikan yang berwawasan lingkungan hidup pula. Sekolah juga diajak aktif menciptakan lingkungan belajar mengajar yang berwawasan lingkungan hidup, diantaranya dengan pembatasan jenis sampah yang dihasilkan dan mengolah sampah yang dihasilkan. Sekolah juga diajak memiliki program lingkungan bersama masyarakat sekitar.

Peserta CCCC 2007 menyampaikan deklarasi peduli perubahan iklim

Pada Nopember 2007, Tunas Hijau mengadakan International Children Conference on Climate Change (CCCC) 2007 yang diikuti oleh anak-anak dari 8 negara, yaitu Rusia, Haiti, Kamerun, Srilanka, Australia, Korea, Malaysia dan Indonesia. Dari Indonesia, peserta CCCC berasal dari beberapa provinsi. CCCC diselenggarakan di Surabaya.

Pada Juli 2008, Tunas Hijau menyelenggarakan Asia Pasific Inter Faith Youth Camp on Climate Change di Surabaya. Kegiatan pemuda antar umat beragama yang diselenggarakan bersama Departemen Luar Negeri Republik Indonesia dan Pemerintah Kota Surabaya itu diikuti oleh 100 pemuda dari 11 negara Asia Pasifik. Negara-negara tersebut adalah Fiji, New Zealand, Australia, Timor Leste, Indonesia, Malaysia, Philipina, Thailand, Singapura, Vietnam dan Brunei Darussalam.

Peserta APIFYC dari 11 negara Asia Pasifik berfoto bersama

Pada tahun 2009, Tunas Hijau menyelenggarakan program magang lingkungan hidup internasional bagi para pemuda dari luar negeri. 30 pemuda yang berpartisipasi pada magang di Tunas Hijau ini berasal dari Kanada, Australia, Belanda, Malaysia, China, Hongkong, India, Brasil, Jepang dan Inggris. Masing-masing pemuda tersebut mengikuti magang lingkungan hidup di Tunas Hijau selama 2009-2010.

Tunas Hijau memiliki media promosi internet melalui situs www.tunashijau.org yang diupdate setiap hari dengan kegiatan-kegiatan lingkungan hidup yang dilakukan setiap hari pula oleh Tunas Hijau. Semua desain dan tampilan di situs ini dibuat oleh anak-anak dan generasi muda yang aktif di Tunas Hijau. Demikian pula penulis dan jurnalis pada situs Tunas Hijau ini adalah anak-anak dan remaja yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan khusus tentang eco journalism. Selanjutnya, situs www.tunashijau.org ini akan diarahkan menjadi portal pendidikan lingkungan hidup di Indonesia.

Pegiat senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni (berdiri paling kiri) bersama 17 top alumni program Amerika Serikat saat diterima Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Rodham Clinton, Februari 2011

Bersama Andy F. Noya, pembawa acara Kick Andy di Metro TV sesaat setelah pengambilan gambar

Pada Nopember 2007, TH mendapat penghargaan berupa penayangan profil TH pada Profil of the Week Liputan 6 SCTV. Juga pada Januari 2008, penghargaan didapat TH dengan menjadi tamu tayangan Kick Andy Metro TV dengan tema Go Green. Pada Februari 2011, Tunas Hijau mendapat penghargaan dari masyarakat Amerika Serikat dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, yaitu Gold Star Award yang diserahkan di Washington, DC dan disaksikan para pengurus citizen diplomacy dari seluruh negara bagian Amerika Serikat.

Program-program lingkungan hidup yang diprakarsai Tunas Hijau lebih diprioritaskan pada program yang berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik dengan tindakan-tindakan nyata dan pro aktif. Metode yang digunakan dalam kampanye lingkungan hidup pun semakin lama semakin berkembang seiring trend masyarakat.

Tunas Hijau telah mengembangkan beberapa media permainan yang sudah banyak dikenal masyarakat Indonesia menjadi media pendidikan lingkungan hidup. Diantara media permainan tersebut adalah kartu kwartet, monopoli, kartu remi dan ular tangga. Khusus untuk ular tangga, Tunas Hijau bahkan telah menerbitkan beberapa tema ular tangga, yaitu lapisan ozon, hutan, papua, sampah, pemanasan global, air dan lingkungan hidup.

Tunas Hijau telah menerbitkan beberapa buku komik tema lingkungan hidup. Buku komik yang telah diterbitkan adalah: Ayo Tanam Pohon, 2005 dan 2008; Monster Sampah Plastik, 2006; Air, 2007; Duta Ozon, 2007; Papuaku Mutiaraku, 2006; Lindungi Lapisan Ozon, 2007; Climate Change Threat, 2007; Perubahan Iklim Mengancam, 2007, Perth Royal Show 2008; dan Kota Berselimut Asap, 2008.

Asdep Urusan Penguatan Inisiatif Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup saat penyerahan award pada Closing Jakarta Eco School 2011

Tunas Hijau juga menyelenggarakan beberapa program lingkungan hidup berkelanjutan selama beberapa bulan di DKI Jakarta, yang pembinaannya dilaksanakan setiap hari. Diantara program itu adalah Climate Change Goes To Schools pada 2008 dan Jakarta Eco Schools pada 2011. Pada program Jakarta Eco School 2011 yang diselenggarakan bersama Freeport Peduli, sekolah-sekolah yang didampingi berasal dari 5 kota administrasi di DKI Jakarta.

Tunas Hijau juga sering menjadi patner Pemerintah Provinsi Jawa Timur/Badan Lingkungan Hidup Jawa Timur untuk beberapa pelaksanaan program lingkungan hidup yang diikuti peserta dalam jumlah yang besar. Diantaranya adalah pelaksanaan Kemah Hijau Jawa Timur 2009, 2010 dan 2011 dengan peserta perwakilan seluruh kota dan kabupaten dari Jawa Timur.

Hingga saat ini, Tunas Hijau menangani beberapa isu lingkungan hidup di Indonesia. Diantaranya adalah isu urban atau perkotaan, pedesaan, konservasi mangrove dan daerah sungai, konservasi hutan dan sumber daya air, pendidikan lingkungan hidup, pengolahan sampah mandiri, pengembangan ekonomi masyarakat melalui lingkungan hidup, energi terbarukan dan climate change.

salah satu mural lingkungan hidup karya anak-anak Jawa Timur

Selama tiga tahun terakhir, Tunas Hijau juga berperan dalam pengembangan lingkungan hidup dengan lembaga lain. Diantara peran Tunas Hijau adalah sebagai berikut:

1. Tim pengembang dan evaluasi program Surabaya Green & Clean 2005, 2006, 2007, 2008, 2009 dan 2010;

2. Tim pembina dan evaluasi program sekolah peduli dan berbudaya lingkungan hidup Adiwiyata provinsi Jawa Timur dan nasional tahun 2007, 2008, 2009, 2010 dan 2011;

3. Konsultan pendidikan lingkungan hidup di beberapa kota/kabupaten di Jawa Timur dan luar Jawa Timur;

4. Konsultan pendidikan lingkungan hidup di Yayasan Pendidikan Jayawijaya Papua – PT. Freeport Indonesia;

5. Tim penilai program Adipura nasional pada tahun 2005, 2006, 2007 dan 2008;

6. Coordinator for Indonesia on International Art Miles Mural Project 2008-sekarang;

7. Coordinator for Indonesia on International Intercultural Mural Exchange 2009-sekarang;

8. Coordinator for Indonesia on International Network on the Environment 2010 – sekarang;

9. Penyelenggara program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di DKI Jakarta pada tahun 2011;

10. Tim Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia untuk persiapan Indonesia sebagai tuan rumah program PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) Tunza International Children and Youth Conference on the Environment 2011.

Awards, Professional Memberships:

  1. Miranda International Award on the Environment 2002 presented by Millennium Kids Australia and State Government of Western Australia
  2. Surabaya’s Mayor Award on the Environment 2003 presented by Surabaya’s Mayor
  3. Surabaya Academy Award 2004 on the Environment category
  4. Delta FM Award 2005 on the Environment category
  5. Member of Clean Up the World International
  6. Member of Earth Day International
  7. Member of Kids and Youth International Network of United Nations Environment Program
  8. Profil of the Week “Liputan 6 Siang SCTV” 4 November 2007
  9. Guest of Kick Andy “Metro TV”, January 2008
  10. United States Alumni of the Month - Indonesia, Juni 2009 (US Embassy in Jakarta)
  11. United States Alumni of the Month - International, August 2009 (US Department of States in Washington, DC)
  12. Gold Star Award for Top 18 U.S. Alumni Around the World by National Council for International Visitors & U.S. Department of State, February 2011

Overseas Program : (year, length of stay, purpose and/or sponsorship)

1999          21 days         Australia Indonesia Youth Exchange Program on the Environment in Western Australia, Sponsored by Pollution Control Implementation – Australia Agency International Development and the Government of East Java. 5 participants;

2000          8 days           Millennium Kids Helping Kids Environment Conference and Adult International Land care Training in Western Australia, Sponsored by Millennium Kids Australia and East Java Scout. 1 participant;

2002          12 days         Millennium Kids Environmental Conference in Western Australia as part of Cross Cultural Environmental Education Exchange Australia Indonesia between Millennium Kids Australia and Tunas Hijau Indonesia, Sponsored by PT. Terminal Petikemas Surabaya and Millennium Kids Australia;

2002          7 days           4th International Children Conference on the Environment in Malacca – Malaysia by Children Environment Heritage Foundation Malaysia, Sponsored by PT. Dharma Lautan Utama and Children Environment Heritage Foundation Malaysia

2003          14 days         Millennium Kids Environmental Conference in Western Australia as part of Cross Cultural Environmental Education Exchange Australia Indonesia between Millennium Kids Australia and Tunas Hijau Indonesia, Sponsored by PT. Terminal Petikemas Surabaya, Australia Indonesia Institute and Millennium Kids Australia

2004          14 days         Tunza International Children’s Conference on the Environment in Connecticut, USA, held by United Nations Environment Program and International Coalition for Children and the Environment, Sponsored by United Nations Environment Program and Ministry of Foreign Affairs of Indonesia;

2005          14 days         Children World Summit for the Environment in Aichi, Japan – held by United Nations Environment Program, Sponsored by United Nations Environment Program, PT. Terminal Petikemas Surabaya, Ministry of the Environment of Indonesia, Department of Foreign Affairs of Indonesia and Australia Indonesia Institute. 5 participants & facilitators;

2005          14 days        Cross Cultural Environmental Education Exchange Indonesia Australia in Western Australia, Sponsored by PT. Terminal Petikemas Surabaya, Australia Indonesia Institute, Australia Embassy in Jakarta, Consulate Indonesia in Perth, Australia and Millennium Kids Australia. 8 participants & facilitators;

2006          8 days           2006 Tunza International Children Conference on the Environment in Putrajaya, Malaysia. Held by United Nations Environment Program, Sponsored by United Nations Environment Program and Government of Surabaya; 3 participants & facilitator;

2006          14 days         International Youth Exchange Program on the Environment in Osaka, Japan. Held by Prefecture of Osaka, Japan, Sponsored by Government of East Java Province, Osaka Prefecture and World Expo ’70. 1 participant;

2007          10 days         Cross Cultural Environmental Education Exchange Australia (Millennium Kids) – Indonesia (Tunas Hijau) in Perth, Western Australia. Environment workshop on global warming by Department of Education of Western Australia, Perth Zoo, and Millennium Kids Australia. 7 pertiaipants;

2007          6 days           Delegate of Surabaya government city on Kitakyushu, Japan Initiatives Network in Kitakyushu, Japan, Sponsored by the government of Surabaya city and the government of Kitakyushu city. 1 participant;

2007          15 days         Perth Royal Show 2007 as the one and only environmental organization part of Indonesia pavilion – Indonesia is the only guest nation on this the biggest annual exhibition in Western Australia, Sponsored by Royal Agriculture Society of Western Australia. PT. Terminal Petikemas Surabaya, PT. Dharma Lautan Utama Surabaya and Indonesia Consulate in Perth, Australia. 3 participants;

2008          25 days         International Visitor Leadership Program in USA on sustainable development and environmental protection. Sponsored by Department of States USA.

2009          7 days           YAWA 6th International Children Conference on the Environment 2009 in Sabah, Malaysia. Sponsored by YAWA Malaysia. 7 facilitators & delegates;

2009          3 days           Field Study in Malaysia and Singapore on the environment theme. Sponsored by Government of Surabaya;

2009          7 days           TUNZA International Children & Youth Conference in Daejeon, South Korea. Sponsored by United Nations Environment Program

2010          10 days         United Nations Climate Change Conference – COP 15 Copenhagen, Denmark as member of the Shadowing Negotiation Team. Sponsored by British Council, Ministry of Environment and Ministry of Foreign Affairs. 1 participant.

2010          7 days           International Youth Facilitator Training For International Children & Youth Conference on the Environment in Brasilia, Brazil. Sponsored by Educational Department of Brazil & United Nations Environment Program. 1 facilitator

2010          7 days           International Children & Youth Conference on the Environment in Brasilia, Brazil. Sponsored by Educational Department of Brazil & United Nations Environment Program. 1 national coordinator, 1 participant & 1 facilitator;

2010          40 days         Study at US Institute in United States. Sponsored by US Department of State. 2 participants;

2010          10 days         International Children’s Conference on Biodiversity in Nagoya, Japan & 10th meeting of the Conference of the Parties on Biodiversity, Sponsored by United Nations Environment Program. 3 participants & facilitator;

2011          16 days         International Visitors Leadership Program (IVLP) Gold Star “Alumni Connecting the World”, Sponsored by U.S. Department of State.