Akhmat Suharto, Tak Puas Hanya Adiwiyata Mandiri

Mendapat label sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri bukanlah tujuan akhir dari pengelolaan kegiatan lingkungan di sekolah. Visi itulah yang disampaikan oleh sosok kepala sekolah yang tegas dan disiplin ini kepada seluruh warga SMPN 26 Surabaya. Alasannya, bila mereka sudah terlena dan puas dengan label Adiwiyata Mandiri, maka kecenderungannya adalah menurunnya produktivitas dan kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan. Bermodalkan wejangan tersebut, sosok kepala sekolah bernama Akhmat Suharto ini mengajak warga SMPN 26 untuk terus berbenah. Baginya, label tersebut merupakan bonus dari kerja keras mereka menangani pengelolaan lingkungan di sekolah. Sejak kedatangannya dua tahun lalu, Suharto berkeinginan menjadikan sekolah barunya sebagai sekolah percontohan […]

Rizki Amirulloh, Pembina dan Sahabat Kader LH SMAN 11 Surabaya

Umumnya pembina kader lingkungan hidup di sekolah-sekolah usianya diatas 30 tahun. Tidak dengan pembina kader lingkungan hidup SMAN 11 Surabaya, Rizki Amirulloh. Pemuda yang masih mengenyam bangku perkuliahan di salah satu perguruan tinggi negeri Surabaya ini, setiap Sabtu harus berkendara pulang pergi sejauh 20 kilometer dari tempat tinggalnya di Sidoarjo. Demi membina anak-anak muda di sekolah agar terus cinta terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Pemuda yang pernah menyabet penghargaan Eco Student (Senior) of the Year 2013 Surabaya Eco School ini akrab dipanggil “Kimpul.” Kimpul acap kali menginduksi semangat-semangat perjuangannya dulu ketika masih duduk di bangku SMKN 1 Surabaya. Sederhananya, dia […]

Ahmad Sya’roni, Kepala SMPN 17 Surabaya

Budaya peduli lingkungan hidup harus dioptimalkan kepada warga sekolah. Bukan sekedar melalui rencana atau cerita. Motto itulah yang disampaikan oleh Kepala SMPN 17 Surabaya Ahmad Sya’roni guru, karyawan dan siswa sekolah yang dipimpinnya. Kepala sekolah yang hobi bernyanyi dan bersepeda ini berusaha melengkapi fasilitas pendukung kegiatan lingkungan hidup di sekolahnya. Diantaranya ada green house, rumah jamur, kolam ikan, hidroponik, komposter dan tempat sampah secara terpilah. Menurutnya, agar bisa mengajak warga sekolah bisa satu tujuan dalam mengembangkan kegiatan lingkungan di sekolah, perlu diberikan fasilitas pendukungnya terlebih dahulu. Syaroni pertama kali menjadi nahkoda di sekolah di Jalan Raya Tenggilis Mejoyo 1 pada […]

Sigit Budiarso, “Eco” General Manager Novotel Surabaya

Aksi “Stop Food Waste” dengan lubang resapan biopori yang dilakukan grup Accor Hotels Jawa Timur bersama Tunas Hijau di halaman Masjid Nasional Al Akbar Surabaya akhir April 2017 lalu terus berlanjut. Novotel Surabaya Hotel & Suites, anggota Accor Hotels Jawa Timur, mengadopsi aksi ngebor biopori di lahannya. Ialah Sigit Budiarso, general manager Novotel Surabaya Hotel & Suites, yang mempunyai komitmen untuk menindaklanjuti aksi “Stop Food Waste” ini.  “Kami tidak mau program lingkungan hidup hanya gebyar sesaat. Kami mau melaksanakannya berkelanjutan. Kami lanjutkan aksi biopori di halaman Masjid Nasional Al Akbar Surabaya lalu dengan aksi yang sama di lahan Novotel,” kata […]

Nanik Irawati, Guru Perubahan Lingkungan Hidup SMPN 3 Surabaya

Sosok guru enerjik dan pantang menyerah ini mampu membawa atmosfer kegiatan lingkungan di SMPN 3 Surabaya tampak berbeda dari sebelumnya. Sejak datang pertama kali pada tahun 2007, dirinya dipercaya sebagai penanggung jawab kegiatan lingkungan di sekolah. Salah satu motivasinya kala itu adalah ingin memperkenalkan kepada warga sekolah tentang perilaku ramah lingkungan dan menerapkan perilaku bersih, sehat dan hijau di sekolah. Namun, kiprahnya kala itu masih menjadi gerakan yang minim dukungan dari warga sekolah sekolah. Minimnya dukungan tidak membuatnya patah arang. Sosok bernama lengkap Nanik Irawati ini terus berjuang mengajak warga sekolah untuk peduli terhadap lingkungan melalui berbagai cara. Salah satu […]

Dwi Murwanti, Pengawal Pengomposan Sisa Makanan Kantin SMPN 41 Surabaya

Tidak banyak sekolah yang bisa merealisasikan kantin tanpa kemasan makanan dan minuman sekali pakai. Sekolah yang bisa mengoptimalkan pengolahan sampah organik kantin jumlahnya lebih sedikit lagi. SMPN 41 Surabaya yang berlokasi di Jalan Gembong Sekolahan Surabaya bisa merealisasikannya. Ialah Dwi Murwanti, guru pembina lingkungan hidup SMPN 41 Surabaya, yang mengawal realisasi pengomposan sampah organik sisa makanan kantin setiap harinya. Ya, setiap harinya. Bukan hanya sebulan sekali. Bukan hanya sekali dalam sepekan. Tapi, setiap hari, saat hari sekolah. Setiap hari, saat kantin sekolah berjualan. “SMPN 41 Surabaya sedang dalam tahap pembangunan gedung. Hampir semua aktivitas warga sekolah terpengaruh pembangunan fisik sekolah […]

Dian Rahmawati, Aktif Lingkungan Hidup sebagai Media Dakwah

Sudah dua tahun ini dirinya mendapatkan amanah sebagai pembina lingkungan hidup di SMPN 19 Surabaya. Dia bersyukur mendapatkan amanah itu, karena menjadi media dakwahnya untuk selalu menjaga bumi dan seisinya sesuai Q.S Al A’raaf 56. Dian Rahmawati, namanya. Sehari-seharinya, Dian adalah guru SMPN 19 Surabaya. Disampaikan oleh Dian Rahmawati bahwa banyak tantangan yang dialami selama ikhtiar (berusaha) melaksanakan amanah sebagai pembina lingkungan hidup di SMPN 19 Surabaya. “Tantangannya yaitu apabila mengajak kebaikan ternyata hasilnya tidak sesuai harapan. Terkadang muncul tidak sabarnya. He..he..,” kata guru kelahiran Surabaya 22 Oktober 1965. Selama menjadi pembina lingkungan hidup, dia berusaha keras melaksanakan program lingkungan […]

Siti Rahayu, Kepedulian Lingkungannya Bermula 2005

Dasarnya peduli lingkungan hidup, meski kapanpun atau dalam kepemimpinan siapapun, tetap berpartisipasi dalam lingkungan hidup. Itulah Siti Rahayu, guru PKN sekaligus pembina kader lingkungan hidup SMPN 9 Surabaya. Cintanya bisa digambarkan dalam giatnya melakukan pembinaan siswa sampai menjadi kader lingkungan dan pengolahan sampah maupun menghijaukan lingkungan. Semua berawal tahun 2005, ketika putranya mengikuti program Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2005. Bayu, nama putranya, berhasil menjadi salah satu runner up Pangeran Lingkungan Hidup 2005. Hatinya lantas tergerak untuk memulai aksi yang sama sepertinya putranya. Sambil mendampingi pelaksanaan workshop lingkungan hidup berbasis Ecopreneur di sekolahnya, Jumat (12/5), guru yang akrab disapa […]

M. Masykur HS, Kepala SMPN 11 Surabaya

Program wirausaha lingkungan hidup sekolah-sekolah Ecopreneur 2017 adalah program bagus. Mengajak siswa belajar berwirausaha. Berwirausaha yang berbasis lingkungan. Potensi sekolah bisa dimanfaatkan dengan baik dan bijak. Belajar untuk berwirausaha, bisa mempunyai skill dalam menjalankan suatu usaha. Usaha yang sudah diprogramkan bersama dijalankan dengan baik. Tunas Hijau penggagas kegiatan Ecopreneur 2017 bersama Pemerintah Kota Surabaya, serta didukung oleh PT PLN (Persero) Tbk dan Hotel Mercure Grand Mirama, memberikan pembekalan sebelum program ini dilaksanakan dengan sekolah terpilih. “Tunas Hijau memberikan pembekalan melalui workshop Ecopreneur yang kebetulan dilaksanakan di SMPN 11 Surabaya (8/3) untuk SMP. Mekanisme membentuk suatu perusahaan siswa disampaikan saat itu. […]

Sumiyati, Kepsek yang Borong Semua Produksi Kompos Green Arkensi

Produksi kompos perusahaan siswa Ecopreneur 2017 Green Arkensi SDN Tanah Kalikedinding I Surabaya ini mencapai 700 kg. Semua kompos itu diborong alias dibeli oleh sekolah. Per 5 kg dibeli dengan harga Rp. 5.000. Total Rp 840.000 dari hasil pengolahan sampah organik yang dilakukan selama sekitar 8 pekan. Ialah Kepala SDN Tanah Kalikedinding I Surabaya Sumiyati yang membeli semua produksi kompos Green Arkensi itu untuk pemupukan tanaman yang ada di sekolah. Ecopreneur ini, bagi SDN Tanah Kalikedinding I, sudah dua kali diiikuti, sehingga sedikit banyak mereka  mempunyai pengalaman. Dari bekal pengalaman inilah mereka mengetahui bagaimana sebenarnya ecopreneur itu. “Kalau melihat tantangan demi […]