Ahmad Sya’roni, Kepala SMPN 17 Surabaya

Budaya peduli lingkungan hidup harus dioptimalkan kepada warga sekolah. Bukan sekedar melalui rencana atau cerita. Motto itulah yang disampaikan oleh Kepala SMPN 17 Surabaya Ahmad Sya’roni guru, karyawan dan siswa sekolah yang dipimpinnya. Kepala sekolah yang hobi bernyanyi dan bersepeda ini berusaha melengkapi fasilitas pendukung kegiatan lingkungan hidup di sekolahnya. Diantaranya ada green house, rumah jamur, kolam ikan, hidroponik, komposter dan tempat sampah secara terpilah. Menurutnya, agar bisa mengajak warga sekolah bisa satu tujuan dalam mengembangkan kegiatan lingkungan di sekolah, perlu diberikan fasilitas pendukungnya terlebih dahulu. Syaroni pertama kali menjadi nahkoda di sekolah di Jalan Raya Tenggilis Mejoyo 1 pada […]

Nanik Irawati, Guru Perubahan Lingkungan Hidup SMPN 3 Surabaya

Sosok guru enerjik dan pantang menyerah ini mampu membawa atmosfer kegiatan lingkungan di SMPN 3 Surabaya tampak berbeda dari sebelumnya. Sejak datang pertama kali pada tahun 2007, dirinya dipercaya sebagai penanggung jawab kegiatan lingkungan di sekolah. Salah satu motivasinya kala itu adalah ingin memperkenalkan kepada warga sekolah tentang perilaku ramah lingkungan dan menerapkan perilaku bersih, sehat dan hijau di sekolah. Namun, kiprahnya kala itu masih menjadi gerakan yang minim dukungan dari warga sekolah sekolah. Minimnya dukungan tidak membuatnya patah arang. Sosok bernama lengkap Nanik Irawati ini terus berjuang mengajak warga sekolah untuk peduli terhadap lingkungan melalui berbagai cara. Salah satu […]

Dwi Murwanti, Pengawal Pengomposan Sisa Makanan Kantin SMPN 41 Surabaya

Tidak banyak sekolah yang bisa merealisasikan kantin tanpa kemasan makanan dan minuman sekali pakai. Sekolah yang bisa mengoptimalkan pengolahan sampah organik kantin jumlahnya lebih sedikit lagi. SMPN 41 Surabaya yang berlokasi di Jalan Gembong Sekolahan Surabaya bisa merealisasikannya. Ialah Dwi Murwanti, guru pembina lingkungan hidup SMPN 41 Surabaya, yang mengawal realisasi pengomposan sampah organik sisa makanan kantin setiap harinya. Ya, setiap harinya. Bukan hanya sebulan sekali. Bukan hanya sekali dalam sepekan. Tapi, setiap hari, saat hari sekolah. Setiap hari, saat kantin sekolah berjualan. “SMPN 41 Surabaya sedang dalam tahap pembangunan gedung. Hampir semua aktivitas warga sekolah terpengaruh pembangunan fisik sekolah […]

Wild Card Pantau Lapangan Calon Pangput LH 2017 yang Belum Lolos

Pemantauan lapangan perkembangan proyek lingkungan hidup calon Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017 sudah dilakukan selama dua pekan. Berbagai temuan lapangan pun didapati oleh tim pemantau lapangan Tunas Hijau. Diantara temuannya adalah masih banyaknya potensi calon Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017 yang masih belum mendapatkan kesempatan untuk lolos pada tahapan keempat ini. Berdasarkan banyaknya saran yang disampaikan oleh beberapa orang guru pembina dari beberapa sekolah dan hasil pengamatan lapangan yang dilakukan oleh Tunas Hijau. Beberapa nama calon Puteri Lingkungan Hidup yang berpotensi mendapatkan kesempatan kunjungan atau pemantauan proyek lingkungan hidup mereka di sekolah maupun rumah adalah Nayla Rizka Zakia, […]

Dian Rahmawati, Aktif Lingkungan Hidup sebagai Media Dakwah

Sudah dua tahun ini dirinya mendapatkan amanah sebagai pembina lingkungan hidup di SMPN 19 Surabaya. Dia bersyukur mendapatkan amanah itu, karena menjadi media dakwahnya untuk selalu menjaga bumi dan seisinya sesuai Q.S Al A’raaf 56. Dian Rahmawati, namanya. Sehari-seharinya, Dian adalah guru SMPN 19 Surabaya. Disampaikan oleh Dian Rahmawati bahwa banyak tantangan yang dialami selama ikhtiar (berusaha) melaksanakan amanah sebagai pembina lingkungan hidup di SMPN 19 Surabaya. “Tantangannya yaitu apabila mengajak kebaikan ternyata hasilnya tidak sesuai harapan. Terkadang muncul tidak sabarnya. He..he..,” kata guru kelahiran Surabaya 22 Oktober 1965. Selama menjadi pembina lingkungan hidup, dia berusaha keras melaksanakan program lingkungan […]

Siti Rahayu, Kepedulian Lingkungannya Bermula 2005

Dasarnya peduli lingkungan hidup, meski kapanpun atau dalam kepemimpinan siapapun, tetap berpartisipasi dalam lingkungan hidup. Itulah Siti Rahayu, guru PKN sekaligus pembina kader lingkungan hidup SMPN 9 Surabaya. Cintanya bisa digambarkan dalam giatnya melakukan pembinaan siswa sampai menjadi kader lingkungan dan pengolahan sampah maupun menghijaukan lingkungan. Semua berawal tahun 2005, ketika putranya mengikuti program Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2005. Bayu, nama putranya, berhasil menjadi salah satu runner up Pangeran Lingkungan Hidup 2005. Hatinya lantas tergerak untuk memulai aksi yang sama sepertinya putranya. Sambil mendampingi pelaksanaan workshop lingkungan hidup berbasis Ecopreneur di sekolahnya, Jumat (12/5), guru yang akrab disapa […]

Biopori dan Komposter SMPN 5 Surabaya Dioptimalkan

Tunas Hijau mengajak siswa kader lingkungan hidup SMPN 5 Surabaya untuk mengoptimalkan lubang resapan biopori yang pernah dibuat di sekolah mereka, Jumat (12/5). Pengoptimalan itu dilakukan dengan mengisi lubang-lubang resapan biopori itu dengan sampah organik yang dihasilkan sekolah. Hanya tiga lubang resapan biopori yang berhasil diisi penuh sampah organik, khususnya dedaunan. “Coba amati, dari sampah daun yang semula memenuhi satu tempat sampah besar ini ternyata hanya bisa memenuhi 3 lubang biopori kalian,” kata Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni. Zamroni lantas meminta mereka untuk tidak lagi membiarkan sampah daun sekolah dibuang ke luar sekolah atau dibakar. “Masukkan sampah daun sekolah […]

Krisis Air hingga Zero Waste Jadi Bahasan Workshop Lingkungan SMPN 9

Kegunaan air sangatlah banyak yang membuatnya menjadi elemen utama di kehidupan makhluk hidup, tidak hanya manusia. Namun kualitas dan kuantitasnya seolah tidak sebanding.  97% air asin di bumi ini, sedangkan 3% air tawar. Selain itu jumlah 3% tidak semua tersedia dengan baik, karena 95% lebih dari 3% itu berbentuk es dan berada di kutub utara dan kutub selatan. Fakta tersebut disampaikan Bram Azzaino, aktivis senior Tunas Hijau, saat Workshop Lingkungan Hidup di SMPN 9 Surabaya. Kegiatan yang bertemakan “Berbasis Ecopreneur Untuk Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Dan Peduli Lingkungan Hidup” ini diikuti sebanyak 375 siswa kelas VII. “Anak-anakku kegiatan ini akan berlangsung […]

M. Masykur HS, Kepala SMPN 11 Surabaya

Program wirausaha lingkungan hidup sekolah-sekolah Ecopreneur 2017 adalah program bagus. Mengajak siswa belajar berwirausaha. Berwirausaha yang berbasis lingkungan. Potensi sekolah bisa dimanfaatkan dengan baik dan bijak. Belajar untuk berwirausaha, bisa mempunyai skill dalam menjalankan suatu usaha. Usaha yang sudah diprogramkan bersama dijalankan dengan baik. Tunas Hijau penggagas kegiatan Ecopreneur 2017 bersama Pemerintah Kota Surabaya, serta didukung oleh PT PLN (Persero) Tbk dan Hotel Mercure Grand Mirama, memberikan pembekalan sebelum program ini dilaksanakan dengan sekolah terpilih. “Tunas Hijau memberikan pembekalan melalui workshop Ecopreneur yang kebetulan dilaksanakan di SMPN 11 Surabaya (8/3) untuk SMP. Mekanisme membentuk suatu perusahaan siswa disampaikan saat itu. […]

Sumiyati, Kepsek yang Borong Semua Produksi Kompos Green Arkensi

Produksi kompos perusahaan siswa Ecopreneur 2017 Green Arkensi SDN Tanah Kalikedinding I Surabaya ini mencapai 700 kg. Semua kompos itu diborong alias dibeli oleh sekolah. Per 5 kg dibeli dengan harga Rp. 5.000. Total Rp 840.000 dari hasil pengolahan sampah organik yang dilakukan selama sekitar 8 pekan. Ialah Kepala SDN Tanah Kalikedinding I Surabaya Sumiyati yang membeli semua produksi kompos Green Arkensi itu untuk pemupukan tanaman yang ada di sekolah. Ecopreneur ini, bagi SDN Tanah Kalikedinding I, sudah dua kali diiikuti, sehingga sedikit banyak mereka  mempunyai pengalaman. Dari bekal pengalaman inilah mereka mengetahui bagaimana sebenarnya ecopreneur itu. “Kalau melihat tantangan demi […]