|
22 Januari 2009
Hati-Hati
dengan Bahaya Plastik! Pelajari Sebelum Terlambat.

Sudah banyak orang
yang memberi peringatan, rumor, gosip bahkan artikel majalah
tentang bahaya plastik. Tetapi tetap saja hanya segelintir
orang yang menggubris, peduli atau sampai meneliti lebih
lanjut.
Plastik adalah
salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap
barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon,
plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex
(pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga
pestisida. Oleh karena itu, kita bisa hampir dipastikan
pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang
mengandung Bisphenol-A.
Salah satu barang
yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah
industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan
makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan
botol bayi.
Walaupun sekarang
sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak
mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan.
Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang
mengandung Bisphenol-A.
Plastik dipakai
karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Namun, plastik
juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga
kita. Oleh
karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman
untuk kita pakai.
Apakah arti dari simbol-simbol yang kita temui pada berbagai
produk plastik?

#1. PETE atau PET
(polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol
plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol
air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman
lainnya. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan
hanya untuk sekali pakai.
Jangan pakai untuk
air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau
terlihat baret-baret.

#2. HDPE (high
density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang
berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga
direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.

#3. V atau PVC
(polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit didaur
ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus
(cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA
yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk
ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi
berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

#4. LDPE (low
density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan
botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat
didaur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan
fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang
tidak dapat dihancurkan tetapi tetap baik untuk tempat
makanan.

#5. PP
(polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik
terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman
seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting
botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol
transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini
bila membeli barang berbahan plastik.

#6. PS
(polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan
styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan
Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam
makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan
styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf.
Selain tempat
makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap
rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini
harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah
melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam
termasuk negara China.

#7. Other
(biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan
dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa
mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam
makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon.
Hindari bahan plastik Polycarbonate.
Masih banyak
sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol
ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh
karena itu, kalau ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun
barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga
dibandingkan kesehatan keluarga kita.
Hindari penggunaan
plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas
atau pyrex sebagai gantinya.
Hindari juga
membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A
sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air
tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak
orang. |