Sebanyak 78 orang perwakilan siswa dan guru dari 26 sekolah dasar di wilayah Surabaya Selatan mengikuti workshop hidroponik di SDN Kebonsari I Surabaya, Senin (16/04). Workshop lingkungan yang digelar kali pertama pada tahun ini merupakan kelanjutan dari workshop hidroponik pada akhir Desember pada tahun lalu. Secara serentak digalakkan mulai tanggal 16 – 25 April dengan setiap harinya terdapat dua tempat berbeda lokasi penyelenggaraan workshop ini. Workshop yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya bersama Tunas Hijau nantinya menjadi kompetisi hidroponik.

Disampaikan oleh Tri Aji, Kasie Kesiswaan Dikdas Dinas Pendidikan Kota Surabaya, bahwa workshop kali ini setiap sekolah didorong untuk membuat hidroponik di sekolah, kemudian dilombakan seluruh sekolah dasar di Surabaya. “Sekolah itu bukan hanya sekedar punya, tetapi perawatan, pengelolaan semua dilakukan oleh siswa, guru hanya membina dan mendampingi saja. Kami tidak ingin siswa hanya diajak foto pas panen sayuran saja, tetapi perawatannya dilakukan penjaga sekolah,” terangnya.

Menariknya, berbeda dengan pelaksanaan workshop hidroponik tahun lalu, kali ini setiap sekolah diwajibkan membawa satu teknik hidroponik yang umumnya banyak dijual di toko tanaman yakni teknik sumbu. “Wah, istimewa sekali ya, mereka membawa bak penampung, stereofoam ada pula netpot, kain flanel, nutrisi AB Mix, rockwool dan benihnya. Jadi mereka sudah siap untuk belajar sambil praktek langsung cara memulai menanam sayur pada hidroponik dengan metode sederhana, sebelum dikenalkan pada metode NFT,” terang Bram Azzaino aktivis Tunas Hijau.

Bram Azzaino, menjelaskan salah satu cara sederhana untuk menanam sayuran dengan hidroponik yakni menggunakan sistem sumbu, akan tetapi lebih boros air dan nutrisi karena setiap satu minggu sekali harus diganti. Informasi tersebut disampaikan saat workshop hidroponik di SDN Kebonsari I

Diantara kedua puluh enam sekolah yang hadir pada workshop hari ini adalah SDN Kebonsari I, SDN Jambangan I, SDN Pagesangan I, SDN Karah I, SDN Karah III, SDN Bendul Merisi 408, SDN Jemur Wonosari I, SDN Jemur Wonosari III, SDN Margorejo I, SDN Margorejo III, SDN Sidosermo I, SDN Ngagel Rejo III, SDN Jagir dan SDN Siwalanketo I. Masih banyak lagi sekolah lain yang belum bisa disebutkan satu persatu. Sebagian besar sekolah memang sudah pernah membuat tetapi terhenti pada proses penyemaian yang gagal menjadi besar atau sehat tanaman sayurnya.

Di tempat berbeda, yakni SDN Airlangga I, mereka mengajak agar peserta yang notanene berasal dari wilayah Surabaya Pusat. Pada workshop lingkungan kali ini, Satuman, aktivis Tunas Hijau, yang menjadi narasumber di SDN Airlangga I, mengajak peserta workshop pada hari pertama agar menerapkan ketelatenan dalam merawat hidroponik. “Tidak harus langsung banyak dulu gerakannya, cukup satu media dengan menggunakan sumbu ini saja kalau bisa sampai panen sudah bagus. Baru, kalau sudah mengerti dan bisa pola penanaman hidroponiknya melangkah lagi ke tahapan lebih susah, mau itu NFT (Nutrient Film Technique) atau DFT (Deep Film Technique) atau yang lainnya,” terang Satuman.

Beragam respon menarik disampaikan oleh perwakilan peserta saat praktek pembuatan media tanam hidroponik di kedua tempat. Saat prosesnya, Kanti Rahayu, guru pembina SDN Margorejo I, mengatakan dirinya selalu gagal pada tahapan penyemaian, jadi saat setelah disemai malah tanaman sayur menjadi kutilang (Kurus Tinggi Langsing). Sementara, Sri Yuniati, kepala SDN Kebonsari I yang juga tuan rumah mengaku kesusahan sekali menanam sayuran sawi pada media hidroponik. “Wong kami ini nanam sawi saja kok ya susahnya minta ampun, makanya hari ini harapannya agar guru saya bisa mengerti, cekatan, bisa dan akhirnya panen,” ujarnya. (ryn)

Keterangan Foto : Bram Azzaino, aktivis Tunas Hijau, menjelaskan kepada peserta workshop tentang proses pembuatan media tanam hidroponik melalui teknik NFT Atau Nutrient Film Technique yang terbuat dari pipa dan mengandalkan sirkulasi air pada workshop hidroponik yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Surabaya Bersama Tunas HIjau di SDN Kebonsari I dan SDN Airlangga I, Senin (16/04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *