Penantian panjang kader lingkungan SMPN 5 untuk segera panen kompos akhirnya datang juga. Setelah berkali-kali melalui proses panjang pengelolaan, bergelut pada rutinitas pengisian sampah organik ke dalam keranjang, dua bulan berselang pasca kunjungan kali pertama Eco Mobile PJB di sekolahnya, kini mereka bersuka ria karena kali pertama pula keranjang komposter yang sudah lama vakum akhirnya bisa panen, Rabu (11/02).

Informasi tersebut disampaikan kepada Tunas Hijau saat kunjungan keempatnya yang juga langsung disambut aksi panen. Salah satu respon gembira disampaikan oleh Nur Abidah Ardelia, siswa kelas 8 yang mengatakan proses pengomposan keranjang ini mempunyai cerita menarik saat anak-anak mulai kendor semangatnya untuk mengisi. “Jadi kak, dulu kami pernah kendor semangatnya untuk mengisi yang awal dulu adalah dua hari sekali jadwalnya, tetapi saat semangat mereka kendor karena faktor-faktor lain ya bisa jadi satu minggu sekali atau bahkan dua minggu  sekali,” ujarnya.

Tim produksi perusahaan siswa SMPN 5 sedang memanen kompos sekaligus melakukan pengemasan kompos hasil keranjang komposter untuk dijual kepada guru-guru yang sudah memesannya. Informasi tersebut disampaikan saat kunjungan Eco Mobile PJB di sekolah, Rabu (11/04)

Dari 5 keranjang komposter yang diolah dua diantaranya sudah siap panen, dengan menggunakan wadah plastik. Perusahaan siswa sekolah yang berlokasi di Jalan Rajawali Nomor 57 hanya memanen dua keranjang komposter saja. Alvara Nur, siswa yang tergabung dalam proses produksi, mengatakan hari ini sudah ada beberapa bapak ibu guru memesan kompos dari komposter. Jadi ya kami harus memanennya dulu kak,” ujar Alva, siswa kelas 5.

Tidak hanya produksi kompos saja, mereka juga mempunyai beberapa produk unggulan lain yakni teh dari daun tin dan beragam aksesoris daur ulang dari botol plastik maupun kertas. Daun buah Tin yang tidak semua sekolah mempunyai, menjadikannya jadi produk ikon atau unggulan. “Kami memang menjadikan buah tin ini sebagai ikon sekolah, jadi kalaupun ada produk yang kami jual pastinya teh daun tin yang paling laris. Karena selain enak, lebih menyehatkan pula,” ujar Ainur Rohma, siswa kelas 7.

Disinggung mengenai perkembangan program Eco Mobile PJB di sekolah, puluhan kader LH yang berkumpul berencana untuk menggelar aksi peringatan hari Kartini sekaligus hari Bumi yang diperingati pada tanggal 22 April. “Biasanya sih ada bazar penjualan produk unggulan Ecopreneur kepada warga sekolah dan dilanjut dengan penjualan produk di stand yang terletak di dekat sekolah. Menariknya, pada bazar atau penjualan produk, yang menjadi primadona hingga pasca membeli satu di luar sekolah, faktor lingkungan atau tempat membuat proses pemasaran dan penjualan ke pengunjung atau konsumen menjadi abu-abu,” ujar Azizatun Nissa, siswa kelas 7. (ryn)

Keterangan Foto : Perusahaan siswa SMPN 5 foto bersama di Eco Mobile PJB dengan menunjukkan produk unggulan mereka yakni teh dari daun buah Tin yang juga menjadi produk primadona warga sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *