Membakar sampah daun kering dan sampah non organik menjadi kebiasaan masyarakat Desa Poter, Kecamatan Tanahmerah, Kabupaten Bangkalan, Madura. Kebiasaan ini juga selalu dilakukan SDN Poter 1 Tanahmerah, Kabupaten Bangkalan sebelumnya.

Kebiasaan membakar sampah, khususnya sampah organik itu, tidak lagi mereka lakukan pasca dilaksanakannya sosialisasi lingkungan hidup pada Sabtu (5/8/2017) yang dilakukan Tunas Hijau bersama mobile edukasi lingkungan hidup keliling Eco Mobile PJB dan Kwarda Pramuka Jatim.

Sosialisasi lingkungan hidup kali pertama itu menitikberatkan pada aksi berkelanjutan pembuatan lubang resapan biopori. “Pada aksi biopori pertama itu, alat kami pinjam dari Tunas Hijau. Pasca aksi kami juga secara swadaya membeli 2 bor biopori untuk digunakan di sekolah,” kata Aan Hari Wibowo, guru SDN Poter 1 dan pembina Pramuka gugusdepan pangkalan sekolah ini.

Aan menjelaskan bahwa setiap akhir pekan, sebelum atau selesai latihan Pramuka, anak-anak melakukan aksi biopori. “Setiap lubang selesai dibuat, sampah organik langsung diisikan penuh ke dalam lubang resapan tersebut. Kami juga mengajak anak-anak untuk melakukan aksi serupa di sekitar rumahnya,” terang Aan.

Pembinaan lingkungan hidup bersama Tunas Hijau, Kwarda Jatim dan mobil edukasi lingkungan hidup

Setelah beberapa pekan aksi pembuatan lubang resapan biopori ini dilakukan, masyarakat jadi tahu dampaknya. “Kami juga melakukan grebek pasar tradisional dan mengumpulkan sampah organik pasar untuk diisikan ke biopori. Masyarakat sekitar jadi lebih mengetahui bahwa lubang resapan biopori bermanfaat untuk mencegah banjir dan mengolah sampah organik,” tambah Suyati, kepala SDN Poter 1 Tanahmerah.

Kini, aktivitas masyarakat membakar sampah organik, khususnya sampah daun di desa dimana sekolah itu berada, sudah jarang ditemui. Pemandangannya berubah menjadi tumpukan sampah daun yang dikumpulkan masyarakat di sekitar sekolah. Tumpukan sampah itu menunggu giliran dimasukkan ke dalam lubang resapan biopori.

Sudah sekitar 1000 lubang resapan biopori dengan kedalaman 1 meter dan diameter 12 cm yang berhasil dibuat SDN Poter 1 Tanahmerah hingga akhir tahun 2017. Pada awal Desember 2017, mereka bahkan mendapat penghargaan khusus dari Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jatim Saifullah Yusuf atas keberhasilan membuat lebih dari 500 lubang resapan biopori. (ron)

Keterangan foto utama: Aksi pembuatan lubang resapan biopori di SDN Poter 1 Tanahmerah, Bangkalan. Genangan air cepat surut setelah banyaknya biopori di sekolah ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *