SDIT Al Uswah Kumpulkan 50 Kg Sampah Kertas Seminggu Dan Siap Adopsi Kampung Biopori

Produk unggulan paling banyak diminati oleh pelanggan perusahaan siswa SDIT Al Uswah adalah sirup blimbing wuluh. Pelanggan tetapnya sudah mencapai 200 orang yang terdiri warga sekitar, walimurid hingga masyarakat sekitar sekolah. Informasi tersebut disampaikan kepada Tunas Hijau saat menggelar kunjungan dan monitoring program ecopreneur di sekolahnya, Kamis (05/04) bersama dengan mobil edukasi lingkungan hidup keliling atau kerap disebut Eco Mobile PJB. Sekolah islam yang berlokasi di Kejawan Gebang ini getol sekali merealisasikan setiap tantangan program wirausaha berbasis lingkungan dengan cepat. Salah satunya adalah tantangan membuat aturan pemilahan sampah khusus kertas. Menurut Mizwan, guru penanggung jawab lingkungan, di depan kelas sudah […]

SMPN 19 Adopsi Biopori Sekaligus Jualan Produk Unggulan di Kampung Deles

Demi merealisasikan tantangan ketiga program Ecopreneur yakni melakukan adopsi kampung biopori, puluhan orang siswa anggota perusahaan siswa SMPN 19 rela berjalan kaki menempuh jarak 300 meter menuju kampung Deles. Perjuangan merekapun berimbang dengan semangat yang tinggi, hal ini dikarenakan sambil berjalan mereka membawa serta alat bor biopori menuju kampung yang dipinggir kali atau sungai ini. Informasi tersebut didapatkan oleh Tunas Hijau saat mengikuti kegiatan sosialisasi dan pembuatan lubang resapan biopori di beberapa titik kampung, salah satunya kampung Deles gang buntu, Kamis (05/04).Menurut Dian Rahmawati, guru penanggung jawab lingkungan hidup, dipilihnya kampung Deles karena lokasinya yang terdekat dengan sekolah. “Selain itu, […]

Kurangi Pencemaran Lingkungan, Arjulan Adakan Aksi pengumpulan Puluhan Liter Minyak Jelantah

Aksi pengumpulan minyak goreng bekas atau jelantah masih terus bergulir seperti aksi yang dilakukan SDN Ujung IX Surabaya, Kamis (5/4). Ratusan warga sekolah berbondong – bondong membawa jelantah dari rumah dikumpulkan di sekolah. Dikoordinasi oleh Muhammad Fuad, salah satu pembina Kader lingkungan seluruh siswa, guru dan kepala sekolah ikut berpartisipasi. Sedikitya sudah terkumpul 50 liter jelantah, namun akan terus bertambah menunggu siswa yang masuk siang hari. Puluhan liter minyak jelantah dikumpulkan akan dijual ke Bank Sampah Induk Surabaya yang selanjutnya bisa diolah menjadi biosolar. Menurut guru agama kelas II dan III yang disapa “Pak Fu”, harga seliternya dihargai sebesar Rp. […]