Tanaman suweg milik SMPN 1 bukan hanya sekedar tanaman ikonik sekolah saja, lebih dari itu tanaman yang termasuk di dalam keluarga umbi-umbian ini ternyata dimanfaatkan pada pembelajaran prakarya. Bertajuk Cooking Class, praktek prakarya mengolah umbi-umbian menjadi produk makanan yang enak dilakukan oleh siswa kelas 8. Berbagai umbi-umbian yang diolah diantaranya adalah ubi jalar dan suweg.

Informasi tersebut didapati saat Tunas Hijau menggelar kunjungan dan monitoring program perkembangan Ecopreneur di sekolahnya bersama Eco Mobile PJB, Rabu (04/04). Disampaikan oleh Sri Mulyani, guru penanggung jawab lingkungan hidup mengatakan kegiatan memasak itu menjadi bagian dari persiapan produk sekolah yang menggunakan bahan baku ubi jalar dan suweg. “Makanan terbaik akan dijadikan rekomendasi menjadi produk perusahaan siswa anak-anak, kemudian diproduksi dan dijual kepada anak-anak,” ujar Sri Mulyani.

Tidak hanya rencana produk olahan makanan, produk olahan minuman yang lebih dulu diproduksi dan dijual menjadi kekuatan mereka dalam menjalankan program wirausaha lingkungan hidup ini. Produk olahan minuman tersebut adalah SEMAR (Serut Markisa) dan PUMAR (Puding Markisa), kedua produk ini yang laris diminati warga sekolah saat mereka menggelar bazar di dalam sekolah. Fadhil Rahmatullah, salah seorang siswa kelas 8, mengatakan SEMAR atau serut markisa menjadi yang paling laris karena menyerupai es krim.

Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau yang juga operator Eco Mobile PJB memberi saran kepada perusahaan siswa SMPN 1 untuk mempercantik tampilan produk prototype dari pengolahan sampah kertas agar lebih menarik minat pelanggan untuk membelinya

Mendengar tantangan ketiga Ecopreneur tentang sampah kertas, tim produksi produk sudah menyiapkan produk prototype dengan memanfaatkan sampah kertas yang ada di kelas-kelas untuk diubah menjadi produk daur ulang seperti mangkuk untuk tempat buah-buahan atau ATK. Nazwa Almaas, kepala tim produksi mengatakan pasca melihat tantangan sudah muncul di website, dirinya  memiliki ide untuk  membuat kreasi tersebut. Produk tersebut masih dalam tahapan menarik minat konsumen yakni warga sekolah.

“Agar tampilan prototype produk dari kertas ini lebih layak jual, kami akan menambahkan pewarnaan untuk menarik minat pelanggan. Selama ini, pelanggan kami adalah teman-teman terdekat dan siswa kelas 7 beserta guru-guru. Jadi kalau respon mereka mendukung kami untuk memproduksi banyak produk olahan kertas tersebut ya kami lanjutkan,” ujar Nazwa, siswa kelas 8. Aktivitas produksi mereka terkendala adanya proyek pembangunan gedung baru di depan sekolah.

Pembangunan gedung ini berdampak pada hilangnya beberapa media pengomposan yang ada di depan sekolah seperti tong komposter. Nathania, salah seorang tim pemasaran, mengatakan dua minggu sebelumnya, mereka melakukan aksi grebek pasar di hari sabtu. “Pas senin masuk sekolah, kami sudah melihat tong komposternya hilang kak, jadinya sampah hasil grebek pasar kami tampung di dua tong komposter yang tersisa,” ujar Nathania, siswa kelas 8. Hal yang sama terjadi pada keranjang komposter mereka yang sebelumnya berjumlah 7 kini tinggal 3 buah saja. (ryn)

Keterangan Foto :Cooking Class menjadi tajuk kegiatan memasak yang dilakukan oleh perusahaan siswa SMPN 1 melalui pembelajaran prakarya dengan mengolah potensi sekolah berupa ubi jalar dan suweg menjadi menu makanan yang enak sebagai cikal bakal produk mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *