kain percah tak bernilai tinggi disulap kader lingkungan SDN Babatan IV menjadi keset yang layak jual, Rabu (4/4). Menurut SQUBA 4 atau Squad Babatan 4 sebutan lain dari kader lingkungan SDN Babatan IV memperoleh bahan kain percah dari kampung sekitar sekolah. Satu buah keset dihargai Rp. 10.000,00. “Bila beli 3 buah keset harga istimewa yaitu Rp. 8.500,” sahut Afiq Hakim  Mujtahidin, salah satu pembina tim SQUBA 4 Company.

Puluhan keset sudah terbuat dan sudah terjual, mayoritas pembelinya merupakan walimurid sendiri. Sebagian keset juga disumbangkan ke Koramil Wiyung, harapannya keset tersebut bisa menginspirasi untuk dapat memanfaatkan barang-barang tidak terpakai menjadi karya yang bernilai tinggi. “Dari momen Ecopreneur 2018, anak-anak sudah mendapatkan laba sedikitnya Rp. 130.000,00. Kesusahannya mengatur jadwal untuk produksi. Karena minimal satu karya dibuat dari 1 tim yang terdiri dari 3 siswa. Belum lagi terbentur oleh pembelajaran rutin di sekolah,” ujar pembina kader lingkungan yang juga menjadi guru PJOK (Pendidikan Jasmani,Olahraga dan Kesehatan).

Selain keset dari kain percah, kader lingkungan sering menggelar bazar seminggu sekali. Produk Ecopreneur meliputi jelly okra, minuman asli rempah, nuget okra, jajanan sehat seperti burger selada air, sayur mentah dari hidroponik dan mainan anak-anak bekas serta mainan daur ulang dari kertas dan botol. Menurut koordinator Ecopreneur, Revalinda Putri Ningsih, siswa kelas V D, sampai saat laba sudah terkumpul Rp. 1.064.500,00.

Salah produk Ecopreneur yang paling disukai siswa SDN Bubutan IV adalah nuget okra. Nuget okra merupakan karya asli buatan  Eka Arista Susilowati, guru kelas VD. “Alasannya karena banyak makanan instan di sekitar anak-anak yang tidak ramah untuk kesehatan sehingga kami membuat nuget yang mayoritas banyak disukai anak-anak namun kami kreasikan dengan sayuran okra,” tutur guru yang akrab “Bu Eka”.

Rencana kedepan SQUBA-4 akan merealisasikan kantin sehat, bersih dan ramah lingkungan. “Tidak hanya Ecopreneur atau rencana realisasi kantin sehat dan ramah lingkungan, tapi secara keseluruhan begitu juga Adiwiyata. Kami akan memaksimalkan menjadi sekolah yang berprestasi di bidang lingkungan hidup agar lebih maju dan tertata kembali,” terang Wiwik Parwanti, Kepala SDN Babatan IV Surabaya. Intinya seluruh elemen atau bagian dari SDN Babatan IV harus terlibat aktif.(One)

One thought on “Jadi Wirausahawan Sukses Dari Pemanfaatan Limbah Sekitar Sekolah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *