Mobil edukasi lingkungan hidup keliling atau akrab disebut Eco Mobile PJB meramaikan kampung Tambak Wedi, Minggu sore (01/04). Minggu sore yang sejatinya merupakan waktu bermain untuk anak-anak berubah menjadi bermanfaat karena kehadiran mobil yang memiliki panel surya diatap ini. Pasalnya, melalui bermain pula, mereka diajak untuk mengenal permasalahan lingkungan yang ada di sekitarnya.

Media edukasi seperti ular tangga lingkungan menjadi permainan yang paling banyak dimainkan oleh puluhan anak-anak kampung Tambak Wedi RT 17 RW 01. Ular tangga bertemakan sampah ini secara bergantian dimainkan berkelompok. Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau sekaligus operator Eco Mobile PJB menjelaskan aturan main permainan ular tangga ini bahwa setiap kotak yang berisikan informasi harus dibaca dan pemain yang mencapai angka 100 terlebih dulu mendapat hadiah.

“Kenapa informasinya harus dibaca, karena informasi itu adalah tentang fakta lingkungan, apa saja yang kalian butuhkan untuk belajar tentang sampah,” ujar Anggriyan. Mini theatre Eco Mobile PJB pun menjadi media pembelajaran dan hiburan bagi mereka melalui pemutaran film-film lingkungan. Film lingkungan berjudul “The Lorax” mampu membuat mereka tertawa sambal mencerna maksud dari percakapan Bahasa inggris yang dituturkan tokoh animasi The Lorax ini.

Film keluaran tahun 2012 yang menceritakan tentang udara dan pohon ini mampu membuat mereka memetik satu pembelajaran bahwa menebang pohon itu bisa menambah polusi dari gas karbon dioksida. Seperti yang disampaikan oleh Nadia Salsabillah, salah seorang anak berusia 6 tahun ini sampai tertawa mengikuti cerita film hanya berdasarkan visual, dirinya tidak mengerti percakapannya. “Ngeri kak, di film itu ad abos yang jualan udara, kalau kita kan tinggal hirup aja,” ujar Billah, sapaan akrabnya.

Waktu bermain merekapun menjadi sangat produktif saat Bram Azzaino, aktivis senior Tunas Hijau mengajak mereka untuk membaca buku lingkungan yang ada di perpustakaan lingkungan. Menurutnya, minat baca anak-anak sekarang sudah menurun dikarenakan hadirnya game online melalui handphone. “Permasalahan ini yang membuat kami dalam setiap kunjungan ke tempat manapun mewajibkan anak-anak atau peserta kegiatan untuk membaca buku minimal 30 menit, ya untuk mendukung program literasi pemerintah Kota Surabaya juga,” jelas Bram.

Diakhir kunjungan Eco Mobile PJB, Sumini, ketua RT yang juga sebagai penggiat lingkungan di kampung berharap bisa berkelanjutan mendapat kunjungan dari Tunas Hijau dan Eco Mobile PJB. “Ya saya senang dengan kunjungan Eco Mobile PJB ini ke kampung, terlebih sebelumnya juga sebagai guru lingkungan di sekolah sebelum pension saya sudah kenal. Ya target saya, mengajak anak-anak di kampung ini untuk peduli kebersihan kampung itu saja,” ujar Sumini. (ryn)

Keterangan Foto : Anak-anak kampung Tambak Wedi RT 17 RW 01 asyik bermain ular tangga lingkungan sebagai salah satu media edukasi tentang sampah saat kunjungan mobil edukasi lingkungan hidup keliling Eco Mobile PJB di kampungnya, Minggu sore (01/04).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *