Puluhan ibu rumah tangga desa Sidojangkung ramai-ramai berkunjung ke posyandu  pos 3 manggis. Semangat ini karena ada acara tambahan sosialisasi cinta dan peduli lingkungan bersama Eco Mobile PJB kepada anggota posyandu RT. 8, RT. 9 dan RT. 10 Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Berbagai hadiah mengundang banyak warga tidak hanya anggota posyandu antaranya alat-alat kebersihan, tempat sampah, stiker poster lingkungan hidup dan tas belanja ramah lingkungan, Sabtu (10/3).

Acara yang digelar Tujuannya mengedukasi anak-anak dan ibu rumah tangga mengenai pelestarian lingkungan. Mulai dari pengolahan sampah organik dengan memanfaatkan lubang resapan biopori, pemanfaatan sampah plastik dan sampah kertas. Menurut Lila, Fasililator Kelurahan Menganti lokasi Desa Sidojangkung RT. 9 memang pengolahan sampahnya masih kurang sehingga perlu dukungan dan edukasi dari berbagai pihak seperti acara yang diadakan kelompok 32 KKN Unesa yang bekerjasama dengan Tunas Hijau.

Tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi tersebut adalah pembuatan lubang resapan biopori secara bergantian tiap RT. Disamping itu KKN Unesa bersistem gelombang, terdapat 4 kelompok dan tiap kelompok terdiri dari 18 sampai 21 mahasiswa. “Setiap kelompok KKN memiliki peran serta yang berbeda. Seperti kelompok kami yang lebih banyak memberikan edukasi untuk memberikan pemikiran yang lebih baik demi meningkat kesadaran terhadap lingkungan hidup,” terang Nafi’ maula ramdhani, jurusan Pendidikan seni rupa.

Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) menjadi fokus utama kelompok 32 KKN Universitas Negeri Surabaya. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan bersama berwarga desa Sidojangkung antaranya mengadakan bimbingan belajar untuk anak-anak, kerja bakti, membantu membagikan sembako ke warga bersama perangkat desa serta memberikan berbagai pelatihan praktis seperti tari, nyanyi  dan menggambar.

“Tujuan utama melestarikan lingkungan agar tidak jadi kumuh. Selain itu kami itu kelompok KKN pertama sehingga lebih banyak menggali informasi kondisi lingkungan desa SIdojangkung. Meski beban program untuk meningkatkan kepedulian warga terhadap sampah,” ujar Aquita Valentina Putri, Jurusan Pendidikan Sendratasik Unesa. Warga desa Sidojangkung mempunyai kebiasaan yang buruk seperti membakar sampah, nimbun sampah atau membuang sampa dipekarangan dan selokan atau di pedestriannya banyak sampah seperti kemasan makanan dan plastik es beserta sedotan.

Menurut Satuman, aktivis senior Tunas Hijau, sampah harus menjadi barokah bukan bencana. “Karena setiap sampah menyimpan potensi. Sebagai individu yang baik, kita bisa dengan mudah mengolah seperti berbelanja ke pasar, swalayan atau toko tidak perlu meminta plastik, bisa dibiasakan dengan membawa tas belanja kain yang lebih ramah lingkungan,” terang aktivis yang gemar berolahraga bulu tangkis. (One)

Keterangan Foto : Kelompok 32 KKN Unesa mengedukasi puluhan warga Desa Sidojangkung tentang pengolahan sampah organik dengan memanfaatkan lubang resapan biopori.

2 thoughts on “Eco Mobile PJB Ajak Warga Desa Sidojangkung Ngebor Biopori

  1. Sekarang KKN mahasiswa pun juga terlibat langsung dengan aksi lingkungan. Jadi tidak hanya yang terkait dengan disiplin ilmu yang mereka dapat di bangku kuliah. Namun aplikasi pembentukan karakter peduli lingkungan juga dimasukkan dalam program KKN Zaman Now.
    Heem, mantap jadinya. Beda dengan KKN zaman old.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *