Tantangan pertama Ecopreneur 2018 tampaknya mampu membuat sekolah peserta program wirausaha lingkungan hidup lebih aktf berkegiatan lingkungan. Hal ini seperti yang dilakukan oleh SDN Sememi I. Perusahaan siswa sekolah yang berada di wilayah Sememi, Surabaya Barat ini memanfaatkan momen Jumat bersih untuk mengajak seluruh anggota perusahaan dan warga sekolah untuk memenuhi media pengomposan yang dimiliki sekolah, Jumat (09/03).

Mulai dari keranjang komposter hingga tong komposter menjadi target kegiatan pagi itu, bahkan beberapa perwakilan siswa mengumpulkan sampah organik yang berasal dari pedagang makanan dan sayuran di luar sekolah. Disampaikan oleh Endah, salah seorang guru penanggung jawab lingkungan mengatakan banyaknya tanaman dan pohon di sekolah membawa keuntungan tersendiri karena siswanya tidak perlu susah-susah mengumpulakn sampah dedaunan.

“Tiga tong komposter dan 3 keranjang komposter yang dimiliki sekolahpun langsung terisi sampah organik dalam waktu satu jam. Setelah terisi, saya mengajak anak-anak untuk memberi air bekas cucian beras atau air leri untuk mempercepat proses pengomposannya,” ujar Endah. Kegiatan lain yang dilakukan diluar realisasi tantangan adalah mengajak tim produksi untuk pembibitan tanaman TOGA seperti jahe dan kunyit di taman TOGA.

Rencananya, pembibitan jahe dan kunyit untuk persiapan produksi produk unggulan yakni olahan minuman sinom dan permen jahe. Safira Putri, salah seorang siswa kelas 5, mengatakan dua produk yang akan dibuat tersebut merupakan produk unggulan yang paling digemari oleh warga sekolah. “Sebelum melakukan pembibitan, kami terlebih dulu sudah memanen tanaman jahe dan kunyit agar bisa segera diolah,” ucap Safira, yang termasuk anggota tim produksi.

Sementara itu, tidak hanya panen tanaman TOGA, sayuran sawi dan selada yang ada di media hidroponikpun ikut dipanen. Setelah panen sayuran di hidroponik, Widodo, guru pembina lingkungan juga mengajak tim produksi untuk melakukan penyemaian sayuran sawi dan selada yang nantinya diisikan kembali ke media hidroponik dari pipa ini. “Sayuran sawi dan selada yang sudah dipanen ini akan diolah untuk menjadi produk makanan sehat yang terbatas, karena jumlah sayuran yang terbatas pula,” terang Widodo.

Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau, menyarankan kepada tim pemasaran pada perusahaan siswa membuat media promosi untuk menjual produknya. “Pembuatan media promosinya harus menunggu produk ecopreneur yang kalian buat sudah jadi. Selama belum jadi, kalian bisa menyiapkan materinya, mulai dari menentukan harga. Kalian bisa membuat media promosi seperti poster yang akan diunggah ke media sosial, brosur untuk dibagikan dan mading untuk memperkuat informasi mengenai produk kalian,” pungkasnya. (ryn)

Keterangan Foto : Tim Produksi Perusahaan Siswa SDN Sememi I menyiapkan pembibitan tanaman TOGA di Taman TOGA dan melakukan pemenuhan media pengomposan sebagai upaya realisasi tantangan Ecopreneur periode pertama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *