Ribuan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya secara bergelombang melakukan Kuliah Kerja Nyata di berbagai daerah, salah satunya di Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Kelompok 52 KKN UNESA yang terjon di lokasi tersebut melakukan program Pos Daya. Program tersebut bertujuan meningkat Pendidikan, perekonomian, agama, seni, budaya dan lingkungan. Seperti acara penyuluhan peduli sampah kepada ibu-ibu PKK Desa Baureno yang bekerjasama dengan Tunas Hijau, Jumat (9/3).

Belasan ibu-ibu perwakilan dari  Dusun Kletek, Jatiombo dan Klanjan menghadiri acara yang berlangsung di Balai Desa Baureno. Pemaparan hidroponik, pemanfaatan sampah plastik, daur ulang kertas dan Eco Mobile PJB menjadi diskusi hangat saat itu. “Ibu-ibu bisa memanfaatkan sampah plastik apapun yang ada di sekitar kita untuk dimanfaat menjadi benda yang bernilai. Seperti tas daur ulang ini dan tempat pensil yang dibuat mahasiswa UNESA dari botol bekas,” terang Satuman, aktivis senior Tunas Hijau.

Badrudin Kurniawan, dosen pembimbing lapangan Universitas Negeri Surabaya menjelaskan bahwa sampah bisa menjadi berkah jika kita peduli dan mau mengolah. “Salah satunya bank sampah. Fungsi bank sampah adalah menambung sampah. JIka selama ini ibu-ibu mungkin menambung dengan uang sekarang bisa dengan sampah,” ujar pria kelahiran Kabupaten Jombang. Memaksimalkan potensi dan permasalahan lingkungan bisa meningkatkan perekonomian keluarga.

Selain penyuluhan peduli sampah, beberapa aksi sudah dilakukan antaranya pelatihan membuat batik celup, pelatihan tari kreasi, pelatihan pemanfaatan plastik, bimbangan belajar setiap harinya, posyandu, beauty class dan TPQ. Ketua kelompok 52 KKN UNESA, Abiyan Hamam Faradish. Mahasiswa jurusan Teknik mesin berharap dari program KKN bisa meningkatkan taraf ekonomi, merangkul remaja dan pemuda yang tergabung di Karang Taruna untuk berpartisipasi membangun, diajak cerdas susah

Disamping program KKN, mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 52 melakukan aksi spontanitas membantu warga melakukan aktifitas harian seperti panen, bertani dan menjemur hasil tani. “Ini merupakan salah satu cara pendekatan dan bisa membaur dengan masyarakat setempat,” ujar Nuzuliya Rohma Qurrota Ag’yun, sekretaris kelompok 52. Menurut mahasiswi yang akrab disapa “Ayun”, desa Baureno memiliki akses jalan yang bagus, namun memiliki sedikit kekurangan yaitu kurangnya tenaga pengajaran di sekolah sehingga edukasinya masih kurang.

Pemberdayaan masyarakat merupakan modal utama dalam pembangunan daerah. “Jika peran serta pemuda sangat rendah dalam pemberdayaan masyarakat maka suatu bisa menjadi daerah tertinggal. Edukasi rendah faktor  atau tanda kurangnya partisipasi pemuda,” terang Satuman, Koordinator Eco Mobile PJB. Karang Taruna bisa menjadi kunci menggerakkan roda pembangunan daerah, oleh karena itu mahasiswa Universitas Negeri Surabaya berusaha untuk mengajak mereka untuk terlibat. (one)

Keterangan Foto : PKK Desa Baureno Kecamatan Jatiombo Kabupaten Mojokerto belajar memanfaatkan sampah antara lain daur ulang kertas, pemanfaatan sampah plastik jadi tas dan mendirikan bank sampah di Desa Baureno.

One thought on “Bareng Eco Mobile PJB, Kelompok 52 KKN Unesa Sosialisasi Sampah Untuk PKK Desa Baureno Mojokerto

  1. smp shafta tidak hanya sekali saja dalam mengikuyi acara yang diadakan oleh tunas hijau, tahun lalu smp shafta rutin mengikuti lomba zero west eco green. Dengan mengikuti lomba tersebut siswa dan siswi smp shafta mengelolah sampah menjadi barang yang bisa digunakan untuk dijadikan barang yang bisa menguntungkan bagi lingkungan dan siswa siswa, biasa nya siswa siswi mengolah sampah untuk dijadikan baju, tas dan lain lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *