Puluhan kader lingkungan hidup Green Five Warior Company berpartisipasi panen sawi dari hidroponik sistem NFT, nama lainnya Nutrient Film Technique, Selasa (6/3). Nanik Partiyah selaku Kepala SMPN 5 Surabaya  beserta jajarannya ikut meramaikan suasana panen meski matahari tengah terik. Rencananya hasil panen tersebut sebagian akan dibagika ke Tim Juri Adipura dan sebagian lagi dibuat produk Ecopreneur yaitu minuman Wijosupe atau jus Sawi Ijo Susu Tape.

Budidaya tanaman sawi di sekolah yang berada di jalan Rajawali sudah ada sejak awal bulan februari. Banyak kader lingkungan yang sudah nyidam untuk dipanen sejak awal-awal bulan Maret. “Panen sendiri itu seru dan apalagi sayur yang dipanen lebih sehat karena selama perawatan menggunakan nutrisi yang organik,” terang Kiromaini Tatalina, kader lingkungan. Siswi yang akrab disapa Nina menambahkan setiap produk Wijosupe di pasarkan dengan harga antara Rp. 2.000 sampai dengan Rp. 5.000. Macam-macam olahan sawi yang dibuat SMPN 5 yaitu diolah menjadi es jus dan es krim tidak berkemasan plastik.

Rencana dari Nanik Partiyah, Kepala SMPN 5 Surabaya tak hanya tentang hidroponik lainnya seperti membuat  ingin mengembangkan budidaya dan olahan jamur tiram, olahan dari tanaman buah tin dan kertas daur ulang akan segera direalisasikan. “Saya ingin tempat yang sekarang masih dimanfaatkan untuk gudang nanti di renovasi menjadi rumah jamur. Tempat membudidayakan jamur tiram sekaligus menjadi salah satu menjadi edukasi,” imbuhnya.

Banyak aksi yang dilakukan warga SMPN 5 mulai dari berpartisipasi pada program Ecopreneur, konservasi hutan mangrove Pamurbaya dan Adiwiyata. Menurut Siti Nur Hasanah, pembina kader lingkungan dan komisaris Green Five Warior Company, satu lagi aksinya yaitu grebek pasar di Pasar Krembangan. Grebek pasar merupakan realisasi dari tantangan pertama tentang pemenuhan komposter, sehingga setiap waktu longgar, guru yang akrab disapa “Bu Nur” mengajak kader lingkungan untuk grebek pasar.

Program Ecopreneur 2018 memiliki ketentuan pembuatan produk wajib yaitu pemanfaatan sampah. Seperti mengolah sampah organik jadi kompos dan sampah plastik untuk dijadikan tas, dompet dan aksesoris wanita lainnya. “Setiap sekolah, khususnya SMPN 5 Surabaya jangan lupa untuk mengembangkan produk pemanfaatan sampah. Disamping kewajiban peserta Ecopreneur 2018, aksi tersebut dapat mengurangi volume sampah yang ada,” terang Satuman, aktivis Tunas Hijau yang berpartisipasi sejak tahun 2006. (One)

Keterangan Foto : HORE PANEN! Seluruh kader lingkungan dan Kepala SMPN 5 menunjukan mimik wajah sangat ceria sekali ketika panen sayuran sawi bersama di hidroponik NFT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *