Puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional baru akan diselenggarakan pada Sabtu, 24 Februari melalui aksi Bersih-Bersih Pantai di Bawah Jembatan Suramadu. Tetapi, hegemoni peringatan Hari Peduli Sampah Nasional sudah menyebar hingga sekolah-sekolah. Selasa pagi, (20/02) sebanyak lebih dari 200 orang siswa dan guru Sekolah Dasar juga SMP menggelar kegiatan bertajuk Grebek Pasar. Bertempat di Pasar Kembang Surabaya, gerakan yang dijadikan sebagai trigger atau pemicu aksi nyata lainnya ini diikuti oleh 2 Sekolah Dasar dan 7 SMP Negeri.

Sekolah peserta grebek pasar tersebut adalah SDN Kaliasin I, SDN Kaliasin VII, SMPN 3, SMPN 6, SMPN 9, SMPN 11, SMPN 28, SMPN 40 dan SMPN 41. Kegiatan yang sudah menjadi trademark setiap kegiatan yang dilakukan oleh Tunas Hijau ini mengajak mereka untuk tidak sekedar datang ke pasar tradisonal, mengumpulkan sampah organik lalu dibawa kembali ke sekolahnya untuk di olah menjadi kompos. Lebih jauh lagi, disampaikan oleh Mochamad Zamroni, aktivis senior sekaligus Presiden Tunas Hijau, bahwa pedagang di pasar juga perlu diberikan edukasi tentang lingkungan.

“Kalau hanya sekedar mengumpulkan sampah organik saja, lalu diolah di sekolah tidak akan mendapat sensasinya. Sama dengan bila melakukan grebek pasar sendiri, makanya grebek pasar bersama ini ada tambahannya sosialisasi atau kampanye lingkungan kepada pedagang dan pembeli tentang pengurangan kemasan kantong plastik sekali pakai,” jelas Zamroni. Menariknya, beragam seruan lingkungan yang menjadi pesan-pesan pada kampanye lingkungan dibuat sendiri oleh masing-masing sekolah dengan menggunakan beragam media, mulai poster, kalimat ajakan, himbauan dan slogan.

Kader Lingkungan SMPN 6 yang baru kali pertama mengikuti kegiatan lingkungan sangat antusias mensosialisasikan kurangi kantong kresek sekali pakai karena plastik tidak bisa hancur selama lebih dari 1000 tahun lamanya. Mengajak mereka beralih menggunakan tas yang berulang kali pakai dari bahan kain ataupun lainnya. Beragam media kampanye lingkungan yang dilakukan adalah poster, himbauan, slogan dan pantun lingkungan di hadapan pasar Kembang saat aksi grebek pasar dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2018

Dengan bekal karung glangsing yang sudah dibawa, kesembilan sekolah berpencar untuk mengumpulkan sampah organik, membersihkan sampah anorganik khususnya sampah kemasan kantong plastik sekali pakai. Rizaldy, ketua OSIS SMPN 11 mengatakan dirinya bersama tim lingkungan hidup sekolahnya sudah datang sejak pagi bersama dengan kader LH SMPN 40 yang biasa disebut Si Cilung. “Kami langsung saja mengumpulkan sampah organik yang sebagian besar merupakan sampah sayuran tanpa menunggu sekolah-sekolah lainnya karena takut keburu diambil tukang sampah,” ucap RIzaldy, siswa kelas 8.

Sementara itu, Raffi Pramana, ketua kader lingkungan SMPN 6 mengaku baru kali pertama ini mengikuti kegiatan lingkungan seperti grebek pasar, meskipun di sekolah dirinya sudah mulai bergerak mengaktifkan kegiatan lingkungan. “Wah, anak-anak sangat antusias sekali kak, karena ini pengalaman dan kiprah baru kami di ranah lingkungan. Anak-anak juga sampai membuat media kampanye berupa poster dan beberapa pantun untuk disampaikan ke pedagang,” ujar Raffi. Sayangnya, sampah organik yang dikumpulkan Eco Spensix kurang, hingga mereka memutuskan menerukan untuk grebek pasar di Pasar Keputran.

Luar biasanya lagi, Sulkan, guru pembina lingkungan SMPN 41 menunjukkan kepada Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau, pasca grebek pasar kader lingkungan sekolahnya tidak berhenti melakukan aksi nyata. Mereka menawarkan kepada pedagang untuk membersihkan sampah-sampah yang ada di bawah lapak mereka.”Anak-anak begitu selesai mengumpulkan sampah organiknya, langsung membersihkan sampah yang ada di bawah lapak pedagang, mereka malah diberi jajan gratis untuk semua anak ya berarti kan perbuatan baik mendapatkan balasan yang baik pula,” terang Sulkan. (ryn)

Keterangan Foto : Mochamad Zamroni, aktivis sekaligus Presiden Tunas Hijau melakukan briefing kepada peserta Grebek Pasar Bareng di Pasar Kembang yang terdiri dari SDN Kaliasin I, SDN Kaliasin VII, SMPN 3, SMPN 6, SMPN 9, SMPN 11, SMPN 28, SMPN 40 dan SMPN 41 untuk mengumpulkan sampah organik agar bisa diolah di sekolah, mengumpulkan sampah anorganik agar bisa dibuang di truk sampah dan melakukan kampanye sosialisasi pengurangan kemasan kantong plastik sekali pakai kepada pedagang dan pembeli. Aksi tersebut dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2018 yang diperingati setiap 21 Februari.

2 thoughts on “Peringati Hari Peduli Sampah, 9 Sekolah Grebek Pasar Kembang Bareng-Bareng

  1. Kegiatan grebek pasar adalah kegiatan rutin yang tidak asing lagi bagi para akitivis lingkungan. Namun grebek pasar bersama kali ini yang diadakan di Pasar Kembang, jadi terasa unik dan menghibur bagi para pedagang maupun pembelinya, karena ada suguhan spontanitas dari masing-masing tim kader lingkungan dengan menyuguhkan pantun yang bertemakan sampah. Unik, lucu, keren, menghibur, menyemarakkan aksi grebek pasar bersama kali ini (20/2).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *