Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 2018 ini, Tunas Hijau mengajak seluruh sekolah, khususnya di Surabaya, untuk bergabung dalam gerakan pengumpulan jelantah atau minyak goreng bekas. Sebab, selama ini, minyak goreng bekas hanya dibuang ke saluran air atau ke tanah, yang tentunya akan menimbulkan masalah baru.

Untuk gerakan pengumpulan jelantah atau minyak goreng bekas ini, sekolah bisa menghimpun dari seluruh warga sekolah serta penjualan makanan di sekitar sekolah. Setiap warga sekolah juga bisa mengajak masyarakat di sekitar tempat tinggalnya untuk ikut mengumpulkannya. Selanjutnya sekolah menindaklanjutinya dengan menyediakan wadah penampungan yang berukuran besar.

Setelah terkumpul banyak, tepat pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari, sekolah bisa menyetorkannya pada Bank Sampah Induk Surabaya. Bila jumlahnya melebihi 150 kg bisa diambil. Bank Sampah Induk Surabaya akan membeli jelantah tersebut dengan harga Rp 2.000 sampai Rp. 3.000, atau bahkan bisa lebih.

Lebih lanjut, jelantah atau minyak goreng bekas itu akan dijual ke pabrik pembuatan bahan bakar alternatif, khususnya biodiesel. Jelantah atau minyak goreng bekas itu tidak akan didaur ulang menjadi minyak goreng baru.

Tunas Hijau juga telah membuat komitmen bersama dengan siswa dan guru SMP negeri dan swasta se Surabaya peserta Pelatihan UKS Dinas Pendidikan Kota Surabaya 2018 untuk realisasi gerakan pengumpulan jelantah ini. Mereka diajak untuk mengajak warga sekolahnya mengumpulkan jelantah. (ron)

Keterangan foto: Siswa kader lingkungan hidup SMPN 19 Surabaya dalam gerakan pengumpulan jelantah dalam rangka Hari Lahan Basah Sedunia 2 Februari 2018 

3 thoughts on “Gerakan Pengumpulan Jelantah Atau Minyak Goreng Bekas

  1. Sampah dari minyak goreng bekas atau yang sering disebut dengan ‘jelantah’ membuat kita bingung atau serba salah dalam mendaur ulang. Dibuang di tanah salah, dibuang di saluran air lebih salah lagi, dipakai terus malah menimbulkan penyakit. Nah, di momen yang sangat tepat ini, dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2018 Tunas Hijau mengadakan gerakan aksi mengumpulkan jelantah dari seluruh warga sekolah negeri dan swasta. Gerakan yang sangat inovatif dan super sekali, program yang dimotori oleh Tunas Hijau.
    *Yuuk kita bersama melestarikan bumi dengan mengumpulkan minyak jelantah*

    1. Terima kasih memang benar solusi terbaik , kami mendukung sekali lewat sekolah insya Allah membawa berkah dan menyelamatkan lingkungan , terus kita galang penuh semangat.

  2. Ide kreative! Pengolahan kembali limbah minyak jelantah menjadi bahan bakar, Semoga untuk ke depan ada penelitian tentang emisi yang keluar dari bahan bakar yang akan terbentuk ini, agar bisa memprediksikan polusi yang ditimbulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *