Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang selalu diperingati setiap tanggal 21 Februari mampu menjadikan trigger  atau pemicu bagi sekolah-sekolah untuk menggelar kegiatan lingkungan bertema sampah untuk memperingatinya. Sama halnya seperti yang dilakukan oleh SMPN 35, mengambil langkah awal untuk mengajak warga sekolahnya mengadakan aksi bersih-bersih lingkungan sekitar sekolah. Informasi tersebut diterima Tunas Hijau saat menggelar kunjungan bersama Eco Mobile PJB, Kamis (08/02).

Disampaikan oleh Sri Ekawati, guru pembina lingkungan, kegiatan bersih-bersih lingkungan sekitar sekolah mulai dari jalan di samping sekolah, hingga taman bermain yang letaknya di samping sekolah. Dengan dibagi menjadi beberapa kelompok, aksi yang difokuskan untuk mengambil sampah anorganik yang dibuang sembarangan ini mampu menarik perhatian beberapa orang warga dan walimurid yang menunggu anaknya. “Anak-anak kami bawakan trashbag hitam sebagai tempat mengumpulkan sampahnya, sampah yang sudah terkumpul kemudian dipilah di sekolah,” ujar Ekawati.

Soleh Mukhlas, salah seorang warga di sekitar sekolah mengaku kagum melihat tindakan yang dilakukan oleh warga sekolah dengan mengambil sampah hingga di saluran air. Menurutnya, dirinya kerap kali memperhatikan pengendara motor maupun mobil yang masih suka membuang sampahnya sembarangan. “Biasanya orang-orang kalau melintasi jalan di depan ini ya sering membuang sampah sembarangan, karena mungkin mereka terburu-buru. Jadi ya dengan aksi mereka ini saya kagum karena masih ada anak muda yang peduli lingkungan,” terang Mukhlas.

Aksi peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tidak berhenti pada kegiatan pengumpulan sampah hari itu juga, menurut Ekawati yang juga pembina KIR, sekolah akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan lingkungan hingga puncak peringatan Hari Sampah ini. “Salah satu yang sederhana adalah aksi bersih-bersih sampah ini akan berlanjut di kemudian hari dengan melibatkan banyak pihak terkait dan dengan ruang lingkup area lebih luas,” imbuh Eka.

Dalam pembinaan sekaligus kunjungan mobil edukasi lingkungan hidup keliling untuk kali kedua di sekolah, Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau menyarankan agar kader lingkungan hidup melakukan pembenahan pada program pemilahan sampah yang ada di kelas. “Program pemilahan sampah di kelas-kelas seharusnya bisa dijadikan kekuatan untuk mengumpulkan sampah yang dihasilkan oleh warga kelas. Seperti dengan menyediakan tempat sampah khusus kertas bisa dengan kardus atau glangsing. Kalau ditempat khusus, kalian bisa mengolahnya lebih baik lagi daripada membuangnya,” sarannya.

Diakhir kunjungan Eco Mobile PJB, Anggriyan mengajak mereka untuk fokus mensukseskan satu dua program yang menjadi unggulan di sekolah. Seperti program pengomposan dan program hidroponik yang termasuk baru dimulai. “Kalian coba fokus pada program hidroponik yang baru dimulai ini, mulai dari proses penyemaian hingga pemindahan bibit tanaman sayur ke instalasi hidroponiknya. Baru setelah dipindah, tantangan selanjutnya adalah melakukan perawatan hingga tanaman sayurnya siap dipanen,” pungkas aktivis yang juga mahasiswa ilmu komunikasi ini. (ryn)

Keterangan Foto : Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau sekaligus operator Eco Mobile PJB mengajak kader LH SMPN 35 untuk terus berkelanjutan menggelar peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 Februari memanfaatkan mini theatre Eco Mobile PJB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *