Berwisata ke Pulau Dewata Bali bersama rombongan paguyuban pangeran dan puteri lingkungan hidup 2017 adalah kebanggaan tersendiri bagi Rifky Dio, runner up IV pangeran lingkungan hidup 2017. Terlebih karena wisata tiga hari dua malam ini adalah hadiah dari Walikota Surabaya.

Kunjungan ke pulau penyu di Tanjung Benoa Bali menjadi kunjungan favorit bagi siswa kelas 6 SDN Airlangga I Surabaya ini. Pasalnya, dia dan rombongan bisa menikmati pulau ini sebagai tempat penangkaran penyu. “Pulau penyu di Tanjung Benoa Bali ini bukan tempat pelepasan anak penyu atau tukik,” kata Rifky Dio.

Penyu adalah kura-kura laut yang memiliki sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. “Jenis hewan ini dikenal sebagai penjelajah samudera ini. Penyu termasuk satwa langka yang hampir punah,” terang Rifky Dio pemilik proyek lingkungan hidup ovitrap atau perangkap nyamuk ini.

Rombongan pangeran dan puteri lingkungan hidup 2017 saat di pulau penyu Tanjung Benoa Bali, Sabtu (30/9/2017)

Untuk mencapai pulau penyu di Tanjung Benoa Bali, cerita Dio, harus menggunakan glass bottom boat atau perahu yang bagian bawahnya dipasang kaca untuk bisa melihat bagian bawah. “Dalam perjalanan menuju pulau penyu, kami bisa melihat terumbu karang, ikan warna warni, dan keindahan alam bawah laut lainnya,” terang Dio.

Sesampai di pulau penyu Tanjung Benoa, dia dan rombongan diajak untuk mengenal satwa yang dilindungi lainnya seperti iguana, kelelawar dan aneka unggas. “Di pulau penyu Bali ini, kita bisa berinteraksi penyu dan beberapa jenis satwa lain seperti iguana, kelelawar dan unggas. Pulaunya juga sangat kecil dikelilingi pantai yang bersih,” tutur Dio. (ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *