SMPN 40 yang mempunyai tim lingkungan dengan sebutan Si Cilung Spenforty berhasil meraih predikat  Sekolah Terbaik kedua Surabaya Eco School 2017. Pencapaian tersebut merupakan buah kerja keras, keikhlasan dan pantang menyerah mereka dalam menjalankan setiap program lingkungan di sekolah. Salah satu program andalan adalah pengolahan sampah organik menjadi kompos. Pasalnya, sekolah yang terletak di Jalan Bangkingan VIII Nomor 8 mempunyai tiga kolam pengomposan. Dengan diameter 185 cm dan tinggi 85 cm, sedikitnya 2 ton kompos dihasilkan setiap kali panen di setiap kolamnya.

Kolam pengomposan yang terbuat dari bekas tandon air yang rusak ini disetiap kolamnya mampu menampung sekitar 6 ton sampah daun yang diolah. Angka tersebut bukan capaian instan, tetapi agar mendapatkan angka sebesar itu, mereka harus setiap hari mengumpulkan dan mengolah sampah organik yang ada di sekolah. “Pengomposan ini tidak hanya menjadi program unggulan tetapi juga menjadi program pembiasaan warga sekolah. Kalau ada siswa yang terlambat, sanksinya adalah mengumpulkan sampah organik kemudian dimasukkan ke dalam kolam pengomposan,” terang Gerald Reyhan, ketua tim si Cilung.

Pencapaian tersebut tidak lepas dari tangan dingin Andajani sebagai guru penanggung jawab kegiatan lingkungan di sekolah yang selama 7 tahun konsisten. Andajani kerap memberikan motivasi kepada mereka untuk selalu melestarikan lingkungan dengan beraksi nyata, bukan hanya program yang tertulis. Petuah tersebut menjadi letupan semangat kader lingkungan mengajak warga sekolah dalam merealisasikan program yang sudah mereka susun. Salah satunya adalah program membawa tempat makan dan minum sendiri (TAMAN) yang jadi gerakan massal dilakukan oleh seluruh warga sekolah.

 

Tanpa kenal menyerah dan putus asa, setiap kegiatan lingkungan yang ada di sekolah maupun di luar sekolah selalu menjadi daya tarik dan tantangan tersendiri bagi si CILUNG sebutan untuk kader LH SMPN 40 Surabaya

Selain itu juga meraih kategori  Pengomposan Terbaik, dan Kostum Terunik Yel-Yel Lingkungan, Honorable Yel-Yel Lingkungan. Andajani sebagai pembina kader lingkungan selalu memotivasi para kadernya untuk selalu melestarikan lingkungan dengan beraksi nyata, bukan hanya program yang tertulis. Tanpa peduli dengan cemooh-cemoohan orang lain yang kurang enak didengar. Andajani mendidik para aktivisnya untuk mempunyai mental yang kuat/bermental baja untuk menampung semua cemooh-cemooh menjadi suatu motivasi untuk mengubah diri menjadi lebih baik dan semangat.

Tim Si Cilung Spenforty selalu diajarkan dan dididik oleh Andajani untuk merealisasikan program-program dan tantangan pekannya tidak asal-asalan, dengan kata lain tidak pakai kata kunci ‘pokok e‘ (pokok ikut, pokok buat, pokok tampil, pokok mengerjakan, pokok melakukan). Tidak ada kunci pokok e di dalam jiwa para aktivis Si Cilung Spenforty dan Andajani sebagai pembina kader lingkungan Si Cilung Spenforty. Apapun programnya, apapun aksinya, apapun tantangannya, semua dilaksanakan dengan persiapan yang serius dan sungguh-sungguh.

Hal itulah yang membuat Tim Si Cilung Spenforty mampu  mempertahankan predikat Sekolah Terbaik Surabaya Eco School 2017 untuk tingkat SMP. Andajani sebagai pembina kader lingkungan Selalu mengatakan, “Man Jadda Wajada, yang artinya siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil.” Kata-Kata itu yang selalu diucapkan oleh Andajani untuk memotivasi para aktivis Si Cilung Spenforty SMPN 40 Surabaya untuk selalu melestarikan lingkungan. Tidak hanya tentang program, namun yang tidak kalah pentingnya Andajani juga selalu mengingatkan dan mengajak para aktivis untuk selalu menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaan atau agama masing-masing.

Dalam setiap kesempatan, dimanapun tempatnya dan kapanpun waktunya, Si Cilung selalu mensosialisasikan dan mengajak orang lain untuk peduli lingkungan. Salah satu aksi mereka adalah bagi-bagi tas belanja ramah lingkungan di Mall

Kendala dalam melestarikan lingkungan serta merealisasikan program-programnya terkadang masih ada guru yang kurang mendukungnya, dengan alasan nantinya bakal ketinggalan pelajaran. Padahal setiap hari mereka melakukan kegiatannya sepulang sekolah, kecuali untuk beberapa kegiatan yang memang terpaksa dilaksanakan pada saat kegiatan belajar mengajar. Beberapa anggota si Cilung pernah dicemooh oleh guru karena mengikuti kegiatan LH. Begitu pun dengan Andajani sebagai pembina kader lingkungan tak luput dari cemoohan guru yang kurang mendukungnya. Walaupun ada beberapa guru yang mencemooh, tetapi masih banyak guru yang mendukung dan mensupport kegiatan mereka.

Perjuangan mereka membawa sekolahnya meraih predikat sekolah terbaik kedua tidak dilalui dengan mudah, banyak sekali pengorbanan seperti merelakan waktu libur untuk melakukan kegiatan lingkungan di sekolah. Hal ini disampaikan oleh Andajani, yang mengaku bahwa anak-anak malah lebih senang melakukan kegiatan lingkungan di sekolah daripada libur hari minggu tidak ada aktivitas di rumah. “Ya kader lingkungan yang rumahnya dekat dengan sekolah selalu memilih dating ke sekolah untuk kegiatan, kalau tidak ya buat aksi grebek pasar untuk memenuhi kolam pengomposan,” ujar Andajani.

Menariknya lagi, beragam inovasi dilakukan oleh mereka terkait dengan pelaporan kegiatan melalui media digital atau media sosial. Selain menggunakan pelaporan berupa foto aksi atau kegiatan lingkungan, mereka juga memiliki konten media sosial yang berisi informasi mengenai detail kegiatan lingkungan dengan format video, maupun slide show foto. “Kami ingin membuat hal-hal inovatif yang bisa ditiru atau diadopsi oleh kader sekolah lain, makanya kami buat @beritalingkungan ini,” terang Gerald. (ge/ryn)

Keterangan Foto : Salah satu pembiasaan lingkungan yang ada di SMPN 40 Surabaya adalah pemilahan sampah khusus kertas dan membawa tempat makan dan botol minum sendiri dari rumah.

One thought on “Si CILUNG Bawa SMPN 40 Raih Sekolah Terbaik II SES 2017

  1. Kepada para aktivis/pejuang lingkungan mari kita selalu kobarkan semangat pada diri sendiri dan pada anak didik kita, untuk selalu melestarikan lingkungan dengan beraksi nyata. Insya Allah sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan tidak akan ada yang sia-sia. Karena Allah Maha Melihat, Maha Mengetahui, Maha Pengasih dan Penyayang. Tanpa mempedulikan komentar yang negatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *