Tahun 2017 menjadi tahun yang penting bagi SDN Kaliasin I, di tahun itu sekolah yang terletak di depan Gedung Grahadi Surabaya mengalami penggabungan sekolah satu atap atau istilah lainnya merger dengan SDN Kaliasin III. Hal tersebut menjadi pengalaman baru bagi mereka karena harus menyatukan visi dan misi antara kedua sekolah ke arah sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup. Bekal tersebut digunakan untuk mengikuti program lingkungan Surabaya Eco School 2017.

Pengalaman kali pertama itu ditambah dengan hadirnya kepala sekolah baru, Mardiningsih yang sebelumnya berasal dari SDN Klampis Ngasem I. Tentunya dengan kepala sekolah baru menghadirkan kebijakan baru yang diterapkan di sekolah. Kebijakan yang pro lingkungan dengan melibatkan seluruh warga sekolah menjadikan aksi sosialisasi pembiasaan lingkungan yang sudah zero waste ini dikenalkan kepada seluruh warga sekolah mulai kelas 1 hingga kelas 6.

Beragam program lingkungan yang sudah berjalan seperti pengomposan, pembiasan membawa tempat makan dan minum sendiri, pemilahan sampah hingga aksi grebek pasar dikenalkan dan langsung diterapkan. Kali ini, penerapan kegiatan dibuat agar lebih didominasi oleh siswa dari SDN Kaliasin III dengan didampingi siswa dari SDN Kaliasin I. Disampaikan oleh Erni Dwi Suryaningtyas, guru pembina lingkungan penanggung jawab Surabaya Eco School bahwa tujuannya adalah mengenalkan kegiatan kepada mereka agar terbiasa.

“Sekolah merger bukan menjadi sebuah penghalang bagi kami, dengan atur strategi manajemen sumber daya manusianya yang didominasi oleh siswa baru dari sekolah yang lama, harapannya adalah agar mereka menjadi terbiasa dengan banyaknya kegiatan lingkungan yang ada di SDN Kaliasin I. Tentunya siswa kami menjadi pendamping mereka, tidak ada rasa iri atau kesenjangan dari praktek penerapan strategi kami. Malah strategi ini berjalan dengan baik hasilnya dalam waktu singkat, mereka semua sudah terbiasa,” terang Erni.

Kebijakan yang pro lingkungan dan dukungan partisipasi dari warga sekolah terutama wali murid menjadi kunci sekolah meraih penghargaan sekolah terbaik kedua Surabaya Eco School 2017

Penerapan strategi tersebut mendapat dukungan dari walimurid, hal ini membuat dukungan kegiatan lingkungan di sekolah semakin besar. Menurut Erni, dukungan dari walimurid menjadi hal penting dalam kelancaran kegiatan lingkungan. “Selain dukungan kepada anak-anaknya yang menjadi tim lingkungan hidup di sekolah, walimurid siswa yang lainnya pun sangat antusias mendukung,” imbuhnya. Hal ini terlihat saat kegiatan peringatan hari CInta Satwa dan Puspa Nasional dimana walimurid diajak untuk berpartisipasi melalui kegiatan pelepasan ikan di Sungai Kalimas.

Dibeberapa bentuk kegiatan yang lain seperti pengomposan, penghijauan atau penambahan tanaman di green house dan roof garden, Erni bersama guru-guru yang lain sudah melakukan pembagian kelompok kerja berdasarkan banyaknya kegiatan lingkungan. Sebut saja, pengomposan yang sudah dua kali panen dimana sampah organik yang diolah berasal dari sampah organik hasil grebek pasar dan sampah organik yang ada di sekolah. Penambahan tanamanpun, walimurid turut andil dengan memberikan sumbangan tanaman kepada sekolah.

Denok Ribut, salah seorang guru pembina lingkungan mengatakan tahun ini aroma kekeluargaan yang dibangun menjadi lebih besar dan kokoh. Setiap kegiatan lingkungan yang akan dilakukan di sekolah selalu disampaikan terlebih dahulu ke grup orang tua siswa guna meminta ijin atas anaknya. “Dengan ijin orang tua, setiap tantangan dalam Surabaya Eco School 2017 dapat direalisasikan oleh tim Dewaruci Kalsa dengan optimal hasilnya,” ujar Denok.

Menurutnya kegiatan menarik yang melibatkan wali murid adalah adanya tantangan realisasi keluarga Zero Waste. Setelah tantangan tersebut disampaikan oleh Tunas Hijau, Mardiningsih, kepala SDN Kaliasin I bergerak cepat dengan mengadakan sosialisasi kepada wali murid dan responnya luar biasa. Banyak dari mereka yang menyatakan siap mendukung tantangan tersebut. “Hasilnya, kami mendapat penghargaan sebagai sekolah dengan keluarga Zero Waste terbanyak dalam program lingkungan yang sudah berjalan selama 7 tahun ini,” imbuh guru kelas 6. (ryn)

Keterangan Foto : Warga SDN Kaliasin I berkomitmen terus peduli lingkungan melalui aksi massal yang melibatkan seluruh warga sekolah dan wali murid seperti kegiatan pelepasan ikan pada peringatan Hari CInta Satwa dan Puspa Nasional di Sungai Kalimas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *