Perkembangan signifikan ditunjukan SMPN 11 Surabaya dalam inovasi pelestarian lingkungan hidup. Kali ini tentang sistem hidroponik yang menjadi salah satu bahan ujian praktek untuk kelas IX. Sebelumnya puluhan siswa yang tergabung dalam kader lingkungan, OSIS dan Pramuka SMPN 11 Surabaya mendapatkan sosialisasi sistem hidroponik  dari Tunas Hijau bersama Eco Mobile PJB, Sabtu (6/1).

 

Sistem hidroponik yang digunakan di sekolah yang beralamatkan di jalan Sawah Pulo No. 1 memanfaatkan sistem NFT (NUTRIENT FILM TECHNIQUE). Menurut Anik Sriyani, salah satu pembina Adiwiyata dan penggagas hidroponik di SMPN 11, sistem NFT merupakan sistem yang rapi dari segi instalasi, daya tampung banyak dan mudah perawatannya. “Karena ini tujuannya untuk edukasi dan harapan menghasil keuntungan seperti perawatannya tergolong mudah, jadi kami memilih sistem NFT agar tidak mudah rusak,”  imbuh perempuan yang menjabat Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.

Ujian praktek yang dilakukan siswa kelas IX meliputi ujian praktek hitung volume pipa yang merupakan bidang study matematika. Selain itu juga terdapat  ujian praktek menghias pipa dengan mural di bagian luar pipa. “Kakak kelas ada yang menghitung volume dan ada juga yang sibuk menggambar serta mewarnainya. Ada gambar seperti batik, terus tumbuhan seperti bunga mawar,” tutur Rizaldi, kader Greenlas  dan juga anggota OSIS SMPN 11.

Eco Mobile PJB tidak hanya berpartisipasi memantau ujian praktek namun juga memberikan sosialisasi edukasi hidroponik  kepada kader lingkungan hidup, anggota OSIS dan Pramuka juga. Belasan siswa pilihan tersebut diajak untuk mencoba mengukur PH air dan mengenal istilah PPM air. Tak hanya itu, mereka juga membuat sekaligus memanfaatkan kemasan gelas air mineral untuk dijadikan pengganti netpot.

Menurut Satuman, aktivis Tunas Hijau dan Crew Eco Mobile PJB menuturkan kebijakan sekaligus inovasi dari SMPN 11 layak untuk diapresiasi. “Untuk menciptakan trobosan apalagi inovasi dalam bidang lingkungan hidup perlu keberanian dan ketekunan,” tutur aktivis senior Tunas Hijau yang mempunyai hobi berkebun. Sebelum Program Eco-preneur bergulir, sebaiknya sekolah memiliki banyak inovasi yang dapat menghasilkan keuntungan. (One)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *