Tepat satu bulan sudah bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda kabupaten Pacitan sejak 28 November 2017. Bantuan terus berdatangan dari berbagai macam lapisan masyarakat dan saat ini sudah memasuki tahap relokasi atau pemulihan. Selasa malam, (27/12) Tunas Hijau berangkat menuju Pacitan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan yang sudah dihimpun melalui program Trash To Cash Pacitan selama kurang lebih 2 minggu.

Ucapan terima kasih kepada sekolah-sekolah yang sudah berpartisipasi dalam program Trash To Cash atau program penggalangan dana bantuan sosial dari penjualan sampah anorganik yang layak jual. Sekolah-sekolah tersebut diantaranya SDN Kedung Cowek I, SMPN 40, SMPN 41, SMPN 3, SMPN 19, SMPN 26, SDN Rangkah VI dan SDN Babatan IV. “Dari kedelapan sekolah tersebut sebesar 17.820.000 juta rupiah yang akan kami salurkan ke tiga titik tempat di Pacitan,” ucap Satuman.

Tiga titik tempat yang akan dituju oleh Tunas Hijau merupakan daerah terdampak yang bisa dijangkau atau diakses seperti Desa Ponggok, Desa Kembang dan Desa Kebun Agung.  Menurut aktivis Tunas Hijau ini pada tahapan relokasi atau pemulihan sangat berarti bagi para korban mendapatkan dukungan moril materil dan lainnya. “Semoga dengan bantuan ini serta kedatangan kami ke lokasi menjadi satu lecutan penyemangat dan segera cepat terselesaikan,” imbuh Satuman.

Menurut penuturan Budy Arieyuda, ketua RW 07 Dusun Kresek Desa Gawang kecamatan Kebon Agung, longsor terjadi dua kali dalam waktu kurang dari 24 jam saat itu. Dampak yang terjadi di daerahnya adalah ratusan hewan ternak hilang tertimbun longsoran dan sebagian rumah roboh. “Banyak hewan ternak warga yang hilang kemudian jalan utama yang menghubungkan 3 dusun terputus yakni dusun Karang Anyar, Dadapan dan Kresek,” ujar Budy.

Penyerahan bantuan hasil penggalangan dana program Trash To Cash For Pacitan kepada Sahudi, kepala desa Kembang, yang menjadi salah satu daerah terdampak banjir setinggi 2 meter

Penjelasan ketua RW dari Kebon Agung diperkuat oleh kepala Desa Kembang, salah satu tempat terdampak dari banjir bandang. Menurut Sahudi, banjir bandang yang menimpa desanya terjadi karena intensitas air hujan dengan volume tinggi membuat jebol tanggul sungai ditambah dengan air laut yang pasang. “Saat banjir kemarin airnya setinggi 2 meter hingga 2 meter 50 cm, dampaknya warga saya ada 2 orang yang meninggal pasca banjir dan ratusan hewan ternak hilang, puluhan rumah hancur dan tembok di depan dekat lapangan juga hancur saking kuatnya,” tuturnya.

Hariyanto, kepala Desa Ponggok mengaku desanya menjadi tempat yang cukup parah terkena dampak dari bencana longsor. Dipandu oleh salah seorang warga, Tunas Hijau melihat lokasi longsor yang ada di desa tersebut. Benar saja, bongkahan besar tebing terbelah longsor, beberapa rumah warga terlihat tertimbun longsoran tanah, akar pepohonan yang berada di tebing tidak cukup kuat karena hanya tertanam puluhan cm saja sedangkan batang pohonnya besar.

“Saya bersyukur bahwa di desa saya tidak ada korban jiwa yang meninggal, akan tetapi 11 rumah warga tertimbun longsor dan sebanyak 96 Keluarga kehilangan tempat tinggal karena rumahnya rusak terkena reruntuhan,” jelas Hariyanto. Satu bulan pasca bencana, beberapa orang kepala desa dari wilayah terdampak merasa bersyukur dengan banyaknya bantuan yang datang dari berbagai tempat di luar Pacitan.

“Terima kasih kami ucapkan kepada teman-teman yang sudah memberikan bantuan baik moril maupun materil kepada korban bencana. Semoga kedepan bisa memupuk banyak rasa sayang dan saling memiliki antar sesama tidak hanya saat ada bencana saja,” ujar Sahudi, kades Kembang. Bram Azzaino, aktivis senior Tunas Hijaupun berterima kasih kepada sekolah-sekolah SES 2017 yang sudah ikut berpartisipasi menggalang dana bantuan untuk korban, kerennya lagi bantuan tersebut berasal dari sampah layak jual. (ryn)

Keterangan Foto : Penyerahan bantuan hasil penggalangan dana program Trash To Cash For Pacitan kepada Hariyanto, kepala desa Ponggok, yang menjadi salah satu daerah terdampak longsor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *