Lomba Cipta Lagu Lingkungan Hidup atau Lomba Jingle “Zero Waste” Surabaya Eco School 2017 yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya, serta didukung oleh PT Dharma Lautan Utama dan PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, Minggu (19/11/2017) berlangsung semarak.

Lomba yang diselenggarakan di pendopo utama Taman Flora Bratang Surabaya ini diikuti oleh 25 tim sekolah. Sekolah tersebut adalah SDN BUBUTAN IV, SDN KALIASIN I, SMPN 40, SDIT AL-USWAH, SDN MANUKAN KULON II, SDN AIRLANGGA I, SDN UJUNG V, SDN PAKIS VIII, dan SMPN 28 Surabaya.

Sekolah lain yang ikut serta adalah SDN WONOKUSUMO I, SMPN 3, SDN SUMUR WELUT 3, SDN UJUNG IX, SDN KEDUNG COWEK I, SMPN 26, SMPN 5, SMPN 37, SMPN 50, SMPN 1, SMPN 52, SMPN 41, SMPN 19, SMPN 23, SDN TANAH KALIKEDINDING I dan SMPN 54 Surabaya.

Pada lomba ini, jingle atau lagu yang dinyanyikan harus karya warga sekolah. Alat musik yang dimainkan harus perpaduan alat musik umum dan alat musik daur ulang. Aspek penilaiannya adalah lirik, musik, harmonisasi atau lagu dan realisasi zero waste dari anggota tim jingle.

Disampaikan oleh Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni bahwa lomba ini tidak hanya untuk menghibur para pengunjung taman ini. “Jingle terbaik dari lomba ini juga akan direkam di studio musik profesional untuk selanjutnya diputar kepada masyarakat luas,” kata Zamroni, yang juga salah satu juri.

Ditambahkan oleh Anggriyan Permana, aktivis senior Tunas Hijau yang juga salah satu juri, bahwa penampilan seluruh tim mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. “Tim jingle sekolah dasar juga gak kalah kualitasnya dengan tim jingle SMP. Beragam jenis musik juga dimainkan pada lomba ini,” tambah Anggriyan Permana. (ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *