Peringatan Hari Pahlawan 10 November di SDN Ketintang I Surabaya berlangsung berbeda dari umumnya sekolah. Pasalnya, di sekolah yang berlokasi di Jalan Ketintang Madya 146 ini, tidak hanya digelar lomba-lomba antar kelas. Ada juga sosialisasi lingkungan hidup yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Narasumber sosialisasi adalah berasal dari Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau bersama Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup dan Tunas Hijau. Oleh Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni isu kepahlawanan menjadi topik yang disajikan kepada sekitar 50 orang siswa dan 10 orang guru yang menjadi peserta sosialisasi.

“Pahlawan jaman now adalah setiap individu yang tidak menghasilkan sampah kemasan dari aktivitas minum. Mereka selalu menggunakan wadah minum sendiri yang bisa digunakan berulang kali,” kata Zamroni sambil meminta siswa dan guru yang membawa botol minum sendiri maju ke depan.

Dijelaskan oleh Zamroni bahwa sampah non organik sering menyumbat saluran air dan menimbulkan banjir saat hujan. “Maka, sudah semestinya kebiasaan membawa botol minum sendiri adalah sikap seorang pahlawan jaman now. Sebab kebiasaan itu mencegah terjadinya banjir karena tersumbatnya saluran air oleh sampah,” ujar Zamroni sembari meminta siswa dan guru yang lainnya membiasakan membawa botol minum sendiri dari rumah.

Gedung SDN Ketintang I yang megah dan tergolong baru juga patut diimbangi dengan sikap warga sekolah yang meminimalisasi timbulnya sampah khususnya sampah non organik. “Dengan gedung baru yang megah dan mewah ini, maka pengolahan sampah harus dilakukan. Dimulai dengan upaya mengurangi timbulnya sampah,” terang Zamroni.

Sekolah ini juga harus memulai pemilahan sampah kertas. “Libatkan piket kelas setiap harinya untuk pemilahan sampah kertas selesai jam istirahat sekolah. Sampah kertas dari masing-masing kelas selanjutnya dikumpulkan di dalam satu wadah dan tidak dicampur dengan sampah jenis yang lain,” pinta Zamroni yang disanggupi oleh 8 orang guru wali kelas peserta sosialisasi itu. (*)

Keterangan foto: Siswa dan guru SDN Ketintang I Surabaya peserta sosialisasi lingkungan hidup yang sudah membiasakan diri membawa botol minum yang bisa digunakan berulang kali

One thought on “Pahlawan Jaman Now Selalu Gunakan Wadah Minum Non Sekali Pakai

  1. Pembiasaan sederhana dan sepele jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dilakukan oleh banyak warga. Maka hasilnya akan berdampak secara signifikan.
    *Ayo, mulai sekarang biasakan membawa botol minum atau tepak makan yang dapat dipakai berulang kali, sebagai upaya mengurangi sampah plastik*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *