9 November – 10 November adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia pada umumnya dan arek-arek Suroboyo pada khususnya merayakan hari Pahlawan. Peringatan hari Pahlawan justru dimaknai secara luas oleh Mercure Surabaya dengan menggelar workshop merangkai bunga daur ulang dari bonggol dan kulit  bawang putih, Kamis (09/11). Hotel yang berlokasi di Jalan Raya Darmo No. 68 – 78 ini mengajak serta 25 sekolah dasar sekitar yang pada bulan sebelumnya berkelanjutan mengikuti workshop pembuatan bunga daur ulang dari bawang putih dan limbah makanan lainnya.

Bersama dengan Tunas Hijau dan pegiat lingkungan hidup, Wiwit Manfa’ati, Mercure Grand Mirama Hotel memaknai hari Pahlawan dengan mengajak para pejuang lingkungan yang terdiri dari guru dan siswa untuk berkompetisi merangkai bunga dijadikan bucket bunga. Disampaikan oleh Treti Christina, Talent and Culture Manager Mercure Surabaya, bahwa sebelumnya perwakilan sekolah diberikan “PR” atau pekerjaan rumah untuk membuat bunga daur ulang dengan memanfaatkan limbah makanan terutama bawang putih.

“Sebelumnya mereka bisa menggunakan kulit jagung juga, nah hari ini itu ada workshop merangkai bunga dari pegiat lingkungan kemudian mereka diminta untuk merangkai lalu dikompetisikan. Beberapa bucket bunga terbaik akan mendapatkan hadiah dari kami,” ujar Treti. Peserta perwakilan sekolahpun diwajibkan untuk mengenakan kostum bertema kepahlawanan pada workshop dan lomba merangkai bunga dari limbah makanan kali ini.

Tujuan dari serangkaian kegiatan lingkungan yang digagas Mercure adalah untuk mengkampanyekan, mengajak dan mengedjukasi siswa dan guru sekoah-sekolah sekitar tentang pentingnya mengolah limbah makanan yang termasuk kategori sampah organik. “Kalau pada umumnya, sampah organik limbah makanan diolah dengan cara dijadikan kompos. Tetapi, kami mencoba memberikan alternatif lain dengan cara menjadikan barang kerajinan yang bernilai jual tinggi di pasaran,” terang Treti.

Yuli Astikasari, salah seorang guru pembina lingkungan SDN Tanah Kalikedinding I mengatakan ketertarikannya dengan kreasi bunga dari bawang putih sejak workshop awal bulan lalu. Dirinya baru mengetahui ternyata yang selama ini disepelekan oleh ibu rumah tangga dibuang begitu saja, ternyata bisa dijadikan kerajinan yang unik dan istimewa. “Kendala yang saya alami ketika membuat bunga adalah kesulitan membuat pola dari bunga-bunganya. Ditambah mencari bahan-bahan lain yang digunakan untuk membuat daun,” terang Yuli.

Guru kelas 1 yang datang bersama dengan Nabilla Lintang, salah seorang siswa mengaku tertarik untuk mengembangkan pengetahuan baru yang didapat di sekolah dan di rumah. “Ya dengan ilmu baru ini, saya mulai menyukai kak. Kemarin saja, hasil karya saya satu bunga kecil yang dijadikan bros dibeli oleh guru seharga 5000 rupiah. Ya sepertinya kedepan ilmu baru ini  bisa dijadikan bisnis kecil-kecilan yang menguntungkan,” imbuhnya.

Sugito Adhi, General Manager Mercure Surabaya menyampaikan kedepannya, Mercure dapat terus bisa berpartisipasi dalam upaya pendidikan lingkungan, aksi sosial yang berkelanjutan tidak hanya satu kai digelar selesai. Pada kompetisi ini, salah seorang koki juga menampilkan kemampuannya dalam mengukir buah dan limbah kulit  buah menjadi sebuah karya yang menakjubkan. Sekolah dengan bucket bunga terbaik akan mendapatkan hadiah voucher menginap dan voucher makan di restorant Mercure Hotel Surabaya. (ryn)

Keterangan foto: Sugito Adhi, General Manager Mercure Grand Mirama Surabaya mengapresiasi upaya dan kreatifitas guru dan siswa perwakilan sekolah yang menjadi peserta workshop dan berkompetisi merangkai bunga daur ulang dalam rangka hari Pahlawan

2 thoughts on “Peringati Hari Pahlawan, Mercure Surabaya Ajak 25 Sekolah Lomba Merangkai Bunga

  1. Saya yang pembina dari tingkat SMP jadi iri juga nih?! Ingin mendapat tambahan wawasan mendaur ulang kulit bawang putih menjadi bunga. Kapan nich jadwalnya workshop untuk tingkat SMP. Kami tunggu, yaa. Kak Roni & Mercure Hotel Surabaya. He,hehe,he.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *