Mulai pekan ini, 6 November hingga 20 November menjadi pekan penentuan untuk merealisasikan tantangan mingguan program Surabaya Eco School 2017. Mulai pekan ini hingga dua minggu kedepan Tunas Hijau memberikan tantangan final bagi sekolah-sekolah peserta program lingkungan tahunan yang diselenggarakan bersama dengan Pemerintah Kota Surabaya, Selasa (07/11).

Mulai pekan pertama hingga pekan kelima, sekolah-sekolah peserta program lingkungan yang sudah 7 tahun berjalan ini diajak untuk menerapkan perilaku Zero Waste yang menjadi tema program ini. Mulai dari melakukan pemilahan sampah khusus kertas, gerakan massal pengurangan sampah kemasan plastik sekali pakai, pengomposan sampah organik, penghijauan hingga pembuatan lubang resapan biopori.

Tantangan final kali ini, Tunas Hijau mengajak seluruh sekolah peserta Surabaya Eco School 2017 merealisasikan poin keluarga zero waste kepada sebanyak mungkin warga sekolah. Disampaikan oleh Mochamad Zamroni, aktivis senior sekaligus presiden Tunas Hijau, realisasi keluarga zero waste ini mengajak setiap individu warga sekolah menerapkan perilaku zero waste kepada keluarganya di rumah dan tetangga di sekitar rumahnya.

“Tujuannya tantangan final ini adalah menggaungkan tema Zero Waste dan Surabaya Eco School agar tidak hanya diketahui oleh warga sekolah saja. Melainkan, implementasi Zero Waste ini juga direalisasikan dari siswa kepada keluarganya di rumah,” ujar Zamroni. Berikut ini adalah poin-poin realisasi keluarga Zero Waste :

  • Upaya pengurangan sampah kemasan produk, diantaranya dengan membeli produk dalam kemasan besar daripada sachet/kecil, dll;
  • Upaya pengurangan sampah plastik tas belanja, diantaranya dengan selalu menghindari kresek saat belanja dan membawa tas belanja yang bisa digunakan berulang kali;
  • Pemilahan sampah non organik berdasarkan jenisnya ditindaklanjuti dengan pengolahan secara tuntas. Pengolahan secara tuntas berarti bisa dengan menjualnya/ menyumbangkannya kepada pemulung atau pengepul atau bank sampah terdekat. Diantara jenis sampah non organik adalah sampah kaleng, plastik dan kertas;
  • Pengomposan sampah organik. Bisa dilakukan dengan menggunakan keranjang takakura, tong komposter aerob, atau lubang resapan biopori;
  • Pemanfaatan lahan kosong dan/atau sempit dengan pohon pelindung dan/atau sedikitnya tanaman dalam pot;
  • Kampanye Zero Waste keluarga di pusat perbelanjaan;
  • Promosi aktivitas lingkungan hidup keluarga melalui media sosial dengan #zerowastesurabayaecoschool #ses2017 #surabayaecoschool #keluargazerowasteses2017 sedikitnya sekali dalam sepekan.

One thought on “Tantangan Final Surabaya Eco School 2017

  1. Tantangan Final yang cukup mendebarkan, namun tetap dihadapi dengan keceriaan motivasi dan kobaran semangat yang membara. Sebagai bekal untuk mengajak, mengkampanyekan, memengaruhi, merealisasikan program ‘zero waste’ dalam keluarga, kepada tetangga, kerabat, sahabat, dan saudara. Agar semakin banyak yang menyadari pentingnya berzero waste dan berperilaku zero waste.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *