Program Surabaya Eco School 2017 memang berbeda dengan program lingkungan lainnya. Salah satu pembedanya adalah program tahunan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya penuh dengan aksi nyata. Aksi nyata lingkungan yang secara menyeluruh dilakukan oleh sekolah-sekolah beragam mulai dari pengomposan, pengolahan sampah kertas, pengurangan sampah plastik kemasan hingga pembuatan lubang resapan biopori. Terbukti, mulai pekan pertama hingga pekan keempat beragam aksi nyata berkelanjutan diberikan dalam konteks tantangan mingguan.

Pada pekan kelima ini, Tunas Hijau kembali mengajak sekolah-sekolah untuk melakukan aksi nyata lingkungan. Namun bedanya, kali ini tidak lagi melibatkan warga sekolah sebagai subyek kegiatannya, melainkan melibatkan masyarakat sekitar sekolah. Tantangan pekan kelima ini dimulai dari tanggal 23 – 29 Oktober 2017. Disampaikan oleh Bram Azzaino, aktivis senior Tunas Hijau, pada pekan keilma ini sudah saatnya tim lingkungan hidup mengembangkan aksinya dengan melibatkan warga di sekitar sekolah.

“Tujuan tantangan pekan kelima ini adalah mengajak kader lingkungan sekolah-sekolah untuk mau dan mampu mengembangkan kegiatan lingkungannya ke luar sekolah. Kalau kemarin empat pekan sebelumnya kan sudah kegiatan bersama dengan warga sekolah, kini waktunya mencoba tantangan baru yakni warga sekitar sekolah yang notabene berbeda latar belakang dengan mereka,” terang Bram. Aktivis lulusan Teknik LIngkungan ITS ini memberikan contohc-contoh kegiatan lingkungan yang bisa dilakukan bersama warga sekitar.

Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan dengan warga sekitar sekolah adalah pengolahan sampah organik atau pengomposan bersama, pengolahan sampah plastik, pemanfaatan lahan kosong untuk penghijauan, bersih-bersih saluran air atau biasa dikenal kerja bakti, sosialisasi kepada ibu-ibu PKK tentang bahaya sampah hingga aksi bersama warga membuat lubang resapan biopori. “Contoh-contoh diatas itu bukan menjadi patokan atau kegiatan yang harus dilakukan dengan warga sekitar, list kegiatan diatas itu hanya contoh saja, kembali lagi silahkan sekolah sendiri yang menentukan,” ucapnya.

Sementara itu, Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau mengatakan contoh kegiatan yang diberikan Tunas Hijau itu bukan menjadi patokan kegiatan yang harus dilakukan oleh sekolah-sekolah. Lebih jauh, justru pada tantangan pekan kelima ini, sekolah-sekolah ditantang ide kreatifnya untuk membuat kegiatan lingkungan yang melibatkan warga sekitar sekolah. “Warga sekitar ini juga banyak pengertiannya, bagi sekolah-sekolah yang berada di area pemukiman ya masyarakat sekitar itu yang jadi warga sekitarnya, sedangkan bagi sekolah yang berada di pinggir jalan raya ya warga sekitarnya bisa jadi pedagang, atau warga perkampungan yang agak jauh dari sekolah,” jelas Anggriyan.

Intinya, pada tantangan pekan kelima program lingkungan hidup yang sudah 7 tahun berjalan ini Tunas Hijau mengajak sekolah untuk berbagi pengalaman, berbagi ilmu, memberikan edukasi kepada masyarakat di luar warga sekolah. “Sudah saatnya tim lingkungan hidup sekolah mengembangkan potensi kader lingkungannya dengan berbagi ilmu, pengalaman kepada masyarakat sekitar sekolah. Targetnya adalah masyarakat sekitar sekolah bisa tergerak untuk melakukan aksi nyata lingkungan bersama dan bisa berkelanjutan setiap minggunya dengan pendampingan dari sekolah tentunya,” pungkas Riyan, sapaan akrab Anggriyan. (ryn)

Keterangan Foto : Tantangan pekan kelima Surabaya Eco School 2017 adalah melakukan aksi nyata bersama dengan warga di sekitar sekolah.

2 thoughts on “Tantangan Pekan V : Aksi Nyata Bersama Warga Sekitar Sekolah

  1. Alhamdulillah warga sekitar SMP 19 yang sering terlibat membantu kegiatan lingkunngan adalah warga kampung Deles,smg bisa terlaksana untuk menjawab tantangang v..Bismillah

  2. Tantangan pekan kelima SES 2017 kali ini benar-benar tantangan yang sangat menantang. Karena harus benar-benar jeli dan selektif dalam menentukan waktu dan moment untuk dapat mengajak warga setempat di luar sekolah terlibat langsung dalam kegiatan aksi nyata lingkungan. Namun para pejuang lingkungan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan apapun.
    Semangat selalu untuk melestarikan lingkungan bersama Tunas Hijau Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *