Peringatan World Food Day 2017 atau hari pangan sedunia yang diepringati setiap tanggal 16 Oktober, dimaknai dengan cara berbeda oleh Mercure Hotel Grand Mirama. Mengundang lebih dari 26 orang guru pembina lingkungan dari 26 SD/Mi, SMP/MTs terpilih peserta program Surabaya Eco School 2017. Hotel bintang 4 ini bersama Tunas Hijau menggelar workshop world food day 2017 atau workshop pengolahan sisa bahan pangan bertempat di Ebisu Restoran, Senin (16/10).

Hotel yang mempunyai prinsip “Fight Againts Food Waste” ini menjadikan kulit dan bonggol bawang putih yang notabene sisa bahan masakan menjadi bahan baku pembuatan bunga daur ulang. DIsampaikan oleh Treti C, Talent and Culture Manager Mercure Hotel, workshop kali ini mengangkat tema 3R (Reduce, Reuse dan Recycle), salah satu tema yang digunakan adalah Reuse. “Kami memanfaatkan kembali kulit bawang putih yang tidak terpakai untuk diubah menjadi bunga,” ujar Treti.

Disinggung mengenai peserta workshop kali ini yang menghadirkan guru-guru pembina lingkungan, Maya, Marketing Communication, menjelaskan pihak hotel memiliki tujuan untuk membagikan pembelajaran mengenai pengelolaan lingkungan yang sudah dilakukan di hotel kepada mereka. Edukasi menjadi point penting yang dibagikan kepada guru-guru. “Dari workshop ini, kami berharap ibu-ibu dapat mempraktekkannya sendiri di rumah dan di sekolah. Kalau di sekolah kan bisa mengajak warga sekolah untuk mengasah kreativitas mereka,” jelas Maya.

Treti Christina, Talent and Culture Manager Mercre Hotel Grand Mirama menjelaskan mengenai tujuan dari workshop World Food Day 2017 kepada guru-guru pembina lingkungan peserta workshop dan menjelaskan tentag kompetitif setelah workshop, Senin (16/10)

Menariknya, workshop kali ini tidak hanya sebatas seremonial peringatan hari pangan belaka, Treti Christina, yang juga kepala HRD mengajak guru-guru untuk mengaplikasikan ilmu membuat kreasi bunga dari kulit dan bonggol bawang putih di sekolah dengan melibatkan warga sekolah. “Silahkan dipraktekkan sendiri di sekolah dengan melibatkan siswa bu hingga jadi bunganya. Nanti tanggal 9 November kami akan undang kembali untuk kompetisi merangaki bunga daur ulang menjadi bucket bunga bawang putih,” terang Treti.

Sebagai iming-iming hadiah, Treti menambahkan voucher menginap di Hotel yang terletak di di Jalan Raya Darmo No. 68 – 78 dan voucher makan di restoran Trimurti akan diberikan kepada pemenang lombanya. Hal tersebut mampu menjadi pemantik semangat dan motivasi bagi guru-guru pembina lingkungan. Salah satunya disampaikan oleh Siti Indayati, guru pembina SDN Kedung Cowek I. Menurutnya, workshop kali ini memberikan dirinya sebuah pengalaman dan pembelajaran yang baru.

“Menjawab tantangan yang disampaikan oleh pihak hotel, saya akan mengajak anak-anak untuk membuat kreasi bunga bawang putih ini. Saya akan mengaplikasikannya di sekolah karena ini jadi pengetahuan baru yang bisa meningkatkan kreativitas anak-anak,” ujar Siti Indayati. Selain workshop pengolahan sisa bahan makanan ini, Mercure Hotel juga memamerkan beberapa bibit tanaman sayur yang berasal dari sisa bahan pangan, seperti wortel, daun bawang dan cangkang telur ayam. (ryn)

Keterangan Gambar Utama : Guru pembina Lingkungan yang berasal dari 26 sekolah peserta Surabaya Eco School 2017 yang menjadi peserta workshop World Food Day 2017 yang diselenggarakan Mercure Hotel Grand Mirama bersama Tunas Hijau memperingati Hari Pangan Sedunia, Senin (16/10).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *