Teman Kejujuran bukan berarti teman yang selalu berkata jujur, di SDN Babatan IV “Teman Kejujuran” merupakan sebuah program inovasi hasil dari penjualan sampah kertas. Teman kejujuran berarti tempat makan kejujuran yang disediakan oleh tim lingkungan hidup untuk warga sekolah yang tidak membawa tempat makan sendiri. Tempat makan itu hasil dari penjualan 200 kg sampah kertas. Informasi tersebut disampaikan Afiq Hakim, guru pembina lingkungan saat pembinaan di sekolahnya, Rabu (11/10).

Dalam pembinaan dan pemantauan program Surabaya Eco School 2017, guru olahraga ini menjelaskan gerakan ini sebagai upaya pembiasaan warga sekolah dalam mengurangi penggunaan plastik kemasan. “Jadi kalau ada siswa yang tidak bawa tempat makan bisa pinjam gelas dan tempat makan di teman kejujuran ini, syaratnya selesai menggunakan harus dicuci kembali. Selain itu, mereka bisa memberikan sumbangan pada kotak yang ada di atas etalase. Tujuannya agar bisa menambah jumlahnya,” ucapnya.

Gerakan ini mendapat apresiasi dari Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau, sebagai upaya berkelanjutan mengajak warga sekolah untuk meminimalisir sampah plastik kemasan sekali pakai. “Kalau program ini dijalankan secara berkelanjutan dan bisa memberikan dampak pada perubahan pembiasaan warga sekolah untuk membawa tempat makan dan botol minum sendiri. DItambah di kantin sekolah juga sudah meminimalisir sampah plastik kemasan itu sudah bagus,” ucap Anggriyan.

Sementara itu, salah satu kendala yang dimiliki oleh kader lingkungan sekolah gabungan antara SDN Babatan IV dan SDN Babatan V adalah pelaporan kegiatan melalui media social. Kendala tersebut dikarenakan pelaporan hanya dilakukan oleh guru, sedangkan disisi lain guru memiliki jam terbang mengajar yang tinggi. “Ya kalau selama ini, kami mohon maaf kalau terlambat mengirimkan pelaporan kegiatan lingkungan. Tetapi, setiap tantangan mingguan Surabaya Eco School selalu kami realisasikan kak,” ucap Afiq.

Realisasi tantangan pekan ketiga direncanakan akan dilaksanakan pada Jumat atau Sabtu dengan mengajak petugas kantin sekolah bersama anak-anak mengolah sampah organik sisa makanan. Anggriyan mengajak kader lingkungan mengecek jalannya fasilitas lingkungan yang baru yakni tong komposter sebagai alat pengolahan sampah organik. Mochamad Haykal, siswa kelas 6, menyampaikan kalau sejak adanya tong komposter baru ini, anak-anak semakin giat mengisi tong komposter.

“Sudah dua minggu ini kak anak-anak giat banget untuk mengisi tong komposter dengan dedaunan yang banyak di sekitar sekolah,” ucap Haykal. Aktivis Tunas Hijau yang juga mahasiswa ilmu komunikasi menyarankan untuk mempercepat proses penguraian sampah organik di dalam tong komposter diberikan air cucian beras. Rencana kedepan, tiga buah keranjang komposter akan diadopsikan kepada petugas kantin dengan didampingi oleh kader lingkungan untuk mengolah sisa makanannya. (ryn)

Keterangan Foto : Kader Lingkungan Hidup SDN Babatan IV memperkenalkan program baru mereka yang bernama Teman Kejujuran yakni Tempat Makan kejujuran hasil dari penjualan sampah kertas realisasi challenge pekan pertama SES 2017.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *