Jumat dipilih sebagai hari yang tepat bagi kader lingkungan SMPN 20 merealisasikan tantangan pekan ketiga program Surabaya Eco School 2017. Alasannya, karena jumat besok merupakan jumat bersih, dimana warga sekolah akan melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Siswa di kelas akan membersihkan masing-masing kelasnya, kader lingkungan akan berkegiatan sesuai dengan kelompok kerjanya masing-masing, termasuk pokja sampah organik dan mading.

Informasi tersebut disampaikan oleh Sholeh Solevan, salah seorang kader lingkungan kelas 8 kepada Tunas Hijau saat pembinaan dan pemantauan program lingkungan di sekolahnya, Rabu (11/10). Menurut Sholeh, tim sampah organik berencana akan melakukan sosialisasi pengolahan sampah organik sisa makanan kepada petugas kantin sekolah. “Kami memiliki 9 orang petugas kantin kak, tetapi hanya separuhnya yang berpotensi menghasilkan sampah sisa makanan,”ucap Sholeh.

Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau mengajak puluhan kader lingkungan untuk mengecek kondisi keranjang komposter sebelum Jumatnya digunakan sebagai media sosialisasi pengomposan kepada petugas kantin. Dari 6 keranjang komposter yang sebelumnya sudah diaktifkan minggu lalu, hanya 3 keranjang komposter yang siap untuk dipakai. “Ya kalau tiga keranjang saja yang berhasil kalian rawat, kalian telateni untuk diisi sampah organik, berarti besok kalian bawa tiga keranjang ini,” pinta Riyan.

Sementara itu, menyambut digulirnya kompetisi yel-yel lingkungan hidup tingkat SMP pada 29 Oktober mendatang, sekolah yang terletak di daerah Dukuh Kapasan ini sudah melakukan beragam persiapan. Salah satunya adalah mempersiapkan kostum tim yel-yel lingkungan dengan memanfaatkan karung bekas yang disulap menjadi kostum daur ulang. “Kami masih akan mencari ide kreatif bagaimana membuat tampilan kostum yang menarik bagi tim juri nantinya,” ucap Kartini, salah seorang pembina lingkungan.

Dalam pembuatan kostum tim yel-yel lingkungan ini, Kartini melibatkan lebih dari 60 orang kader lingkungan. Mereka diminta untuk menjadikan karung bekas sebagai bahan baku kostumnya ditambah dengan potongan kain perca. Sebagai ajang uji coba, pekan lalu tim yel-yel mereka berhasil meraih juara kedua lomba yel-yel lingkungan yang diadakan oleh SMAN 12. “Sebagai ajang pemanasan sebelum lomba yel-yel Surabaya Eco School,  kemarin kami jadi terbaik kedua yel-yelnya tetapi masih perlu perbaikan di keserasian vocal dan alat musiknya kak,” terang Kartini. (ryn)

Keterangan Foto : Kader lingkungan SMPN 20 menyiapkan keranjang komposter yang akan digunakan untuk sosialisasi kepada petugas kantin cara pengolahan sampah organik sisa makanan menjadi kompos realisasi tantangan pekan ketiga SES 2017.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *