Pemimpin harus mampu mengayomi dan mau mengembangkan atau memajukan wilayahnya. Pemimpin bukan hanya memikirkan dirinya. Prinsip itu terpatri dalam diri Gardana Wong Alit. Beragam penghargaan diraih oleh Gardana yang lahir pada 22 Januari 2006 ini.

“Pada puncak peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli 2017 di Pekanbaru, Riau, saya mendapatkan penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA),” kata Gardana Wong Alit, yang juga siswa kelas 6 SDN Kaliasin I Surabaya ini.

Penghargaan nasional yang diterima langsung oleh Gardana pada Hari Anak Nasional 2017 itu adalah Tunas Muda Pemimpin Indonesia (TMPI) 2017. Program TMPI merupakan salah satu bentuk fasilitas pemerintah dalam mempersiapkan kader-kader pemimpin bangsa di masa yang akan datang yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Gardana saat Penganugerahan Tunas Muda Pemimpin Indonesia 2017 di Pekanbaru, Riau

Seleksinya dengan membuat esai dan video dari semua peserta yang merupakan siswa SD, SMP dan SMA/SMK dari kabupaten dan kota se-Indonesia. Setelah lolos seleksi pembuatan esai dan video yang dibuat peserta, Gardana menjelaskan bahwa tahap seleksi selanjutnya adalah wawancana oleh tim juri nasional.

Tidak semua anak bisa mengikuti seleksi program Tunas Muda Pemimpin Indonesia. “Anak-anak yang bisa mengikuti seleksi TMPI adalah yang mendapatkan mandat dari pemerintah kota/kabupaten tempat tinggalnya,” ujar Gardana yang jago bermain pedang dan juga pernah menjuarai kejuaraan Wushu tingkat kota, provinsi dan nasional ini.

Ada 4 siswa SD se Indonesia yang mendapatkan penghargaan sebagai Tunas Muda Pemimpin Indonesia, yang kali pertama digelar pada tahun 2017 ini. Selain Gardana adalah Fleycia Tandria Chen dari Pekanbaru, Rahayu Ingratrimulya dari Kediri, dan Fayanna Ailisha Davianny dari Depok.

Gardana mendapatkan mandat mewakili Surabaya bersama beberapa anak lain karena dia sebelumnya meraih predikat juara 2 Pelajar Pelopor SD Surabaya 2016. Dia sebelumnya juga mendapatkan penghargaan sebagai Pangeran Lingkungan Hidup 2016 yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau dan Pemerintah Kota Surabaya.

Gardana saat bersama Puteri Lingkungan Hidup 2016 Ailsa Araminta berinteraksi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla

Gardana menjelaskan bahwa penghargaan TMPI 2017, Pelajar Pelopor SD Surabaya 2016 dan Pangeran Lingkungan Hidup 2016 berawal dari aksi nyata proyek lingkungan hidupnya. “Saya membudi daya tanaman sirih di rumah dan sekolah. Saya  memulai untuk budidaya menggunakan beberapa metode stek,” terang Gardana.

Metode stek, Gardana menjelaskan, adalah  dengan memotong bagian batang tanaman tersebut dari induknya dan menanamnya dalam suatu media persemaian. “Cara lain yang bisa dilakukan ataupun cangkok, yakni menguliti dan memindahkannya ke wadah lain saat akar telah tumbuh,” terang Gardana.

Kampung tempat tinggalnya kini lebih bersih dan hijau dengan proyek lingkungan hidupnya. “Selain untuk tambahan perekonomian keluarga, budidaya tanaman sirih juga bisa sebagai penghijauan meskipun tidak ada lahan atau tanah kosong,” kata Gardana. Putra pasangan Mela Damayanti dan Sardiyoko ini mengajak teman-teman bermainnya untuk aksi lingkungannya ini.

Proyek budidaya tanaman sirih yang juga bermanfaat untuk obat seperti gatal-gatal ini kini mendapatkan dukungan dari masyarakat. Ia juga mengaku ingin mengubah pola pikir masyarakat agar lebih peduli kepada lingkungan. “Langkah kecil lain yang bisa kita lakukan untuk peduli lingkungan adalah membuang sampah dengan benar dan menampung air hujan,” lanjut Gardana.

Gardana termasuk tergolong anak dengan segudang pengalaman. Pada Oktober 2016 lalu Gardana bersama beberapa pemenang Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2016 juga mendapatkan kesempatan ke Australia untuk mengikuti rangkaian program lingkungan hidup bersama Tunas Hijau.

Beragam pengalaman menarik dimiliki Gardana. Dia juga pernah mendapatkan tugas mendampingi Gubernur Jawa Timur Kak Soekarwo melakukan aksi lingkungan hidup dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2016 Jawa Timur di Pandaan bersama Puteri Lingkungan Hidup Ailsa Araminta.

Pada puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2017, Gardana bersama Puteri Lingkungan Hidup 2016 Ailsa juga mendapat mandat mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Kak Jusuf Kalla yang berkunjung ke Pantai Kenjeran Surabaya. (ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *