Program pemilahan sampah non organik dan bank sampah SDN Dukuh Menanggal I Surabaya terus bergulir. Pada pembinaan lingkungan hidup Surabaya Eco School 2017 di sekolah ini, Rabu (11/10/2017), Tunas Hijau mendapati bahwa pengumpulan sampah non organik dari kelas-kelas dilaksanakan setiap Jumat.

“Dari penjualan sampah non organik bank sampah SDN Dukuh Menanggal I pekan lalu, dana yang didapatkan lebih dari Rp 500.000,” kata Daniar, guru pembina lingkungan hidup SDN Dukuh Menanggal I. Penjualan sampah non organik bank sampah selanjutnya akan dilaksanakan Jumat ini.

Daniar menjelaskan bahwa sosialisasi pemilahan sampah kertas sudah dilakukan di semua kelas. Namun, Tunas Hijau tidak mendapati ada tempat sampah khusus kertas di masing-masing kelas. Di salah satu kelas, Tunas Hijau meminta satu diantara dua tempat sampah yang ada agar diberi keterangan ‘khusus sampah kertas’.

Bila pengolahan sampah non organik berjalan dengan cukup baik, tidak demikian halnya dengan pengolahan sampah organik. “Keranjang pengomposan takakura letaknya masih jauh dari sumber sampah sisa makanan, yaitu kantin. Seyogyanya diletakkan di kantin,” saran Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni.

Sementara itu, pada hari yang sama, di SDN Menur Pumpungan Surabaya, Tunas Hijau mendapati pemilahan sampah kertas dilaksanakan dengan efektif. Ada tempat sampah khusus kertas di setiap kelas di sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 337 orang ini. Tempat sampahnya berupa karung sisa beras.

Pemilahan sampah kertas menggunakan karung dan ditempatkan di seluruh kelas

“Kami memilah sampah khusus kertas sejak challenge pekan pertama Surabaya Eco School 2017. Kami menempatkan karung untuk tempat sampah khusus kertas di masing-masing kelas,” kata Nur Saadah, guru pembina lingkungan hidup SDN Menur Pumpungan. Setelah sampah kertas terkumpul banyak, maka piket kelas memindahkannya ke ruang seni.

Kepala SDN Menur Pumpungan Sartini juga sangat tertarik ingin membuat lubang resapan biopori di halaman sekolah. “Kami akan membuka paving untuk dibuat lubang biopori,” kata Sartini. Upaya minimalisasi sampah kemasan makanan dan minuman sekali pakai juga disarankan Tunas Hijau untuk diterapkan di sekolah ini. (ron)

Keterangan foto utama: Tim lingkungan hidup SDN Dukuh Menanggal I Surabaya mengontrol sampah kertas di seluruh tempat sampah sekolah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *