Tim lingkungan hidup SDN Kaliasin VII Surabaya bersama Tunas Hijau mengoptimalkan pengomposan sampah organik dengan komposter aerob bantuan CSR Hotel Ibis Surabaya City Center pada pembinaan Surabaya Eco School 2017, Selasa (10/10/2017).

Pengoptimalan pengomposan itu dilakukan dengan mengisikan sampah dedaunan dari halaman sekolah dan sampah buah dari restoran hotel grup Accor yang terletak tidak jaduh dari lokasi sekolah itu.

Di sela-sela aksi pengomposan itu, Tunas Hijau menyarankan kepada karyawan kebersihan SDN Kaliasin VII Surabaya untuk langsung memasukkan sampah daun langsung ke dua komposter aerob di halaman sekolah ini.

Siswa kader lingkungan hidup SDN Kaliasin VII menyiapkan sampah daun dan buah sebelum diolah menjadi kompos

“Jadinya kurang efektif kalau pemilahan sampah organik dan non organik harus dilakukan setelah sampahnya tercampur seperti ini. Sebaiknya, pada saat menyapu halaman, sampah daunnya langsung dimasukkan ke tong komposter aerob ini,” saran Aktivis Senior Tunas Hijau Zamroni.

Saran itu disanggupi oleh karya kebersihan sekolah dengan disaksikan guru pembina lingkungan hidup SDN Kaliasin VII Asti. Kepala SDN Kaliasin VII Supriadi, di tempat terpisah, juga menyanggupinya.

Tunas Hijau juga mengajak seluruh warga sekolah itu untuk menyiramkan sisa air minum ke tanaman. “Jangan buang sisa air minum ke tempat sampah. Bisa menimbulkan bau tidak sedap dan merusak sampah yang ada di tempat sampah. Siramkan ke tanaman ya,” ujar Zamroni di depan lebih dari 250 orang siswa kelas 2 sampai kelas 6 sekolah itu.

Sisa air minum juga akan lebih bermanfaat bila disiramkan ke tanaman. “Langkah kita untuk menyiramkan sisa air minum ke tanaman sama seperti langkah kita untuk bersedekah ke panti asuhan. Sama-sama langkah untuk kebaikan,” ujar Zamroni.

Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni sosialisasi pengumpulan air sisa minum untuk tanaman kepada seluruh warga SDN Kaliasin VII

Sementara itu, dengan disaksikan guru pembina lingkungan hidup SDN Kaliasin VII Asti Susilaningsih, Kepala SDN Kaliasin VII Supriadi menyatakan kesanggupannya untuk meminta kantin sekolah untuk tidak menjual jajanan dan minuman dengan kemasan sekali pakai.

Asti Susilaningsih juga menunjukkan hasil rekapitulasi warga sekolah yang kedapatan membeli jajanan dan minuman di luar sekolah saat istirahat. “Siswa kader lingkungan hidup yang melakukan pengawasan. Jumlahnya terus berkurang dari sebelumnya,” kata Asti Susilaningsih sambil menunjukkan buku rekapitulasi yang dimaksud. (ron)

Keterangan foto utama: Siswa kader lingkungan hidup SDN Kaliasin VII bersama guru pembina Asti Susilaningsih mengolah sampah daun dan sisa buah ke dalam komposter aerob

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *