SDN Kaliasin I dan SDN Kaliasin III Surabaya, yang sebelumnya berada di satu komplek,  telah bergabung menjadi SDN Kaliasin I Surabaya sejak 18 September 2017. Tidak nampak ada penurunan kualitas program lingkungan hidup yang dilaksanakan di sekolah yang berlokasi di Jalan Gubernur Suryo ini.

Dengan jumlah siswa semula hanya sekitar 600 orang, jumlah siswa SDN Kaliasin I menjadi lebih dari 1200 orang setelah merger. Saat sebelum merger, banyak didapati penjual kantin SDN Kaliasin III menjual makanan dan minuman dengan kemasan sekali pakai.

“Semua penjual kantin kini sudah tidak lagi menjual makanan dan minuman dengan kemasan sekali pakai. Tepatnya sejak sepekan lalu setelah kami melakukan sosialisasi,” kata Sutiana, guru pembina lingkungan hidup SDN Kaliasin I Surabaya kepada Tunas Hijau saat pembinaan dan pemantauan Surabaya Eco School 2017 di sekolahnya, Senin (9/10/2017).

Saat Tunas Hijau melakukan wawancara kepada semua penjual kantin sekolah, memang benar bahwa tidak ada penggunaan kemasan plastik sekali pakai pada wadah makanan dan minuman yang dijual. Hanya ada satu penjual jajanan yang menggunakan wadah kertas.

“Sebaiknya tidak ada juga kemasan kertas yang digunakan untuk jajanan,” saran Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni kepada guru-guru pembina lingkungan hidup sekolah yang dikepalai oleh Mardiningsih ini.

Beberapa tempat sampah di lapangan depan sekolah masih didapati ada yang berisi sampah dedaunan. Beberapa komposter aerob di tepi lapangan juga didapati penuh dengan sampah daun. Sedangkan sebagian lain masih belum digunakan dan teronggok di sudut sekolah.

“Ini berarti masih perlu sosialisasi kepada karyawan kebersihan sekolah agar semua sampah daun langsung dimasukkan ke dalam komposter aerob yang ada,” saran Mochamad Zamroni.

SDN Kaliasin I juga disarankan untuk membuat target lingkungan hidup selama Surabaya Eco School 2017 seperti yang biasa diterapkan pada program wirausaha lingkungan hidup Ecopreneur.

Erni Dwi Suryaningtyas, koordinator pembina lingkungan hidup Surabaya Eco School SDN Kaliasin I, menjelaskan bahwa semua warga dibiasakan membawa tepak makan dan botol minum sendiri. “Kami juga terus melakukan sosialisasi lingkungan hidup ke kelas-kelas setiap harinya,” terang Erni Dwi kepada Tunas Hijau. (ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *