Pelaksanaan workshop I program Surabaya Eco School 2017 telah usai. Ratusan sekolah yang sudah terdata menjadi peserta program lingkungan hidup berkelanjutan ini siap untuk menggaungkan gema program ini setelah melakukan sosialisasi di sekolah masing-masing. Tantangan pada pekan pertama program yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya sudah siap menyambut mereka mulai pekan ini, Senin (25/09).

Hegemoni aksi Bersih-Bersih Pantai Kenjeran Surabaya minggu kemarin, diharap mampu membawa semangat yang besar ke sekolah. Sehingga tujuan tantangan pekan pertama adalah menjaga keberlanjutan kegiatan lingkungan yang dilakukan oleh warga sekolah. Tantangan pekan pertama adalah pembentukan tim lingkungan hidup dan melakukan pemilahan sampah khusus kertas. Disampaikan oleh Bram Azzaino, aktivis senior Tunas Hijau, pemilahan sampah yang diinginkan Tunas Hijau adalah pemilahan sampah yang tuntas mulai awal hingga akhir.

“Pemilahan sampah yang kami inginkan sistematisnya harus dipastikan tuntas mulai awal hingga akhir. Jadi, setelah dipilah di kelas oleh siswa, tim lingkungan hidup harus bisa memastikan kalau sampah terpilah tersebut tuntas dipilah lagi oleh penjaga sekolah saat membuang sampahnya. Tapi, kalau dari siswa di dalam kelas dipilah, lalu oleh penjaga sekolah dicampur lagi di Tempat Pembuangan Sampah Sementara di dalam sekolah ya sama saja,” jelas Bram Azzaino.

Sementara itu, terkait dengan pembentukan tim lingkungan hidup, Satuman, aktivis senior Tunas Hijau mengatakan pembentukan tim lingkungan kalau bisa terdiri dari stakeholders sekolah bukan hanya siswa dan guru saja. “Tim LH itu bisa terdiri dari siswa, guru, kepala sekolah, penjaga sekolah, pak bon, petugas kantin hingga walimurid. Kalau sudah dibentuk tinggal buat kelompok-kelompok kerja, nantinya setiap kelompok kerja harus ada guru pendampingnya,” ujarnya.

“Setiap kali melakukan realisasi tantangan pekan pertama, silahkan di dokumentasikan, setelah itu diunggah ke media sosial instagram sendiri, setelah itu diberi keterangan foto artikel singkat 4 paragraf dengan kaidah 5W+1H. Kemudian ditandai atau di tag ke instagram Tunas Hijau @tunashijauid sebagai cara pelaporan kegiatannya,” imbuhnya. Diharapkan pelaksanaan tantangan dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan warga sekolah bukan hanya sekedar dari tim lingkungan hidup saja.

Tantangan mingguan ini memiliki batas pelaksanaan selama satu minggu. Setiap sekolah mempunyai waktu selama seminggu mulai dari hari ini, Senin hingga Minggu (25 – 1 Oktober) untuk menjalankan tantangannya. “Kalau tim LH di setiap sekolah sudah terbentuk bersama dengan program lingkungan untuk Surabaya Eco School 2017, akan lebih baik bila Tim LH tersebut mendapatkan pengesahan dari kepala sekolah dan diumumkan kepada warga sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Anggriyan Permana, aktivis senior Tunas Hijau, menambahkan bahwa dalam pelaksanaan tantangan setiap minggunya, setiap sekolah diwajibkan mencantumkan data terukur selama kegiatan lingkungan. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan pengolahan sampah kertas di sekolah. “Salah satu cara paling mudah untuk mengolah sampah kertas adalah dengan melakukan pengumpulan, kemudian pemilahan jenis kertas lalu dijual kepada tukang loak,” terang Anggriyan, (ryn)

Keterangan Foto : Tantangan Pekan Pertama Surabaya Eco School 2017 adalah pembentukan Tim LH dan pemilahan sampah kertas untuk periode 25 September – 1 Oktober 2017.

 

2 thoughts on “Tantangan Pekan I SES 2017 : Bentuk Tim LH dan Pemilahan Sampah Khusus Kertas

  1. Kader Lingkungan Morsa siap menyambut tantangan pekan pertama Surabaya ecoschool 2017!
    Alhamdulillah challenge poin 1 sudah terealisasi dari 1 minggu sebelumnya yaitu pembentukan tim lingkungan hidup di SDN Morokrembangan 1 Surabaya.
    Insyaallah poin kedua akan segera terealisasi minggu ini karena SDN Morokrembangan 1 Surabaya telah melakukan pemilahan sampah dari tahun lalu, tinggal tugas para kader untuk mengolah sampah kertas yang telah terkumpul.
    Selamat Datang Surabaya ecoschool 2017! Morsa Juara!

  2. SMPN 40 telah membentuk tim kader LH. tinggal menambahkan dari unsur wali siswa dan karyawan. Agar semua unsur terlibat di dalamnya. Jika sebuah tim work terdiri dari semua lapisan terlibat di dalamnya, maka roda perputaran program kegiatan akan berjalan dengan efektif dan efisien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *