Sebanyak 300 orang lebih siswa SMPN 11 kompak memakai topi petani atau biasa disebut caping yang seringkali digunakan oleh petani untuk membajak sawah. Namun, saat itu mereka sedang berada di tepi Pantai Watu-watu Nambangan. Pastinya, bukan untuk membajak sawah, melainkan mengikuti aksi gotong royong Bersih-Bersih Pantai Kenjeran Surabaya, Minggu (24/09).

Ratusan orang yang sedang memungut sampah dengan dibekali karung glangsing ini tampil unik dengan kostum daur ulang dan capingnya. Mereka adalah peserta aksi Bersih-Bersih Pantai Kenjeran yang diselenggarakan dalam rangkaian program Surabaya Eco School 2017 dan peringatan Clean Up the World 2017. Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama dengan Pemerintah Kota Surabaya, komunitas Bicara Surabaya, PDAM Surya Sembada dan Mercure Grand Mirama Hotel.

Disampaikan oleh Suminah, guru Pembina lingkungan SMPN 11, caping yang digunakan oleh siswanya merupakan karya buatan mereka sendiri. “Awalnya, saat guru-guru pergi ke Jogja, mau beli caping untuk 5 orang saja. Sayapun memiliki ide agar saat bersih-bersih Pantai Kenjeran nanti, anak-anak memakai caping yang ada pesan lingkungannya,” ucap Suminah.

Guru pengajar Matematika ini kemudian mewajibkan seluruh siswa kelas 7 yang berjumlah 300 orang lebih untuk membuat sendiri caping yang memiliki pesan lingkungan. Memanfaatkan mata pelajaran seni budaya dan prakarya, anak-anak yang sebelumnya menyiapkan caping sendiri dari rumah dibebaskan untuk mewarnai capingnya asalkan mempunyai pesan lingkungan.

Kostum caping ini digunakan bukan hanya siswa kelas 7 tetapi digunakan pula oleh guru-guru, sedangkan disisi lain siswa kelas 8 yang tergabung dalam tim lingkungan hidup juga tampak kompak memakai kostum baju daur ulang yel-yel lingkungan tahun lalu. Melalui penggunaan dua kostum unik ini, sekolah yang berada di daerah Sawah Pulo ini berhasil meraih pengharagaan Walikota Surabaya sebagai sekolah dengan kostum  terunik saat bersih-bersih Pantai Kenjeran.

Dalam kegiatan bersih-bersih Pantai Kenjeran yang menjadi bagian dari Clean Up the World yang dilaksanakan di pekan ketiga bulan September ini  didukung pula oleh Java paragon Hotel and Residence, Hotel Grand Darmo, Hotel Tab Surabaya dan Hotel Tab Capsule Surabaya. (ryn)

Keterangan Foto : SMPN 11 yang meraih penghargaan Walikota Surabaya sebagai sekolah dengan kostum terunik saat aksi Bersih-Bersih Pantai Kenjeran Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *