Pramuka Gugusdepan 0883-0884 pangkalan SDN Poter 1 Tanahmerah, Kabupaten Bangkalan, terus menggelorakan gerakan peduli lingkungan hidup melalui aksi pembuatan lubang resapan biopori. Mereka siap menjadi yang pangkalan Pramuka pertama di Jawa Timur yang berhasil membuat 500 lubang resapan biopori di tahun 2017 ini.

Gebyar aksi masal pembuatan lubang resapan biopori mereka lakukan gugusdepan melibatkan 3 sekolah sekitar mereka, Sabtu (23/9/2017). Sekolah yang terlibat pada gebyar aksi itu adalah SD Negeri Patemon, SD Negeri Poter 2, dan SD Negeri Basanah, Kecamatan Tanahmerah, Kabupaten Bangkalan.

“Ada sekitar 200 orang yang kami libatkan pada gebyar aksi pembuatan lubang resapan biopori di lapangan samping SDN Poter 1 ini. Kami juga mengajak serta pimpinan Kwarran Tanahmerah dan pengurus Kwarcab Bangkalan pada aksi ini,” kata Pembina Pramuka Gudep 0883 Aan Hari Wibowo.

Kepala SDN Poter 1 Tanahmerah, Bangkalan, Suyati memimpin aksi pembuatan lubang resapan biopori

Andalan Daerah Urusan Lingkungan Hidup Kwarda Jatim Mochamad Zamroni menjelaskan kepada para peserta aksi bahwa pembakaran sampah, khususnya sampah organik seperti dedaunan kering tidak boleh lagi dilakukan. “Semua sampah organik bisa bermanfaat  dengan kita masukkan ke dalam lubang resapan biopori,” kata Zamroni di lapangan samping SDN Poter 1.

Dijelaskan oleh Zamroni, bahwa bila sampah organik atau sampah dedaunan dibakar maka akan menyebabkan polusi udara. “Bila sampah organik dimasukkan ke dalam lubang resapan biopori, maka akan bisa menjadi makanan cacing dan biota tanah lainnya. Tanah akan subur. Air hujan juga akan semakin banyak meresap ke dalam tanah,” jelas Zamroni, yang juga aktivis senior dan presiden Tunas Hijau ini.

Ditambahkan oleh Aan, bahwa ada 150 lubang resapan biopori dengan diameter 12 cm dan kedalaman minimal 100 cm yang sebelumnya dibuat Gugusdepan 0883-0884 pangkalan SDN Poter 1 Tanahmerah ini. “Dengan aksi gebyar Sabtu ini (23/9/2017), jumlah lubang biopori menjadi 425 lubang,” tambah Aan seusai aksi.

Lubang biopori yang dibuat dengan melibatkan warga sekolah sekitar itu selanjutnya diisi dengan sampah organik pasar tradisional sekitar sekolah. “Ada tim kami yang mengumpulkan sampah organik pasar pagi ini sekaligus mengedukasi lingkungan hidup warga pasar,” jelas Aan.

Aksi biopori ini melibatkan 3 sekolah sekitar, yaitu SD Negeri Patemon, SD Negeri Poter 2, dan SD Negeri Basanah Bangkalan

Kepala SDN Poter 1 Tanahmerah, Bangkalan, Suyati mengaku bangga dengan respon masyarakat dan sekolah sekitar terhadap aksi pembuatan lubang resapan biopori ini. “Semoga semakin banyak lubang biopori yang bisa dibuat di tanah Madura ini, sehingga semakin banyak sampah organik bisa digunakan untuk menyuburkan tanah. Semoga semakin banyak air hujan bisa diresapkan ke dalam tanah,” harap Suyati.

Sementara itu, mobil edukasi lingkungan hidup keliling Eco Mobile PJB – Tunas Hijau turut mendampingi aksi itu bersama Kwarda Jatim. Bersama mobil yang dilengkapi mini theatre dan pembangkit listrik tenaga surya ini, warga sekolah ini mendapat pembinaan lingkungan hidup pada pagi hari sebelum aksi digelar. (ron)

Keterangan foto utama: Pramuka SDN Poter 1 Tanahmerah, Bangkalan menargetkan bisa membuat 500 lubang resapan biopori

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *