Sosialisasi mengenai program Pahlawan Hijau-Jam Hijau yang merupakan wujud apresiasi terhadap individu-individu yang rela meluangkan waktunya demi lingkungan sudah dilakukan saat workshop Surabaya Eco School 2017. Salah satu kegiatan yang bisa dijadikan isian di form jam hijau adalah kegiatan Bersih-Bersih Pantai Kenjeran Surabaya yang akan digelar Minggu, 24 September. Secara khusus, peserta aksi bersih-bersih akan mendapatkan bonus jam hijau sebanyak 180 menit.

Pemberian ekstra bonus tersebut sebagai tambahan hadiah untuk peserta yang sebelumnya mendapatkan piagam internasional. Pada kegiatan Bersih-Bersih Pantai Kenjeran yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, PT. Dharma Lautan Utama, Mercure Grand Mirama Hotel dan komunitas Bicara Surabaya ini menjadi ajang bagi peserta untuk mengumpulkan berbagai macam penghargaan mulai dari piagam, bonus jam hijau hingga penghargaan khusus dari Walikota Surabaya.

Menurut penuturan Satuman, aktivis Tunas Hijau, pemberian bonus jam hijau ini bertujuan sebagai penyemangat agar mereka lebih giat lagi menjalankan program lingkungan di sekolahnya masing-masing. “Dengan tambahan 3 jam ini, semangat mereka akan kembali tinggi untuk menjalankan program lingkungan di sekolah. Karena visi mereka adalah mengumpulkan sebanyak mungkin perolehan menit dari setiap kegiatan lingkungan yang mereka lakukan,” ujar Satuman.

Sementara itu, program Pahlawan Hijau-Jam Hijau kali ini dimulai sejak 1 Agustus 2017 hingga 31 Januari 2018. Panjangnya durasi untuk setiap individu di sekolah agar bisa mengumpulkan poin menit demi menit bertujuan agar program lingkungan yang ada di sekolah bisa dijalankan secara berkelanjutan dengan Jam Hijau sebagai pemicunya. “Sejak awal Agustus lalu, silahkan di data kegiatan lingkungan berkelanjutan apa yang sudah dilakukan, minimal 50 jam saja sudah dapat perunggu,” imbuh aktivis berperawakan tinggi.

Disisi lain, Tunas Hijau menghimbau kepada seluruh peserta Bersih-Bersih dari sekolah agar tidak menggunakan tajuk program Jam Hijau sebagai tujuan akhirnya. “Kalau semua bertujuan untuk memperoleh jam hijau, lalu saat bersih-bersih Pantai Kenjeran hanya dijadikan ceremony atau sekedar formalitas saja ya sama dengan bohong. Malah, kami meminta agar perspektif tujuannya diubah agar Pantai Kenjeran yang merupakan satu-satunya pantai milik Surabaya bisa lebih bersih dan indah dari tahun-tahun sebelumnya jauh dari sampah anorganik,” ucap oneman.

Peserta Bersih-Bersih Pantai Kenjeran diharapkan untuk menyiapkan kebutuhan yang menjadi faktor keselamatan bagi diri masing-masing. Seperti kebutuhan topi, masker, sarung tangan yang menjadi perlengkapan pribadi. “Karena cuaca yang terik, maka butuh topi agar peserta tidak merasa kepanasan, begitu juga masker dan sarung tangan. Kalau ada yang tidak mau terlalu kotor bisa memakai sarung tangan dan masker agar bau sampahnya tidak terlalu menusuk hidung,” pungkas Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau. (ryn)

Keterangan Foto : Piagam penghargaan Pahlawan Hijau – Jam Hijau  dan pin jam hijau siap diberikan kepada peserta Bersih-Bersih Pantai Kenjeran Surabaya sebagai tambahan bonus sebanyak 180 menit.

One thought on “Peserta Bersih-Bersih Pantai Kenjeran Dapat Bonus Jam Hijau 180 Menit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *