Edukasi lingkungan hidup sangat erat sekali dengan perilaku atau kebiasaan seseorang. Fakta tersebut yang disampaikan Bambang Soejodari, aktivis senior Tunas Hijau, pada sosialisasi “Zero Waste” di hadapan puluhan Kader Adiwiyata SMPN 3 Surabaya, Rabu (20/9). “Menghasilkan sampah lebih mudah dari pada mengolah sampah, sehingga membuat sampah yang menumpuk lebih banyak daripada yang terolah,” kata Bambang Soerjodari.

Sosialisasi ini merupakan rangkaian dari program Surabaya Eco School 2017 yang mengusung tema “Zero Waste”. Tak hanya sosialisasi, Nanik Irawati, salah satu Pembina Adiwiyata, menyampaikan bahwa ada pengukuhan pengurus baru dan anggota baru kader Adiwiyata. Pembentukan tim dan sosialisasi merupakan realisasi tantangan pekan pertama Surabaya Eco School. Selama sepekan Kader Adiwiyata tinggal melakukan aksi pengolahan sampah dan pelaporan kegiatan melalui media sosial instagram.

“SMPN 3 Surabaya siap totalitas untuk berpartisipasi pada program Surabaya Eco School 2017. Mandat Kepala Sekolah tahun ini kita harus bias menunjukan bahwa SMP Negeri 3 bisa menjadi sekolah yang berwawasan dan berbudaya lingkungan hidup,” ujar pembina yang akrab disapa “Bu Nanik” ini.

Sosialisasi zero waste bersama Eco Mobile PJB

Berbagai aksi dan rencana kegiatan lingkungan hidup tengah disiapkan. Salah satunya aksi “Semut”  (Sejenak Memungut Sampah), pembiasaan membawa bekal dari rumah memanfaatkan tempat yang bias digunakan berulang kali dan aksi nyata penghematan energi listrik.

Tak mau kalah, Dini Ardila, ketua Kader Adiwiyata SMPN 3 Surabaya, mengajak seluruh anggotanya untuk mengikuti program jam hijau. “Semua nanti saya arahkan untuk mengikuti jam hijau. Program penghargaan jam hijau membantu program kerja agar setiap kader lingkungan bias memenuhi targetnya,” ujar siswi yang kerap disapa Dini. Sejak kelas VII, Dini selalu menunjukan kepeduliannya melalui aksi-aksi nyata yang sederhana seperti berpartisipasi mengikuti kegiatan lingkungan hidup bersama Tunas Hijau.

Sementara itu permasalahan sampah menjadi momok tidak hanya bagi manusia tapi juga seluruh makhluk hidup. Menurut Fery Subagyo, aktivis Tunas Hijau, banyak sampah yang mencemari lingkungan, khususnya sampah plastik. “Plastik susah terurai sehingga menjadi rawan dapat melukai hewan. Penyu, ikan dan biota lainnya yang mudah tertipu, karena dikira makanan oleh hewan tersebut,” terang Fery. (one)

Keterangan foto utama: Tunas Hijau mengukuhkan siswa kader Adiwiyata SMPN 3 Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *