Workshop I Surabaya Eco School 2017 untuk SD wilayah UPTD 1 di SMPN 36 berlangsung meriah, Selasa (12/9). Pembina kader lingkungan hidup dari berbagai sekolah saling bertukar pengalaman selama mengikuti program Surabaya Eco School tahun sebelumnya.

Diantaranya Shanti Sri Rejeki, guru Pembina lingkungan hidup SDN Airlangga I. Dia mengajak seluruh peserta untuk memperhatikan kondisi lingkungan hidup juga dari segi kesehatan. “Kata sehat tidak bias berdiri sendiri, harus didukung lingkungan yang bersih, bebas polusi, zero waste dan tidak banyak pencemaran,” Shanti, yang juga guru kelas 1.

Pendapat Shanti ini didukung juga oleh pembina lingkungan hidup SDN Dukuh Menanggal I Sri Kis Untari. “Lingkunganhidup yang lestari itu harus dimulai dari diri sendiri. Tidak perlu repot-repot mengajak banyak orang kalau diri sendiri belum bisa zero waste,” terang Kis Untari yang sudah mengikuti program Surabaya Eco School sejak tahun 2015. Menurut Kis Untari, program pembiasaanyang paling mudah adalah operasi semut atau sejenak memungut sampah.

Kendala paling umum yang dialami banyak sekolah workshop I SES adalah memulai program lingkungan. “Beberapa sekolah bingung untuk mengawali aksi peduli lingkungan khusus pada program Surabaya Eco School,” terang Bram Azzaino, aktivis senior Tunas Hijau.

Bram menganjurkan untuk mengawali dengan membentuk tim dan memulai aksi peduli lingkungan dengan mengolah sampah. “Bisa dengan memilah sampah, mengomposkan sampah organik dengan berbagai media seperti keranjang atau tong aerob,” imbuhnya.

Menariknya, mobil edukasi lingkungan hidup keliling Eco Mobile PJB ikut berpartisipasi dalam menginspirasi peserta Workshop I SES 2017  dalam pengolahan sampah maupun edukasi lingkungan hidup. Pengolahan sampah kertas yang terpilih dimanfaatkan untuk membuat kertas daur ulang dengan sederhana dan ramah lingkungan. “Terdapat ratusan buku lingkungan hidup yang dapat dibaca ketika istirahat workshop nanti Ibu-Ibu,” ajak Fery Subagyo, aktivis Tunas Hijau.

Workshop kali ini diikuti 45 sekolah dasar yaitu SDN Airlangga I, SDN Dukuh Menanggal I, SDN Wonokromo III, SDN Sawunggaling I, SDN Sawunggaling VII, SDN Ketintang II, SDN Jemurwonosari III, SD An-Najwah, SDN Karah III, SDN Ngagel I, SDN Baratajaya, SDN Jemurwonosari I, SDN Kertajaya IX, SD Laboratorium UNESA, SDN Margorejo VI, SDN Airlangga III, SDN Kertajaya V, SDN Siwalankerto I, SDN Mojo III, SD Fajar Jaya, SDN Gubeng III, SDN Menanggal 601, SDN Mojo I dan SDN Kertajaya.

Ditambah lagi dari SDN Gayungan II, SDN Ketintang IV, SDIT Al-Uswah, SDK Santo Carolus, SD Taqwa, SDN Ketintang I, SD Ahmad Yani, SD Nurul Huda, SD Muhammadiyah IV, SDN Dukuh Menanggal I, SDN Ngagel Rejo V, SDN Sawunggaling VIII, SDN Percobaan Surabaya, SDN Jambangan I, SDN Jemur Wonosari II, SDN Bendul Merisi, SD Muhammadiyah 16, SDN Gayungan I, SDN Ngagel Rejo III, SDN Kertajaya IV, SDN Gubeng I dan SDN Mojo VI. (one)

Keterangan foto: Guru-guru SD wilayah UPTD Surabaya 1 peserta Workshop I Surabaya Eco School 2017 diajak mendaur ulang sampah kertas dengan mobil edukasi lingkungan hidup keliling Eco Mobile PJB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *