92 Sekolah Dasar wilayah UPTD BPS Surabaya 2 mengikuti Workshop I Surabaya Eco School 2017 yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya di SMPN 23 Surabaya, Senin (11/9/2017). Workshop ini dibuka oleh Kepala UPTS BPS Surabaya 2 Suwanu.

Dalam pengarahannya, Suwanu meminta semua guru yang mengikuti workshop lingkungan hidup ini untuk menindaklanjutinya dengan aksi nyata. “Seringkali yang menjadi kendala di lapangan dalam pengelolaan sampah adalah urusan perut, khususnya ketika kita mengajak penjual makanan dan minuman di sekitar sekolah,” kata Suwanu menjelaskan pengalamannya meminimalisasi sampah di salah satu sekolah wilayahnya.

Workshop ini diawali dengan sesi berbagi potensi dan pemasalahan lingkungan hidup di sekolah. “SDN Rangka VI meminta seluruh siswanya untuk membawa bekal makanan dan minuman dengan kemasan yang bisa digunakan berulang kali. Kami juga menyediakan gelas dan piring bagi siswa yang lupa bawa dan ingin beli makanan dan minuman di luar sekolah,” kata Shinta, guru SDN Rangkah VI Surabaya.

Erjiyah, guru Sekolah Adiwiyata Mandiri SDI Yamassa Surabaya mengajak semua guru untuk ikhlas dan sepenuh hati dalam melaksanakan program lingkungan hidup di sekolah. “Kami mengajak bapak dan ibu guru sekalian untuk menganggap aksi kepedulian lingkungan hidup ini sebagai ibadah,” tutur Erjiyah.

Sekolah-sekolah yang hadir pada workshop ini adalah SDN Tambaksari III, SDN Rangkah IV, SDN Nginden Jangkungan I, SDN Nginden Jangkungan II, SD Yamastho, SD Bethany CS, SD SAIM, SDN Kalirungkut I, SDN Medokan Ayu I, SDN Rungkut Kidul I, SDN Gunung Anyar Tambak 628, SDN Gading V, SDN Gading I, SDN Wonorejo 274 dan SDN Gading IV.

Hadir juga SDN Klampis Ngasem II, SD Wachij Hasyim 2, SDN Ploso V, SDN Pacar Keling VIII, SD Muhammadiyah 26, SDN Gading III, SD Kr Buah Sulung, SD Kr YBPK, SD Rangkah 6, SD Muhammadiyah 3, SDN Rangkah I, SD Mardisiwi, SD Mandala II, SDI Bahrul Ulum, SDK Santa Theresia 2, SDK Santa Theresia 1, SDN Pacar Kembang IV, SDN Pacar Keling X, SDN Semolowaru IV dan SD Putra Indonesia.

Ada juga SDN Gununganyar 273, SDN Menur Pumpungan II, SDN Medokan Semampir I, SD Muhammadiyah 18, SD Al Huda, SD Mardi Putera, SD Bright Kiddie 3, SDI Al Mufidah, SD Wali Idris, SDN Kejawan Putih I, SD Kr Anak Panah, SD Al Mubarok, SDN Medokan Semampir I, SDN Kalisari I, SDN Medokan Ayu II, SD Yamassa, SDN Ploso I, SD Godwins School, SDN Klampis V, SD Widya Adi P, SDN Menur Pumpungan IV dan SDN Ploso III.

Hadir juga SD Dahlanuddin, SDN Penjaringansari II, Mi Safinda, SDN Pacarkeling VII, SDN Pacarkeling VI, SDN Kutisari II, SDN Semolowaru I, SDN Menur Pumpungan, SDN Rungkut Menanggal II, SDN Kedung Baruk I, SDN Pacarkembang I, SDN Rungkut Menanggal I, SDN Gading VIII, SD Mentari Kasih, SD Kartika Nasional, SD Bisma Dua, SDN Klampis Ngasem I, SDN Rangkah VI, SDN Pacarkeling IX, SDN Pacarkeling I, dan SD Iskandar Said.

Sekolah lainnya adalah SDN Pacarkeling V, SDN Tambaksari I, SDN Kendangsari II, SDK St Maria Regina, SDN Penjaringansari I, SDN Diponegoro, SDN Tenggilis Mejoyo I, SDN Keputih 245, SD Kreatif Annur, SDN Kendangsari I, SDN Panjangjiwo I, SDI Ash Shiddiqii, SDN Rungkut Kidul II, SD Al Islah, SDN Sutorejo I, SD Baitul Amien dan SDN Klampis Ngasem III. (ron)

4 thoughts on “Urusan Perut, Kendala Pengelolaan Sampah SD

  1. Karena khawatir kalau sampahnya dipilah oleh kader lingkungan ceperan dari sampah plastik dan kardus jadi berkurang, makanya mereka yang merasa jatahnya berkurang jadi terancam penghasilan tambahannya.

  2. Memang tidak mudah untuk mengajak masyarakat di sekitar sekolah unt berperan aktif dalam melestarikn lingkungan. Terutama para pedagang baik di dalam maupun di luar lingkungan sekalah. Meski kebijakan telah diterapkan, berbagai slogan & imbauan telah dipasang, diajak pula untuk berkoordinasi namun masih saja sulit untuk menyadari betapa pentingnya melestarikan bumi, dan betapa berbahayanya kemasan plastik bagi kesehatan manusia & lingkungan sekitarnya.

  3. semoga kedepannya jauh lebih baik dari sekrg,dari niat baik membentukgenerasi emas yg berakhlak mulia,Amin..jazakumulloh khoiyron

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *