Warga kelas 6 Nitrogen SDN Kaliasin I sepakat 3 kata untuk menggambarkan sosok Pangeran Lingkungan Hidup 2017 yang baru adalah Pintar, Kreatif dan Kaku. Alasannya, Muhammad Caizar Antsalasa Laga, yang terpilih menjadi Pangeran Lingkungan Hidup 2017 cepat selesai mengerjakan tugas yang diberikan guru di kelas, siswa yang kreatif namun kaku dalam berkomunikasi dengan teman-temannya. Berkat program Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup, Caizar sapaan akrabnya mulai berubah menjadi anak yang cakap berkomunikasi meski tetap dengan karakter kakunya.

Mengawali proyek lingkungan hidup budidaya tanaman kelor atas rekomendasi sang ibu, anak bungsu dari 4 bersaudara ini menjelaskan suka dukanya dalam membudidayakan hingga mensosialisasikan manfaat daun kelor. Menurutnya, sebelum digelar seleksi tahapan pertama Pangeran dan Puteri LH 2017, sang ibu yang merekomendasikan budidaya tanaman kelor membantunya mulai proses pembibitan hingga perawatan  dengan didampingi Tri Wahyuningtyas, yang merupakan guru pembina Pangput .

“Tanaman kelor itu tanaman yang susah-susah gampang kak, tanaman kelor itu egois kalau tanamannya dijadikan satu dengan tanaman lain, pasti tanaman kelornya mati. Tanaman kelor juga bisa mati dikarenakan pergantian cuaca. Mami dampingi saya selama sebelum seleksi satu hingga seleksi ketiga,” ucap Caizar. Saat ini, dirinya sudah mempunyai 3 tanaman kelor di rumah dan beberapa tanaman kelor yang sudah tersebar di sekolah. Tanaman kelor yang sudah adapun dimanfaatkan daunnya untuk dijadikan olahan teh daun kelor.

Disampaikan oleh siswa yang merupakan pindahan dari SD Al Fallah, selama hampir 7 bulan mengembangkan proyek lingkungannya, dirinya pernah gagal dalam mengembangkan proyeknya. Cerita tersebut terjadi sebelum digelarnya seleksi I. “Kegagalan saya dulu itu dikarenakan tanaman kelor yang saya tanam itu berada di dalam pot yang sama dengan tanaman lain, dari sinilah saya akhirnya banyak belajar tentang tanaman kelor, terutama karakteristiknya yang mati bila di area tanamnya ada tanaman lain,” ucapnya.

Caizar. siswa SDN Kaliasin I merupakan Pangeran Lingkungan Hidup 2017 yang baru terpilih menjelaskan cara perawatan tanaman kelor kepada teman-teman sekelas yang menjadi timnya

Disinggung mengenai sosok yang berjasa bisa mengantarkan dirinya meraih predikat Pangeran Lingkungan Hidup 2017, Caizar dengan tegas menjawab tim Lingkungan Hidup sekolah, sang bunda dan kakak. “Selain sekolah, mami itu orang yang paling berjasa, karena mami itu yang ngajari saya budidaya, mengolah tanaman kelor menjadi olahan teh. Jadi setelah dirasa saya tahu tentang tanaman kelor, sejak seleksi keempat mami hanya membantu memberikan penjelasan tambahan kepada orang lain bila mereka masih belum jelas terhadap penjelasan saya kak,” pungkas Caizar.

Sementara sang kakak, berjasa dalam bidang publikasi dari setiap pengembangan proyek lingkungan hidup yang dilakukan oleh putra pasangan Lakoni Wiranegara dan Gandes Mustika Ningtyas. “Kakak itu bagian yang buat poster, brosur untuk dibagikan kepada orang lain saat sosialisasi tanaman kelor, desain banner dan publikasi mengenai pengembangan proyek lingkungan saya melalui akun media sosial,” ucap siswa yang dikenal suka usil.

Rencana kedepannya, dirinya ingin membudidayakan tanaman kelor untuk dibagikan kepada masyarakat. Selain itu, dirinya mencoba membuat olahan dari daun kelor yakni kue cubit dan jus daun kelor. “Saya ingin mensosialisasikan kepada masyarakat luas tentang manfaat dan khasiat mengonsumsi daun kelor, sebelumnya kan saya sudah membuat teh daun kelor, nah kini saya masih mencoba membuat kue cubit, saya belajar ke pembuatnya di Jakarta,” imbunya. (ryn)

Keterangan Foto : Muhammad Caizar Antsalasa Laga, siswa SDN Kaliasin I yang menjadi Pangeran Lingkungan Hidup 2017 berkat proyek lingkungan hidup budidaya tanaman kelor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *