Siapa yang mengira, berawal dari pengalaman keluarganya yang sudah merasakan khasiat dari daun binahong, ternyata mampu membawa siswa kelas 6 SDN Ujung IX ini menjadi Puteri Lingkungan Hidup 2017. Devina Syafa Vellisa, siswa yang dikenal awalnya adalah pribadi pemalu dan kalem ini kini bermetamorfosis menjadi pribadii yang ramah, cakap berbicara pasca dirinya dinobatkan menjadi Puteri LH 2017 akhir bulan Agustus lalu di Graha Sawunggaling. Berkat proyek lingkungan yang dipilihnya yaitu budidaya tanaman binahong dengan memanfaatkan botol bekas.

Siswa kelahiran 30 Oktober 2005 ini memulai proyeknya pada awal Januari di rumah dengan pembibitan tanaman binahong sebanyak 20 botol. Dengan komitmennya yang kuat, bersama dengan keluarga dan tim lingkungan di sekolah, Ivel, sapaan akrab Vellisa mulai menunjukkan perkembangan proyeknya. “Saya selalu mendapat dukungan dari teman-teman, guru dan keluarga saat melalui setiap tahapan seleksi, karena saya ini awalnya suka pesimis duluan sebelum mencobanya kak,” ujar Vellisa.

Mempunyai taman binahong sendiri di sekolah yang dirawatnya bersama dengan teman-teman, kampung adopsi binahong yang merupakan kampung di area rumahnya dengan melibatkan beberapa Rukun Tetangga, setiap rumah mendapatkan satu tanaman binahong. Menjadi ajang pembuktian kelayakan siswa yang pernah menjadi Dokter Cilik menjadi Puteri Lingkungan Hidup 2017. Pasca awarding hingga sekarang, beragam perubahanpun dialami langsung oleh siswa yang pernah berprestasi juara3 pada ajang fashion tingkat kecamatan.

Menurutnya, perubahan yang terjadi adalah tetangga-tetangga di dekat rumah semakin sering menanyakan cara perawatan tanaman binahong, teman-teman di sekolahnya yang banyak meminta bibit tanaman binahong untuk ditanam di rumah masing-masing. “Dulu sewaktu tahapan seleksi, teman-teman masih jarang yang minta tanaman binahong ke saya kak, tetapi setelah saya jadi Puteri LH 2017, mereka banyak yang minta ke saya tanaman binahong mulai dari siswa kelas 2 hingga kelas 6, ya akhirnya saya minta mereka datang ke rumah dan bilang ke mama dulu,” ujarnya.

Dengan melakukan budidaya tanaman binahong yang kaya manfaat, Ivel merasa telah banyak menginspirasi orang lain. “Melalui tanaman binahong ini, saya bisa menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama dengan saya kak. Rasanya itu pasti senang, bahagia sekali. Makanya, saya akan terus memperkenalkan khasiat membudidayakan tanaman binahong kepada masyarakat luas, agar ketika mereka sakit, tidak langsung diberikan obat-obatan berbahan kimia,” ungkap Puteri Pasangan Eko Heri Purnomo dan Sulistiyowati.

Momen yang paling tidak bisa dilupakannya saat mengembangkan proyek lingkungan dalam kurun waktu 7 – 8 bulan adalah saat dirinya mengajak keluarganya untuk menyiapkan puluhan bibit tanaman binahong untuk dibagikan kepada tetangga dan dibawa ke sekolah. “Waktu itu hari minggu kak, daripada tidak ada kegiatan, saya ajak ayah, mama dan kakak untuk menyiapkan media tanam dan pembibitan tanaman binahong agar bisa dibagikan ke tetangga dan sekolah. Lah, ayah dan kakak bagian mewarnai botol bekas maupun pot yang menjadi medianya, saya dan mama bagian motong binahongnya,” ujar Vellisa.

Rencana kedepan, Vellisa mengembangkan proyek lingkungannya bekerja sama dengan Eka Fadiyah, guru pembina lingkungan SMPN 60 yang sebelumnya adalah guru pembina Pangputnya membuat taman binahong di sekolah barunya. “Selain menambah jumlah kampung adopsi, menambah jumlah tanaman di sekolah, saya juga ingin mempunyai taman binahong kak, karena di kampung susah lahannya makanya saya ingin ajak kerja sama mam Diyah,” ucapnya. Keinginan tersebut didukung oleh orang tua Vellisa, Sulistiyowati bahwa anaknya harus belajar mengembangkan proyeknya lebih luas di luar ruang lingkup kampung dan sekolahnya sendiri. (ryn)

Keterangan Foto : Devina Syafa Vellisa, siswa SDN Ujung IX Surabaya, berawal dari budidaya tanaman binahong yang merupakan buah pengalaman dari keluarganya membawanya menjadi Puteri Lingkungan Hidup 2017 dalam program Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017, sedangkan keluarganya mendapat predikat sebagai keluarga hijau terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *