Grand Final Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017 akan digelar pada Minggu, (13/08). Penganugerahan program yang ciri khasnya hanya untuk siswa sekolah dasar ini diselenggarakan di Graha Sawunggaling dimulai pukul 08.00 WIB. Rencana penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017 ini juga menjadi satu tahapan penilaian akhir dari beberapa tahapan seleksi dengan menyisihkan lebih dari 300 orang siswa mulai tahapan awal.

Dalam penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama dengan Pemerintah Kota Surabaya, Mercure Hotel Grandmirama, Java Paragon Hotel and Residence dan PT. Dharma Lautan Utama harus diikuti oleh 40 orang finalis. Sebelum digelar Penganugerahan Pangeran dan Puteri LH 2017, Tunas Hijau mengajak keempat puluh finalis Pangput LH untuk mengadakan pertemuan untuk membahas permasalahan teknis Penganugerahan.

Salah satunya adalah teknis pemilihan pasangan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017. Pemilihan pasangan akan ditentukan oleh Tunas Hijau. Salah satu teknis saat Grandfinal Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup ini, setiap pasangan akan diminta untuk memiih dan menjawab satu pertanyaan dari empat puluh lima list pertanyaan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Pengambilan pertanyaan akan dilakukan melalui sistem undian.

Satu pertanyaan tersebut harus dijawab oleh masing-masing finalis Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup dengan durasi yang sudah ditentukan oleh dewan juri. Tujuannya adalah untuk melihat kemampuan mereka dalam berbicara di depan umum, menyampaikan pendapat dan penyikapan mereka terkait isu-isu lingkungan dan mengukur tingkat kemampuan mereka dalam berkomunikasi, berani tampil di tempat umum dan menyampaikan sikapnya atas isu dengan jelas dan dapat dimengerti oleh penonton.

Dalam penganugerahan PangPut LH 2017 ini. Tunas Hijau akan membagikan 10 slempang untuk pemenang Pangeran dan Puteri LH 2017, seperti gelar Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017, Runner Up 1, Runner Up 2, Runner Up 3 dan Runner Up IV. “Sebelumnya, 40 buah slempang finalis sudah dibagikan saat bertemu dan mempresentasikan proyek lingkungan hdiup mereka di depan walikota Surabaya, Tri Rismaharini,” ujar Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau.

Dengan adanya sisa waktu untuk mempersiapkan fisik, mental dan kemampuan mereka berbicara atau berkomunikasi di depan umum, Tunas Hijau menghimbau dan mengajak peran guru pembina Pangput dan keluarga pangput untuk melatih pola komunikasi mereka dalam menjawab pertanyaan. “Finalis Pangput LH 2017 harus mempelajari setiap pertanyaan sebanyak 45 daftar pertanyaan dengan durasi waktu yang singkat antara 2 – 3 menit,” ucap Anggriyan.

Pengambilan daftar pertanyaan akan dilakukan dengan cara mengadakan undian, diharapkan pihak keluarga dan guru pembina di sekolah dapat mendampingi para finalis dalam menjawab  45 list pertanyaan. “Kami berharap dari keluarga dan guru pembina Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup turut menyiapkan dan melatih mereka menjawab satu dari 45 pertanyaan yang harus mereka jawab secara bergantian satu persatu,” ucap Yongki Dwi Prasetyo, aktivis Tunas Hijau.

Keterangan Foto : Grandfinal Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017 akan digelar pada Minggu, (13/08) di Graha Sawunggaling pukul 08.00 WIB

One thought on “GrandFinal Pangeran dan Puteri LH 2017 Dilaksanakan Minggu 13 Agustus di Graha Sawunggaling

  1. Alhamdulillah sangat luar biasa sy dukung sepenuhnya utk giat yg bermanfaat buat masyarakat yg tidak tau menjadi tau dan mau tidak mau mrk aetelah mendengar mengikuti giat ini melalui media cetak elekronik mrk pastia akan mencoba sungguh sangat luar biasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *