Isu lingkungan hidup dan sebutan kader lingkungan bagi siswa yang menjadi garda depan dalam urusan kegiatan di sekolah mampu menarik minat siswa baru di SMPN 20. Antusiasme siswa kelas 7 untuk tergabung dalam kader lingkungan di sekolah dibuktikan dengan banyaknya anggota baru. Sebanyak 125 orang siswa kelas 7 ditambah dengan 25 orang siswa kelas 8 menjadi awal kebangkitan kegiatan lingkungan di sekolahnya, Rabu (02/08).

Pasca rapat koordinasi antar guru pembina ekstrakurikuler, Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau mengajak mereka untuk bersilahturahmi saling mengenal antar anggota yang lama yakni kelas 8 dengan anggota baru kelas 7. Pada pertemuan itu, isu permasalahan lingkungan terkini menjadi materi diskusi yang mampu membangkitkan semangat untuk melakukan perubahan lingkungan di sekolah lebih besar lagi. “Permasalahan utama di sekolah masih berkaitan dengan pengelolaan sampah kak,” ujar Nigel.

Nigel Dwi, yang merupakan siswa jebolan program Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup tahun 2015 ini mengungkapkan bila selama ini warga sekolah masih belum mampu untuk melakukan pemilahan sampah. Kurang lengkapnya jumlah tempat sampah terpilah menjadi alasan pokok macetnya kegiatan tersebut. Hasilnya, sampah yang dihasilkan oleh warga sekolah setiap harinya langsung dibuang ke gerobak lalu berakhir ke TPS (Tempat pembuangan Sementara) tanpa diolah terlebih dahulu.

Puluhan keranjang komposter yang sudah sejak awal tahun dibelipun belum terlihat difungsikan sebagai sarana pengolah sampah organik sisa makanan. Menurut Kartini, guru koordinator lingkungan, ritme kegiatan lingkungan di sekolah sejak tahun lalu memang mandek. “Baru mulai tahun ajaran baru ini, sama kepala sekolah dijadikan ekstrakurikuler, maka dari itu harapan kami besar agar sekolah dapat memperoleh predikat adiwiyata,” ucap Kartini.

Dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan setiap hari rabu sore, beragam keinginan dan harapan disampaikan oleh kader lingkungan tentang gambaran masa depan lingkungan sekolahnya. Salah satunya seperti yang diutarakan oleh Ananta Nuhzia, siswa kelas 8, dirinya menginginkan penambahan tanaman, pembuatan lubang resapan biopori di area sekolah. “Saya ingin kegiatan tanam pohon atau tanaman lagi kak biar tidak tambah panas dan bioporinya agar kalau hujan air hujannya bisa meresap ke dalam tanah,” ujar Ananta.

Sementara itu, harapan lain disampaikan oleh Afif Sofyan, kader lingkungan kelas 8 ini berharap agar jumlah kader lingkungan yang baru tidak berkurang setelah mengetahui ragam dan bentuk kegiatan mereka di sekolah. “Karena kegiatan kami itu selalu berhubungan dengan sampah, tanaman, kotor-kotoran dan terkadang jam pulangnya agak terlambat demi memperindah lingkungan sekolah. Saya takut setelah tahu jumlah mereka bakal berkurang pelan-pelan,” ujar Afif. (ryn)

Keterangan Foto : Kader Lingkungan SMPN 20 mulai bersemangat lagi dan siap berkomitmen untuk menggiatkan lagi kegiatan lingkungan hidup di sekolahnya yang sempat mandek beberapa bulan lalu, Rabu (02/08).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *