Bersih-Bersih Pantai Kenjeran Surabaya sudah digelar dua kali dengan belasan ribu relawan. Pada pelaksanaan aksi nyata sebagai bagian Clean Up the World dan Surabaya Eco School itu, Hotel Mercure Mirama Surabaya menjadi pendukung utama pada tahun 2015 dan berlanjut 2016.

Ialah Sugito Adhi, general manager hotel yang berlokasi di Jalan Raya Darmo 68 – 78 Surabaya yang memiliki kepedulian sosial dan lingkungan hidup yang tinggi. Beberapa kota telah disinggahi suami dari Annisa Hikmah dengan 3 orang anak ini, mengikuti penempatan kerja di grup hotel tempatnya bekerja.

“Setiap kali menempati rumah baru, dalam beberapa pekan awal, kebun rumah akan selalu saya buat. Tidak adanya lahan kosong untuk ditanami bukan alasan untuk tidak bercocok tanam. Bercocok tanam bisa dilakukan dengan menggunakan pot. Atap rumah juga bisa dibuat kebun sederhana,” kata Sugito Adhi yang hobi berkebun dan bersepeda ini.

Di rumah dinasnya sekarang, yang tidak jauh lokasinya dari Hotel Mercure Mirama, pria kelahiran 9 Juli 1974 ini bahkan melakukan pembibitan tanaman. “Di atap rumah dinas saya sekarang ini sedang saya bibitkan tanaman lamtoro dan pepaya. Kalau sudah tumbuh besar, akan saya tanam di rumah Mojokerto,” terang Sugito yang saat ini memimpin 250 orang karyawan Hotel Mercure Mirama.

Budaya hidup bersih dan sehat juga diterapkan Sugito kepada ketiga anaknya dan keluarganya di rumah. “Ketiga anak saya sudah terbiasa membuang sampah pada tempatnya, dan menyimpan sampah sementara bila tempat sampah tidak ada,” kata Sugito Adhi.

Kepedulian sosial dan lingkungan hidup Sugito semakin berkembang seiring dengan visi Hotel Mercure Mirama yang sejak 15 April 2013 dikelolanya ini. “Program penghematan energi terkelola dengan baik di hotel ini. Bukannya tidak boleh menggunakan listrik. Tapi, menggunakan listrik pada saat dibutuhkan dan mematikan saat tidak diperlukan,” kata general manager hotel yang pada 2013 mendapat penghargaan sebagai National Green Hotel ini.

Di seluruh kamar Hotel Mercure Mirama sudah dipasang ajakan kepada customer untuk ikut menggunakan energi secara bijaksana. “Diantaranya dengan mencabut kartu kamar (switch) bila keluar kamar agar semua penggunaan listrik di kamar mati,” tambah Sugito yang memimpin Hotel Mercure Mirama mendapatkan penghargaan sebagai Green Building Hotel dari Pemerintah Kota Surabaya tahun 2015 ini.

Banyak cara juga bisa dilakukan untuk peduli lingkungan tatkala tinggal di hotel. “Untuk menghemat air saat tinggal di hotel bisa dilakukan dengan tidak menempatkan handuk yang tidak kotor di lantai kamar mandi. Tidak membiarkan air kran mengalir percuma juga harus dilakukan agar tidak boros air,” kata Sugito.

Hotel bintang empat yang dipimpinnya ini juga mengolah sampah organik, khususnya dedaunan, menjadi kompos. Pengomposan dilakukan dengan media dua kotak di sudut belakang hotel. Pengolahan sampah non organik juga dilakukan. “Pengolahan sampah kardus, kaleng dan plastik dari hotel selama ini dilakukan dengan menjualnya. Uangnya digunakan untuk aktivitas sosial seperti adopsi 15 anak asuh hotel dan dana sosial lainnya,” terang Sugito.

“Melalui aktivitas sosial dan lingkungan hidup yang dilakukan bersama Hotel Mercure Mirama, kami ingin menegaskan bahwa hotel ini tidak murni melakukan bisnis tetapi juga terlibat aktif dalam pengembangan masyarakat,” lanjut Sugito yang pernah tinggal di Bali, Bintan, Batam, Riau dan Semarang ini. (ron)

One thought on “Sugito Adhi, General Manager Hotel Mercure Mirama Surabaya

  1. Seorang pimpinan yang peduli…
    Inilah sosok yang menurut saya sangat memperhatikan lingkungan dimanapun bapak ini berada, apalagi hobinya yang suka berkebun. Saya salut terhadap bapak ini karena ia mampu memberikan suatu contoh, suatu bukti yang real nyata bahwa bukan hanya kata kata suka berkebun ia ucapkan, tetapi ia mampu mewujudkannya di lingkungan tempat tinggal dan hotel dimana bapak ini bekerja. Semangat yang bapak ini buat semoga bisa ditularkan dan menularkan ke pada setiap jajaran hotel dan anggota hotel lainya, sehingga hotel hotel di Surabaya juga dinyatakan siap mendukung jalanya program lingkungan seperti yang diadakan tunas hijau, dan bukan hanya setiap sekolah saja tetapi kita harus bersama samamewujudkan Surabaya ramah lingkungan
    Mantap bapak!!..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *