Salah satu langkah mudah untuk mencerdaskan anak bangsa ialah dengan membaca. Namun banyak penilitian yang hasilnya menunjukan persentase minat baca sangat sedikit. Perlu dorongan dan partisipasi dari berbagai kalangan. Diantaranya simpatisan Tunas Hijau yang juga mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Jakarta yang akan menggagas program Sudut Baca Lingkungan Hidup untuk beberapa kampung di Kota Surabaya yang disesuaikan dengan kondisi kampungnya.

Program Sudut Baca Lingkungan Hidup akan direalisasikan pertama kali di Kampung Dukung Jurang Indah. Kampung ini berada di Surabaya barat dengan kondisi terpisah dan terisolasi oleh jalan Tol Satelit, dikelilingi lahan hijau milik perseorangan dan lahan kosong milik perusahaan.

“Kami khawatir ketika disana tidak terlihat tong sampah sama sekali. Sampah dibakar dan akses menuju sekolah tidak ramah anak, karena harus menyeberang jalan raya karena aksesnya dekat dengan pintu masuk tol. Sehingga kami perlu mendekatkan pendidikan ke warganya,” ujar Satuman, Aktivis Senior Tunas Hijau.

Program Sudut Baca Lingkungan Hidup akan menciptakan perpustakaan mini, bimbingan pembelajaran Calistung sekaligus menyisipkan pemahaman cinta lingkungan hidup. Renita Evelina, simpatisan Tunas Hijau dari  STT Jakarta semester 3, mengatakan akan mengajak teman-temannya untuk berpartisipasi dalam menyumbang buku pembelajaran maupun ikut mengajar. Harapannya, program tersebut bisa menumbuhkan minat baca warganya dan menggugah banyak kalangan untuk menggiatkan program yang sama di tempat lain.

Sementara itu, bagi Gieofany, simpatisan Tunas Hijau yang juga dari STT Jakarta sekaligus sahabat Renita, mengatakan bahwa program Sudut Baca Lingkungan Hidup tak hanya akan menumbuhkan minat baca seseorang, tapi juga meningkatkan kerukunan hidup berkeluarga dan bertetangga.

“Kami tak hanya membuat bimbingan belajar Calistung, tapi mengadakan berbagai macam kegiatan setiap pekannya. Baik bagi anak-anak maupun anak beserta orang tuanya. Salah satunya, kami membuat lomba cerdas cermat sekeluarga dan lomba membuat kue Ibu dan Anak,” terang mahasiswa yang akrab disapa Fany.

Program Sudut Baca merupakan kegiatan untuk mengawali program pendampingan yang akan dilakukan Tunas Hijau bersama mobil edukasi lingkungan hidup keliling yang dilengkapi dengan perpustakaan lingkungan hidup, pembangkit listrik tenaga surya dan mini theatre. Mobil edukasi lingkungan hidup keliling ini dikenal sebelumnya dengan Eco Mobile PJB.

Satuman, aktivis Tunas Hijau menambahkan seluruh kader lingkungan Kota Surabaya di masing-masing sekolah akan diajak untuk berpartisipasi dalam program Sudut Baca Lingkungan Hidup ini. “Karena menjadi kader lingkungan tak hanya peduli terhadap lingkungan hidup, tapi juga peduli sesama. Terlebih lagi guna mencerdaskan anak bangsa. Sehingga kami akan keliling sekolah-sekolah menaruk kotak infaq buku. Sehingga siapa saja bisa ikut menyumbangkan buku,” ajak Satuman.

Banyak aksi yang akan memeriahkan program Sudut Baca ini mulai dari penggalangan buku, pengumpulan sampah untuk buku, lomba wewarnai gambar bertema lingkungan hidup dan bazar amal buku.

“Teman-teman STT Jakarta yang lain sudah berkoordinasi dengan saya jadi akan segera kami tangkap sebanyak mungkin partisipasi mereka. Tapi kami kebingungan bagaimana jika buku yang disumbangkan terlalu banyak dan biaya pengiriman pastinya akan membengkak? Sehingga kami butuh dukungan pihak lainnya,”  tanya Renita, 19 tahun. (one)

2 thoughts on “Rencanakan Sudut Baca Lingkungan Hidup di Kampung Dukuh Jurang Indah

  1. Semoga berhasil dan bermanfaat warga dan anak-anak sekitar kampung dukung jurang indah menjadi gemar membaca.Semangat eco school 2017…

  2. Kita sebagai manusia yang bercukupan harus meningkatkan rasa Kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan. Seperti yang dilakukan oleh kakak kakak dari tunas hijau, dan simpatisan dari STT Jakarta yang membantu anak anak yang sangat memprihatinkan dikota pahlawan ini. Bagaimana cara mewujudkan program sudut baca ini memang harus ada campur tangan yang siap membantu jalanya program, apalagi program kali ini sangat bermanfaat untuk masa depan anak anak dilingkungan tersebut. Semoga banyak simpatisan lain yang peduli dan ikut campur tangan dalam program kegiatan sosial ini, sehingga Surabaya akan mempunyai anak anak yang gemar membaca dan akan mempunyai masa depan yang cerah. Aminn..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *