Musim libur sekolah telah tiba, menjadi momen yang tepat bagi keluarga untuk mengajak anak-anaknya menikmati suasana pedesaan atau mudik ke desa. Bagi keluarga yang asli dari perkotaan, suasana tempat wisata menjadi jujukan pas untuk mengisi waktu liburan. Hal tersebut juga menjadi rencana sebagian besar finalis Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017. Berbagai macam aktivitas sudah direncanakan sebagai pengisi liburan mereka baik di desa maupun tempat wisata.

Bagi 40 orang finalis Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017, momen liburan baik itu saat mudik di desa maupun di tempat wisata menjadi kesempatan untuk mengembangkan proyek lingkungan hidup mereka. Rencana itupun sejalan dengan tugas pasca workshop pembekalan jurnalistik yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya di ruang pola gedung BAPPEKO sabtu lalu.

Disampaikan oleh Anggriyan Permana, aktivis senior Tunas Hijau, tugas pasca workshop yang harus mereka lakukan adalah membuat akun media sosial instagram sendiri sebagai media pelaporan kegiatan pengembangan proyek lingkungan, setiap pekan membuat minimal satu aksi pengembangan proyek lingkungan hidup, lalu dibuatkan artikel kegiatannya dan diupload ke media sosialnya dengan di tag ke instagram Tunas Hijau.

Tidak hanya membuat aksi pengembangan proyek lingkungan hidup di desa maupun di tempat wisata, tugas lainnya adalah membuat artikel jurnalisme tentang kondisi lingkungan di desa tempat mudik atau di tempat wisata yang digunakan mengisi waktu liburan. “Tujuanya adalah untuk menjaga kontinuitas atau keberlanjutan aksi pengembangan proyek lingkungan yang sudah mereka lakukan mulai seleksi tahap awal hingga tahap keenam,” ucap Anggriyan.

Intinya, dalam satu pekan setiap finalis diminta untuk membuat dua tulisan artikel lalu diupload ke media sosial masing-masing dengan di tag ke Tunas Hijau. Dua tulisan artikel juga harus disertakan foto dokumentasinya, satu artikel jurnalistik mengenai aksi pengembangan proyek lingkungan hidup yang dilakukan di desa maupun tempat wisata, satu lagi adalah kondisi lingkungan di desa maupun tempat wisata tersebut.

“Waktu pelaporan kegiatan bisa dimulai setelah workshop pembekalan jurnalistik hingga terakhir adalah saat masuk sekolah yakni tanggal 17 Juli. Karena waktunya yang lama,  maka tugas yang diberikan itu harus dikerjakan dengan optimal. Tugas tersebut menjadi salah satu faktor penilaian Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017,” ujar Satuman,aktivis senior Tunas Hijau. Tujuan utama tugas ini adalah mengajak finalis Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017 mengembangkan proyek lingkungannya lebih luas lagi jangkauannya.

Momen mudik dan liburan ini menjadi salah satu momen yang ditakuti oleh Tunas Hijau adalah ketakutan dengan proyek lingkungan hidup mereka yang kemungkinan ditinggalkan saat mereka mudik atau liburan. “Kami takut kalau saat mereka liburan atau mudik, nasib proyek lingkungan mereka jadi terbengkalai tidak terurus. Makanya kami berikan tugas ini sebagai upaya menjaga keberlanjutannya, sekaligus sebagai media pembelajaran berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain,” imbuh Satuman. (ryn)

Keterangan Foto : 40 orang finalis Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017 foto bersama seusai mengikuti workshop jurnalistik yang diselenggarakan Tunas Hijau di Gedung BAPPEKO, Sabtu (16/06).

9 thoughts on “Finalis PangPut 2017 “Ditantang” Jadi Jurnalis Cilik Saat Liburan

  1. Alhamdulillah semoga para calon pangput bisa memenuhi tugas yg diberikan oleh kakak2 pembina dari tunas hijau, semangat buat Satria Difanda

  2. Program pangput 2017 pad betul jika harus rampung sesuai dengan waktunya. Meski kini sedang liburan serta hari raya tidak boleh terbengkalai. Saat liburan harus dimanfaatkan untuk menjaga agar program pangput tidak terganggu.
    Memberi tanggung jawab saat liburan oleh Tunas Hijau sudah tepat , dengan begitu pangput tetap mengontrol programnya dengan baik.
    Semoga pangput 2017 bisa berjalan dengan baik. Program jurnalistik ,dengan pelaporan artikel sungguh baik. Melatih mereka sejak dini pada jurnalistik akan berdampak bagus pada masa yang akan datang. Mengingat kemampuan menulis masih rendah apalagi membaca.
    Good job for pangput and Tunas Hijau

  3. Insyaallah saya bisa menyelesaikan semua tantangan dari kakak tunas hijau.
    Aqilah azzahra/32/SDN kaliasin1,Surabaya.

  4. Pemanfaatan yang sangat bagus…
    Ada 2 contoh yang saya maksut dari pemanfaatan yang sangat bagus
    1. Jalanya perkembangan modern,Tunas hijau sangat memanfaatkan media sosial untuk laporan setiap peserta PangPut LH untuk mengirim laporan kelanjutan proyek lingkungan.
    Perkembangan modern inilah yang dimana anak anak dikalangan Sekolah Dasar sudah dipegangi handphone sebagai alat komunikasi.
    2. Panjangnya waktu libur pada saat kenaikan kelas, tunas hijau juga memanfaatkan waktu istimewa kepada seluruh peserta PangPut LH untuk melanjutkan dan merealisasikan proyek lingkungan setiap peserta. Dan semoga proyek seluruh peserta PangPut LH bisa didukung oleh keluarganya masing masing yang ada di kota dan didesa
    Salutt kak!..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *